Tingkah Jang Wonyoung IVE Saat Diperiksa Imigrasi Diadukan ke Manajemen Bandara

9 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kontroversi yang melibatkan Jang Wonyoung IVE kembali terjadi. Kali ini menyangkut tingkahnya saat menghadapi pemeriksaan identitas oleh imigrasi di Bandara Internasional Gimpo.

Insiden bermula dari video keberangkatan yang menampilkan duta Bvlgari Korea itu saat di bandara pada 30 Mei 2026. Anggota IVE itu dilaporkan akan berangkat ke Shanghai China. 

Dalam video tersebut, dikutip dari KBizoom, Senin (15/6/2026), Wonyoung yang menyilangkan tangan saat menunggu giliran pemeriksaan imigrasi diminta membuka topi dan menurunkan maskernya oleh petugas imigrasi untuk dicocokkan antara wajah dan identitas di paspornya. Ia pun hanya membuka topinya singkat dan menurunkan masker ala kadarnya yang memancing komentar apakah proses verifikasi bisa dilakukan dengan benar. 

Wonyoung kembali menyilangkan tangan dan menerima paspor dengan satu tangan seraya berlalu menuju area tunggu keberangkatan bandara. Tingkahnya memancing kritikan dari sejumlah warganet, menudingnya tidak kooperatif selama proses tersebut.

Perilakunya pun dibandingkan dengan sesama anggota IVE lain, Gaeul. Meskipun Gaeul juga tidak sepenuhnya melepas topi dan maskernya, warganet melihat ia menerima paspornya dengan kedua tangan dan sedikit membungkuk sebelum meninggalkan area tersebut.

Tingkah Wonyoung itu kemudian diadukan secara resmi ke divisi manajemen keamanan Korea Airports Corporation pada 15 Juni 2026. Pelapor meminta pedoman publik yang lebih jelas mengenai standar verifikasi identitas di bandara di bawah yurisdiksi perusahaan tersebut. Pelapor berpendapat bahwa penumpang harus dapat dengan mudah mengakses informasi resmi mengenai persyaratan verifikasi identitas selama proses keberangkatan.

Petugas Bandara Dituding Tak Sama Perlakukan Setiap Pelancong

Secara khusus, pelapor meminta klarifikasi tentang apakah para pelancong diharuskan untuk sementara melepas barang-barang seperti: masker wajah, topi, dan kacamata hitam. Pengaduan tersebut juga menanyakan apakah standar tersebut diterapkan secara konsisten di semua bandara yang dioperasikan Korea Airports Corporation, termasuk Bandara Internasional Gimpo.

Isu lain yang diangkat dalam pengaduan tersebut menyangkut konsistensi. Pengadu meminta konfirmasi bahwa standar yang sama diterapkan secara merata kepada semua penumpang tanpa memandang status sosial, profesi, atau pengakuan publik, termasuk selebriti, politisi, pemimpin bisnis, dan pelancong biasa.

Permintaan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa prosedur keamanan bandara diterapkan secara seragam tanpa pengecualian berdasarkan ketenaran atau pengaruh. Berdasarkan Pasal 15-3 Dekrit Pelaksanaan Undang-Undang Keamanan Penerbangan Korea Selatan, operator bandara berwenang untuk membandingkan boarding pass dan dokumen identitas untuk memverifikasi identitas penumpang.

Jika identitas tidak dapat dikonfirmasi secara memadai hanya melalui foto, langkah verifikasi tambahan, termasuk pertanyaan, dapat dilakukan. Pengelola bandara diharapkan memberikan tanggapan maksimal pada 23 Juni 2026.

Wonyoung IVE Dinilai Terkena Star Syndrome

Selain isu ketidakkonsistenan petugas bandara menerapkan proses verifikasi pada pelancong, tingkah Wonyoung juga memancing kontroversi perilaku. Sejumlah warganet mengkritik sikapnya, berpendapat bahwa tidak ada alasan baginya untuk tampak begitu dingin terhadap petugas bandara. 

Sebagian orang menganggapnya biasa saja, sementara yang lain bahkan menyebut perilakunya sebagai contoh selebriti yang terkena star syndrome. Tapi, tidak semua orang setuju dengan kritik tersebut.

Banyak penggemar dan warganet berpendapat bahwa insiden tersebut dibesar-besarkan, mencatat bahwa interaksi singkat yang ditunjukkan dalam video terlalu singkat dan terbatas untuk menilai sikap atau niat Jang Wonyoung secara akurat. Para pendukung menunjukkan bahwa ekspresi wajah, sudut kamera, dan momen sepersekian detik seringkali dapat disalahartikan jika dilihat di luar konteks, terutama ketika selebriti terus-menerus berada di bawah pengawasan publik. 

Pamer Sofa Sultan

Terlepas dari tingkahnya, penggemar banyak memujinya sebagai artis muda kaya raya. Salah satunya ditunjukkan Wonyoung lewat sederet foto yang diunggah di media sosial pada 21 Mei 2026.

Center IVE itu berpose sedang bersantai di rumah mewahnya yang berlokasi di Hannam-dong, salah satu kawasan termahal di Seoul yang banyak dihuni selebritas dan kalangan elit bisnis. Dalam foto-foto tersebut, ia terlihat berbaring nyaman di sofa modular merah besar yang diletakkan di tengah ruang tamu.

Warganet segera mengidentifikasi furnitur tersebut sebagai desain karya desainer terkenal Prancis, Pierre Paulin. Menurut perkiraan online, setiap modul sofa tersebut dihargai antara USD 5.400 hingga USD 8.200 (sekitar Rp95,6 juta hingga Rp145,1 juta). Berdasarkan jumlah bagian yang terhubung yang terlihat dalam foto, beberapa penggemar memperkirakan keseluruhan sofa tersebut bisa bernilai lebih dari 200 juta won (sekitar Rp2,3 miliar).

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |