Trash Barrier Pandawara Dirusak Pencuri Besi, Sampah Kembali Cemari Sungai Citarum

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kejadian tak menyenangkan menimpa inisiatif pelestarian lingkungan yang digerakkan Pandawara Group di wilayah Jawa Barat. Fasilitas berupa trash barrier atau penghalang sampah yang dipasang untuk menjaga kebersihan sungai dilaporkan rusak akibat pencuri mengambil besinya pada 23 Desember 2025.

Trash barrier itu dipasang sungai di Jl. Lembang Kuntit, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya untuk mencegah sampah meluap ke Sungai Citarum. Anggota Pandawara, Muchamad Ikhsan Destian mengungkapkan mendapatkan laporan dari masyarakat setempat.

"Penemuan itu terjadi akibat ada pelaporan dari warga sekitar yang melapor kepada tim Pandawara," katanya pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 8 Januari 2026.

Pihaknya langsung mengecek laporan ke lokasi. Di situlah, tim menemukan bahwa alat penyaring sampah tersebut telah dirusak secara paksa. Menurut Ikhsan, bagian yang hilang adalah potongan besi yang cukup panjang karena bernilai jual di pasar barang loak.

"Hanya sebagian besi yang diambil sekita 3--4 meter," ungkapnya saat merinci bagian besi mana saja yang diambil secara paksa oleh orang tidak bertanggung jawab. Meski hanya sebagian, hilangnya material sepanjang beberapa meter tersebut sudah cukup untuk melumpuhkan fungsi utama dari penghalang sampah yang dipasang susah payah oleh para relawan.

Kerusakan itu berdampak instan dan signifikan terhadap kualitas air di hilir sungai. Fungsi utama alat ini adalah untuk menahan laju sampah domestik agar tidak mengalir lebih jauh ke aliran utama. Namun, dengan kondisi besi yang hilang, sampah-sampah tersebut kini kembali mengalir bebas tanpa hambatan.

Dampak Rusaknya Trash Barrier

Ikhsan menegaskan dampak buruk yang terjadi di lapangan, "Yang pastinya setelah proses maintanance dan service penghalang tersebut sampah yang biasanya terhalang agar tidak ke hilir kembali meluap di hilir bagian utama aliran Sungai Citarum."

Risiko lingkungan bagi masyarakat sekitar juga menjadi perhatian serius. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya perbaikan atau penggantian unit baru, potensi penumpukan sampah di aliran utama Sungai Citarum akan meningkat drastis.

"Sedikit memengaruhi dan dampaknya jika tidak segera di tangan akan ada potensi jumlah kiriman sampah yg sangat banyak ke aliran utama Sungai Citarum," kata Ikhsan. Selain masalah kebersihan, tumpukan sampah yang tidak terkendali juga dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi banjir di wilayah Kabupaten Bandung, terutama saat debit air meningkat di musim hujan. 

Secara finansial, kehilangan material besi ini memberikan beban tambahan bagi anggaran operasional Pandawara Group. "Estimasi kerugiannya sekitar 3-4 juta rupiah," katanya.

Estimasi Kerugian Materiil

Nilai ini mencakup pengadaan kembali material besi yang hilang untuk mengembalikan fungsi alat seperti semula. Meskipun terjadi kerugian secara materi, Pandawara Group memutuskan untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan yang menyulitkan proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kejadian tersebut hanya menjadi bahan evaluasian untuk kita dan tim karena sulitnya mencari bukti pelaku. Dan kita tidak mau memperpanjang masalah tersebut," jelasnya.

Sebagai gantinya, kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan teknologi pengawasan di masa depan. Tim berencana memasang sistem keamanan tambahan.

"Insya Allah untuk ke depannya, kita akan perlengkapi fasilitas di beberapa titik adopsian sungainya Pandawara dengan memasang CCTV, untuk memudahkan kita memonitar dan mengcontol kondisi sungai tersebut," tutur Ikhsan.

Pesan untuk Perusak Trash Barrier

Alih-alih merasa terpukul atau ingin menghentikan aksi lingkungan mereka, kejadian pencurian besi ini justru dipandang sebagai ujian untuk memperkuat kewaspadaan tim dalam bekerja. "Alhamdulillah kejadian tersebut tidak membuat semangat tim kita menurun justru dengan kejadian tersebut menjadi sebuah evaluasian kita bersama tim agar lebih hati hati dan waspada dalam setiap pemasangan fasilitas yg kita pasang," tegas Ikhsan.

Sebagai penutup, terdapat pesan kemanusiaan yang mendalam dari tim Pandawara kepada perusak trash barrier. Mereka berharap tidak ada lagi orang yang tega merusak fasilitas publik yang ditujukan untuk kepentingan orang banyak demi keuntungan pribadi yang tidak seberapa. Ikhsan menyampaikan sebuah harapan agar pelaku mendapatkan pelajaran berharga dari apa yang telah dilakukannya di Sungai Citarum tersebut.

"Semoga diberikan hikmah dan tidak melakukan hal tersebut kembali di manapun berada," ujar Ikhsan. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |