Pemilik Organisasi Miss Universe dari Thailand Dihukum Penjara 2 Tahun karena Kasus Penipuan, Statusnya Buron

1 week ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Jakkapong Anne Jakrajutatip diputuskan pengadilan bersalah dalam kasus hukum yang membelitnya. Salah satu pemilik Organisasi Miss Universe itu dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh pengadilan karena kasus penipuan.

Mengutip People, Selasa (30/12/2025), Anne yang kabur ke Meksiko jelang penyelenggaraan final Miss Universe 2025 di Thailand itu dinyatakan bersalah atas penipuan investasi obligasi korporasi senilai USD 951.927 (sekitar Rp16 miliar), seperti dilaporkan Bangkok Post. Hukuman pidana dijatuhkan di Pengadilan Bangkok Selatan pada Jumat, 26 Desember 2025.

Anne dilaporkan tak hadir di pengadilan dan saat ini statusnya adalah buron. Putusan pada pekan lalu dijatihkan dalam kasus pidana yang diajukan ahli bedah plastik Raveewat Maschamadol terhadap Jakrajutatip dan JKN Global Group Plc atas tuduhan melakukan penipuan bersama, menurut Bangkok Post.

Surat perintah penangkapan Jakrajutatip dikeluarkan setelah Maschamadol menuduh Jakrajutatip menipunya pada 2023 dan menyembunyikan informasi saat mencoba membujuknya untuk berinvestasi di perusahaannya, seperti dilaporkan France 24 dan The Independent.

Menurut media tersebut, pengadilan menilai bahwa antara 24 Juli dan 8 Agustus 2023, para terdakwa memberikan informasi palsu dan menyembunyikan fakta untuk menipu penggugat dan membujuk mereka untuk berinvestasi dalam obligasi korporasi yang diterbitkan oleh JKN Global Group, padahal mereka mengetahui kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan dan bahwa mereka tidak akan mampu membayar kembali investasi tersebut.

Jakkaphong dan JKN Global Group Plc diduga 'memperoleh aset senilai 30 juta baht dari penggugat, menyebabkan kerugian finansial', lapor Bangkok Post.

Anne Jakrajutatip Kabur Sebelum Final Miss Universe 2025

Jakrajutatip didakwa dengan penipuan dan dibebaskan dengan jaminan pada saat itu, kemudian gagal hadir di pengadilan di Bangkok terkait kasus tersebut, menurut The Independent. Ia dianggap berisiko melarikan diri, kata pengadilan dalam sebuah pernyataan kepada PEOPLE.

Laporan media lokal pada akhir November 2025 menyebutkan bahwa Jakrajutatip telah melarikan diri ke Meksiko. Laporan ini muncul sekitar waktu Miss Meksiko Fátima Bosch dinobatkan sebagai pemenang Miss Universe 2025 pada malam final 20 November 2025 di Bangkok.

Associated Press melaporkan pada 5 Desember 2025 bahwa rekening bank Meksiko milik Raúl Rocha, presiden dan pemilik bersama Miss Universe, dibekukan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal oleh Unit Intelijen Keuangan Meksiko, kantor anti-pencucian uang negara tersebut.

Melansir The Latin Times, Kamis, 27 November 2025, Jaksa Federal Meksiko (FGR) mengonfirmasi bahwa Raul Rocha menghadapi berbagai tuduhan terkait apa yang digambarkan sebagai jaringan kriminal multinasional yang kompleks. Jaringan ini diduga beroperasi selama bertahun-tahun dengan memanfaatkan kedok struktur bisnis yang sah untuk menutupi aktivitas ilegalnya.

Kejahatan Raul Rocha

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan skema yang terperinci, mulai dari pembelian dan pengangkutan bahan bakar secara ilegal dari Guatemala ke Meksiko, selanjutnya dimodifikasi untuk menyamarkan asalnya dan menghindari pengawasan peraturan. Bahan bakar yang telah dimodifikasi ini kemudian dijual melalui perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Rocha Cantú.

Melansir Infobae, mengutip laporan jurnalis Carlos Loret de Mola, organisasi Rocha Cantú beroperasi melalui pusat logistik yang berlokasi di Querétaro. Gudang utama mereka, "La Espuela" di kompleks Ferropolymers, menerima gerbong tangki berisi bahan bakar yang berasal dari sumber ilegal atau dari Guatemala.

Bahan bakar ini kemudian dibawa ke pusat lain yang dikenal sebagai "El Patio" untuk dicampur dengan aditif seperti MTBE dan nafta. Tujuan pencampuran ini adalah untuk meningkatkan presentasi dan kualitas produk akhir, sekaligus untuk menyamarkan asal-usul ilegalnya.

Terlibat dalam Distribusi Senjata Ilegal

Bahan bakar yang telah "dimurnikan" ini kemudian didistribusikan ke perusahaan-perusahaan seperti AGUI-MAR, FUCHELA, dan PALMA SIKA. Untuk memberikan kesan legalitas, faktur diterbitkan melalui perusahaan depan, termasuk Tabasco Capital, S.A. de C.V. dan PTIH. Manuver ini memungkinkan jaringan tersebut untuk menghindari kontrol fiskal dan bea cukai, sehingga melacak asal bahan bakar menjadi sangat sulit.

Sementara untuk perdagangan senjata, penyelidik mengidentifikasi beberapa perusahaan keamanan swasta yang digunakan untuk memperoleh, mengangkut, dan mendaftarkan ulang senjata api secara ilegal. Perusahaan-perusahaan ini, termasuk SEGURIMEX dan SETER, diduga saling bertukar senjata dengan kolaborasi mantan anggota Kementerian Pertahanan Nasional (SEDENA).

Khususnya, disebutkan bahwa "Perusahaan SETER digunakan untuk memasok senjata ke Grup Sombra di Veracruz dan kepada anggota Kartel Teluk di Tamaulipas, termasuk 'El Cape', 'El Loco' dan 'El M'," menunjukkan file yang dikutip oleh X. Kedua grup itu adalah kartel narkoba terkenal. Prosedur pendaftaran ulang senjata dengan catatan resmi SEDENA juga disebutkan untuk memberikan penampilan yang sah.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |