Bayi Panda Rio Kini Bisa Dikunjungi di Taman Safari Indonesia Bogor, Simak Aturan Berkunjungnya

17 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bayi panda Satrio Wiratama alias Rio akhirnya bisa dikunjungi langsung di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai Selasa, 9 Juni 2026, mundur dari pengumuman awal yang menyebut 30 Mei 2026. Rio dan induknya bisa dikunjungi Istana Panda Cisarua setiap hari.

Pendiri TSI Jansen Manansang mengatakan Rio baru diperkenalkan kepada publik setelah memenuhi standar kesejahteraan satwa, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan ikatan emosional antara induk dan anak berkembang dengan baik.

"Kami mengikuti regulasi kesehatan dan kesejahteraan satwa yang sangat ketat. Bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga bagaimana ikatan antara induk dan anak terbangun secara alami tanpa paksaan," kata Jansen, melansir Antara, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan Rio diperkenalkan kepada publik setelah berusia sekitar 199 hari atau mendekati enam bulan, sesuai standar pengelolaan panda yang diterapkan secara internasional. Perkenalan Rio kepada masyarakat menandai tonggak baru dalam keberhasilan program konservasi panda raksasa hasil kerja sama Indonesia dan China yang telah berlangsung sejak 2017.

Menurut Jansen, keberhasilan kelahiran Rio merupakan hasil kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi reproduksi satwa, serta pendampingan para ahli dari China dan sejumlah negara lain.

"Ini menjadi bukti bahwa kita sudah mampu menghasilkan keturunan panda melalui kerja sama yang baik, baik dari sisi teknologi, ilmu kedokteran, pengembangbiakan, hingga menjaga perilaku satwa dan ekologi," ujarnya.

Berhasil dalam 4 Kali Upaya Pengembangbiakan

Jensen mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebelum Rio lahir, TSI beberapa kali gagal mengembangbiakkan panda.

"Ini yang keempat kali berhasil. Tiga kali sebelumnya gagal. Kami belajar dari para ahli, sehingga Indonesia kini bisa bangga karena kemampuan konservasi kita semakin diakui dunia," katanya.

Pertemuan perdana Rio dan pengunjung umum itu juga dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto. Ia menyebut kemunculan perdana Rio menjadi momen bersejarah karena merupakan panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia.

Ia menilai kelahiran Rio menjadi warisan penting bagi upaya pelestarian satwa langka sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung konservasi global. "Kami memberikan warisan terbaik untuk bumi, yaitu lahirnya baby giant panda pertama di Republik Indonesia," kata Rudy.

Rio merupakan anak dari pasangan panda raksasa Cai Tao dan Hu Chun yang didatangkan dari Chengdu, Provinsi Sichuan, China, pada 2017. Bayi panda tersebut lahir pada 27 November 2025 dan diberi nama Satrio Wiratama oleh Presiden Prabowo Subianto.

Aturan Mengunjungi Bayi Panda Rio

Bayi panda Rio bisa dikunjungi pada pukul 10.30--15.00 WIB setiap hari. Pihak TSI menyatakan Rio tidak akan selalu berada di ruang pamer di Istana Panda karena masih dalam masa tumbuh kembang.

"Ada kalanya si kecil akan kembali ke pelukan induknya untuk menyusu, beristirahat, atau mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Jadi, kalau Rio sedang tidak terlihat sejenak, itu artinya ia sedang melakukan hal yang paling untuk bayi panda seusianya: bertumbuh dengan sehat dan bahagia," bunyi pengumuman di akun Instagram @taman_safari.

Pihak TSI juga menyampaikan ada aturan yang harus dipatuhi para pengunjung selama melihat langsung Rio di kandangnya. Pertama adalah tenang dan tidak berisik karena Rio suka suasana yang nyaman. Kedua adalah mengikuti arahan staf dan tidak terlalu mendekat kandang Rio.

Sebelumnya, Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, drh Bongot Huaso Mulia menambahkan bahwa pertumbuhan Rio sangat baik di atas rata-rata perkembangan anak panda pada umumnya. "Berat badannya pada hari ke-160 sudah 10,8 kg dan hari ke-169 berat badannya mencapai 11,5 kg," terangnya.

Bangun Kepercayaan Diri Rio

drh Bongot juga mengatakan bahwa Rio saat ini sudah mulai merasa percaya diri dengan keramaian sehingga ia mulai bisa dikenalkan ke publik. "Panda ini kan makhluk pemalu jadi harus ditunjukkan ke publik secara bertahap," kata dia.

Sebelum dikenalkan ke publik, tim dokter dari Taman Safari Indonesia intens memeriksa fungsi pendengaran dan penglihatan. Ini untuk melatih Rio ketika ditempatkan di kandang luar.

"Ketika nanti di luar, Rio sudah tahu mana lubang, jarak antar kayu berapa jauh. Karena fungsi pendengaran panda ini cukup lama terdevelope, bisa usia 6--7 bulan," ucapnya.

Sejauh ini, Rio sudah berjalan tegak bahkan mulai bisa naik anak tangga. Namun, masih tetap diawasi oleh induknya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |