Strategi Yunani Perangi Overtourism, Salah Satunya Batasi Jumlah Tempat Tidur

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Seperti kebanyakan destinasi wisata dunia lainnya, Yunani juga menghadapi fenomena pariwisata berlebihan alias overtourism. Negeri para dewa itu menyiapkan strategi baru agar pengembangan pariwisata 'terus berlanjut tanpa mengubah karakteristik khusus mereka', lewat Kerangka Tata Ruang Khusus untuk Pariwisata.

Menteri Pariwisata Olga Kefalogianni dan Menteri Lingkungan Hidup dan Energi stavris Papastavrou mengatakan bahwa tujuan kerangka tata ruang ini adalah untuk mengatur dengan lebih baik, dengan kondisi spesifik, di mana, bagaimana, dan dalam kondisi apa aktivitas pariwisata dikembangkan, dikombinasikan dengan pergeseran dalam pembangunan dan pengalihan sumber daya dan investasi ke daerah-daerah yang belum jenuh.

"Kuncinya adalah transisi ke model pembangunan yang menggabungkan kualitas dan keberlanjutan, dengan menghormati lingkungan alam dan karakteristik khusus dari setiap wilayah," demikian pernyataan tersebut, mengutip Euronews, Selasa (12/5/2026).

Kerangka kerja baru ini bertujuan untuk secara definitif mengekang ekspansi pariwisata yang tidak terkendali dengan menetapkan aturan yang jelas tentang di mana, bagaimana, dan dalam kondisi apa investasi dapat diimplementasikan. Strategi pemerintah memprioritaskan pengurangan tekanan pada destinasi wisata yang sudah terlalu padat, sekaligus mempromosikan pengembangan area baru dengan potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sejauh ini, overtourism berdampak pada kehidupan di Yunani, terutama terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur di sejumlah pulau utama yang ramai kunjungan wisatawan mancanegara. Lewat usulan kerangka tata ruang yang diluncurkan, Yunani pertama kali membuat kategorisasi.

Intervensi Pemerintah Tekan Overtourism di Yunani

Pembagian kategori utama wilayah itu tergantung pada karakteristik geografis dan tingkat tekanan pariwisata:

Area bertekanan tinggi: Di ​​mana pembatasan ketat diberlakukan untuk mengekang pariwisata berlebihan.

Area dengan ruang untuk pertumbuhan: Insentif diberikan untuk investasi berdasarkan kriteria keberlanjutan yang ketat.

Destinasi pulau: Perhatian khusus pada pulau-pulau di Yunani.

Daratan utama: Memperkuat bentuk-bentuk pariwisata alternatif.

Area status khusus: Perlindungan khusus untuk ekosistem yang sensitif.

Bersamaan dengan pembagian kategori itu, pihaknya menerapkan sejumlah intervensi, termasuk menetapkan jumlah maksimum tempat tidur wisata di pulau-pulau, berdasarkan ukuran dan daya tampung setiap wilayah. Pada saat yang sama, perlindungan penuh terhadap zona pesisir direncanakan dalam jarak 25 meter pertama dari garis pantai. Pihaknya melarang pendirian bangunan di area tersebut, kecuali untuk proyek-proyek yang bermanfaat bagi kepentingan umum.

Pemberlakuan Pajak Wisata

Rencana Tata Ruang Khusus itu juga mengatur peraturan tambahan mengenai perlindungan Sistem Nasional Kawasan Lindung, serta promosi dan pelestarian permukiman tradisional dan yang telah ditinggalkan. Pada saat yang sama, penekanan khusus diberikan pada pelestarian situs arkeologi, monumen, dan situs bersejarah, sehingga pengembangan pariwisata tidak berdampak buruk pada identitas budaya dan sejarah negara.

Seperti disampaikan selama presentasi rencana tersebut, tujuan utamanya adalah mengadopsi model pariwisata yang akan secara bertanggung jawab memanfaatkan sumber daya alam dan budaya Yunani, sekaligus memastikan pembangunan berkelanjutan untuk masa depan.

Jauh sebelum peluncuran kerangka kerja itu, sejumlah destinasi wisata utama Yunani sebelumnya menerapkan strategi khusus untuk mengendalikan kunjungan wisatawan. Pada 2024, turis yang berkunjung keSantorini dan Mykonos wajib membayar pajak wisata (levy) sebesar 20 Euro atau setara Rp340 ribu. Biaya tersebut berlaku untuk mereka yang datang dengan kapal pesiar.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan kepada The Telegraph, "Pengiriman kapal pesiar telah membebani Santorini dan Mykonos dan inilah sebabnya kami melanjutkan intervensi."

Daya Tampung Destinasi Tak Sebanding dengan Jumlah Wisatawan yang Datang

Yunani memiliki populasi 15 ribu orang, sejumlah 800 kapal pesiar yang berlabuh di sana mendatangkan sekitar 1,3 juta penumpang tahun lalu. Sementara menurut Universitas Aegea, Santorini memiliki kapasitas wisatawan sebanyak 8.000 pengunjung per hari karena luas daerah itu hanya sekitar 76 km persegi. 

Prakarsa lain sedang dipertimbangkan untuk mencegah Santorini rusak akibat populasi wisatawan yang terlalu padat, termasuk larangan pembangunan hotel baru. Dilaporkan uang pajak yang dihasilkan akan dimasukkan kembali ke investasi infrastruktur lokal.

Peraturan tentang jumlah kapal pesiar yang tiba pada waktu yang sama di lokasi tertentu juga sedang dipertimbangkan. Hal itu terjadi setelah unggahan media sosial dari seorang anggota dewan lokal dari Santorini menjadi viral pada Juli 2024. Mereka mendesak penduduk untuk tetap berada di dalam rumah untuk menampung 17 ribu penumpang kapal pesiar yang diharapkan hari itu.

Unggahan itu kemudian dihapus, tetapi tidak sebelum memicu kemarahan yang meluas di antara penduduk setempat dan menghidupkan kembali perdebatan tentang pariwisata yang berlebihan, baik di Yunani maupun internasional.  

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |