Perang Iran vs Israel dan AS Rusak Istana Versailles dari Persia, Situs Warisan Dunia UNESCO

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - UNESCO menyuarakan keprihatinan mendalam atas nasib sejumlah situs warisan budaya dunia di Iran dan kawasan Timur Tengah yang terdampak perang Iran vs Israel dan AS. Salah satu yang mengalami kerusakan adalah Istana Golestan di Teheran—kompleks istana megah yang kerap dijuluki sebagai "Versailles dari Persia."

Selain itu, bangunan bersejarah lain seperti masjid dan istana di Isfahan juga dilaporkan rusak akibat eskalasi konflik ketiga negara, melansir TRT World, Kamis (12/3/2026). Badan kebudayaan PBB itu menyerukan pada semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati dan melindungi situs-situs budaya bernilai luar biasa di kawasan tersebut.

Dari total 29 situs warisan dunia yang dimiliki Iran, UNESCO mencatat sedikitnya empat di antaranya telah mengalami kerusakan sejak perang memanas. "UNESCO sangat prihatin terhadap dampak awal yang telah ditimbulkan konflik terhadap sejumlah situs warisan dunia," ujar Lazare Eloundou Assomo, Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO.

Ia menambahkan, kekhawatiran itu tidak hanya tertuju pada Iran, tapi juga terhadap situs-situs bersejarah di Israel, Lebanon, serta wilayah lain di Timur Tengah yang berpotensi terdampak konflik. Istana Golestan di Teheran pernah menjadi jantung kekuasaan Persia.

Kompleks istana ini dipilih oleh dinasti Qajar sebagai kediaman kerajaan, sekaligus pusat pemerintahan. Menurut UNESCO, bangunan bersejarah ini juga menjadi bukti penting bagaimana seni Persia mulai menyerap pengaruh gaya Eropa—perpaduan yang kemudian memberi karakter unik pada arsitekturnya.

Kondisi Memprihatinkan

Assomo berkata, "Kadang kami membandingkannya (Istana Golestan) dengan Istana Versailles di Prancis. Sayangnya, istana ini memang mengalami beberapa kerusakan. Saat ini, kami belum mengetahui seberapa parah tingkat kerusakannya, tapi dari gambar-gambar yang kami terima, jelas bahwa istana tersebut telah terdampak."

Sejumlah foto dari bagian dalam istana memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Terdapat pecahan kaca berserakan di lantai, serpihan kayu runtuh dari langit-langit, serta ukiran kayu yang hancur.

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat memicu kerusakan yang lebih luas terhadap situs-situs budaya di kawasan tersebut. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang target yang akan membuat "hampir mustahil bagi Iran untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara."

Seruan Perlindungan

Di tempat lain di Iran, Isfahan—yang dulunya merupakan salah satu kota terpenting di Asia Tengah dan pusat Jalur Sutra—adalah rumah bagi Masjed-e Jame, sebuah masjid berusia lebih dari 1.000 tahun yang mencerminkan evolusi arsitektur Islam selama 12 abad.

Bangunan-bangunan di dekat zona penyangga situs prasejarah Lembah Khorramabad juga telah rusak, kata UNESCO. Assomo mengatakan pihaknya telah membagikan koordinat lokasi situs-situs budaya utama pada semua pihak yang terlibat konflik sebagai langkah perlindungan.

UNESCO pun mengaku memantau perkembangan situasi dan potensi kerusakan yang terjadi. "Kami menyerukan perlindungan bagi semua situs yang memiliki nilai budaya penting—segala sesuatu yang merekam sejarah peradaban dari 18 negara di kawasan ini," ujarnya.

Penumpang Kapal Pesiar Terjebak

Sebelumnya, Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) mengatakan pada AFP bahwa 15 ribu penumpang kapal pesiar terjebak di wilayah Teluk Arab dengan kapal-kapal dari beberapa operator, termasuk MSC, TUI, Celestyal, dan AROYA, kini berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama buntut perang Iran vs Israel dan AS.

Mengutip Euronews, Kamis (12/3/2026), kapal-kapal pesiar itu tidak dapat meninggalkan dermaga di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi. Perusahaan pelayaran pun bekerja "sepanjang waktu" untuk memulangkan penumpang via jalur udara ataupun jalur aman lain yang tersedia.

Karena kapal tidak beroperasi, sejumlah pelayaran Eropa yang akan datang telah dibatalkan. Salah satunya pada Senin, 9 Maret 2026, perusahaan pelayaran Yunani Celestyal mengonfirmasi bahwa kapal-kapalnya tetap berada di Teluk dengan Celestyal Discovery saat ini berada di Dubai dan Celestyal Journey di Doha. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |