Posisi Bali Sebagai Destinasi Liburan Akhir Tahun Favorit Wisatawan Australia Digeser Tokyo Jepang

2 weeks ago 94

Liputan6.com, Jakarta - Posisi Bali sebagai destinasi wisata favorit wisatawan Australia di musim liburan akhir tahun mulai tergeser. Data Expedia dan Booking.com menunjukkan bahwa posisinya kini dikalahkan Tokyo, Jepang, yang sebelumnya setia di peringkat dua.

"Bali tetapi menjadi favorit, tetapi meningkatnya minat terhadap Jepang, bersamaan dengan destinasi kota yang dinamis di seluruh kawasan Asia Pasifik, termasuk Bangkok dan Ho Chi Minh City, menandakan pergeseran menuju perjalanan yang lebih terjangkau dan kaya pengalaman," kata Manajer regional Booking.com untuk Oseania, Todd Lacey, kepada news.com.au, dikutip Senin (22/12/2025).

Tokyo juga menggusur Bali sebagai tempat favorit warga Australia dalam peringkat Expedia untuk pertama kalinya dalam delapan tahun pada 2023. Tokyo kemudian kembali menduduki posisi teratas tahun lalu, sementara Bali berada di urutan ketiga dengan Singapura berada di posisi kedua.

"Meskipun warga Australia biasanya dikenal sebagai pecinta matahari, penelitian terbaru Expedia menemukan banyak yang menukar panas musim panas dengan liburan yang lebih sejuk," kata pakar perjalanan Expedia, Sarah King, kepada news.com.au.

"Lebih dari sepertiga (36 persen) wisatawan Australia mendambakan negeri ajaib musim dingin musim panas ini, baik itu bermain ski di Jepang atau menjelajahi pasar Natal di Eropa."

Airbnb juga mengatakan kepada news.com.au bahwa Jepang adalah pilihan utama di platformnya. "Musim panas ini, warga Australia yang akan pergi ke luar negeri sekali lagi mengincar Jepang, dengan Brasil, Sri Lanka, Maroko, dan Swiss melengkapi destinasi yang sedang tren," kata Manajer Airbnb Australia dan Selandia Baru, Susan Wheeldon.

Pengaruh Kekuatan Dolar Australia

Wheeldon menerangkan para pelancong memesan berbagai jenis properti, mulai dari chalet ski di Hokkaido dan Nagano, Jepang, hingga rumah-rumah yang ramai di Rio de Janeiro dan Sao Paulo, Brasil. "Daya tariknya juga meluas ke penginapan di pusat kota di Marrakesh, Maroko yang ramai dan Bern, Swiss yang indah dan bersejarah," tambahnya.

Manajer umum Travel Money Group, Scott McCullough menyebut nilai tukar mata uang menjadi alasan utama Jepang terus menjadi salah satu destinasi tujuan wisata favorit bagi wisatawan Australia.

"Dolar Australia telah mempertahankan kekuatannya terhadap yen untuk beberapa waktu sekarang, yang berarti para pelancong mendapatkan nilai yang solid di lapangan," katanya kepada news.com.au.

"Ketika dolar Anda lebih berharga; baik itu untuk makan, belanja, pengalaman, atau transportasi sehari-hari, itu benar-benar mengubah cara Anda bepergian. Kami melihat warga Australia meningkatkan kualitas hotel, memesan lebih banyak aktivitas, dan tinggal lebih lama karena anggaran mereka lebih berharga di Jepang daripada di banyak destinasi serupa."

Dorong Wisatawan Australia Eksplorasi Tempat Wisata Non-populer di Jepang

Aplikasi transfer uang global Wise mengatakan bahwa sepanjang Oktober--November 2025, transfer dari AUD ke JPY meningkat lebih dari 90 persen dibandingkan dengan Agustus--September 2025, karena para pelancong mulai memindahkan uang untuk musim ski. Wisatawan Australia telah memecahkan rekor kunjungan ke Jepang dengan lebih dari satu juta warga Australia berkunjung dalam satu tahun kalender untuk pertama kalinya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi negara Asia tercinta ini adalah mengelola kepadatan di tempat-tempat wisata populer dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh terlalu banyak wisatawan terhadap masyarakat setempat, seperti di Kyoto, bekas ibu kota kekaisaran Jepang.

Jepang ingin wisatawan asing menjelajahi lebih dari sekadar tempat-tempat wisata populer dan berharap besar bisa didukung wisatawan Australia. "Warga Australia biasanya tinggal lebih lama daripada pengunjung dari banyak negara lain, yang memberikan peluang luar biasa untuk menjelajahi lebih luas," kata Andrew Coombs dari kantor Australia Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) kepada news.com.au pada September 2025.

Dukungan Akses Penerbangan Langsung

Selain Tokyo dan Bali, Singapura tetap menjadi tempat utama untuk dikunjungi musim panas ini. Negara ini berada di peringkat ketiga dalam daftar Expedia dan Booking.com. Bagi Expedia, Osaka di Jepang, London di Inggris, Bangkok di Thailand, Fiji, New York di AS, Ho Chi Minh City di Vietnam, dan Paris di Prancis menjadi destinasi internasional terpopuler untuk perjalanan antara 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.

Expedia membuat daftar kedua destinasi yang mungkin bukan yang paling populer secara keseluruhan, tetapi popularitasnya meningkat pesat dibandingkan tahun lalu. Dalam daftar tersebut, Shenzhen di Tiongkok meningkat 145 persen, sementara Sapporo di Jepang meningkat 70 persen dan Helsinki di Finlandia meningkat 50 persen.

"Sapporo adalah destinasi unggulan sebagai destinasi terpopuler kedua musim panas ini," kata King. "Berkat peluncuran rute langsung satu-satunya antara Sydney dan Sapporo oleh Qantas baru-baru ini, semakin mudah bagi warga Australia yang ingin bermain ski musim panas ini."

Ia menambahkan, "Destinasi Eropa seperti Praha, menjadi incaran karena pasar Natal dan budayanya yang ikonik, didukung oleh kemitraan Virgin-Qatar, dengan minat meningkat 20 persen." Pada Jumat, 19 Desember 2025, diumumkan bahwa Finnair akan meluncurkan penerbangan ke Australia, mengoperasikan layanan harian dari Melbourne ke Helsinki melalui Bangkok mulai Oktober 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |