Miss Universe Kembali Diguncang Skandal, CEO Mario Búcaro Mundur Sebulan Usai Menjabat

4 weeks ago 46

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Miss Universe (MUO) kembali diguncang skandal setelah CEO-nya, Mario Búcaro, mengumunkan pengunduran diri. Pengumuman yang dirilis pada Jumat, 12 Desember 202, itu mengejutkan banyak pihak mengingat Búcaro baru menjabat di posisi puncak tersebut selama satu bulan, efektif sejak November 2025.

Melansir PEOPLE, Minggu (14/12/2025), Búcaro (48) mengambil alih tongkat kepemimpinan setelah CEO sebelumnya, Jakapong "Anne" Jakrajutatip, mengundurkan diri pada Juni 2025. Pengunduran diri yang mendadak ini terjadi tepat setelah kontes Miss Universe terbaru diselenggarakan.

Ajang kontes kecantikan yang berlangsung di Thailand itu seharusnya menjadi puncak kemeriahan, tapi justru diselimuti serangkaian kontroversi dan insiden yang menjadi viral. Fakta bahwa Búcaro meninggalkan jabatannya begitu cepat setelah mengawasi salah satu edisi kontes paling bermasalah dalam sejarah baru-baru ini secara tidak terhindarkan memicu spekulasi mengenai kaitan antara kontroversi tersebut dengan keputusannya untuk mundur.

Meskipun Búcaro tidak menyebutkan kontroversi secara eksplisit, waktu pengunduran dirinya itu mengindikasikan adanya tekanan yang luar biasa di balik layar organisasi. Dalam pernyataan resminya terkait pengunduran diri tersebut, Búcaro menanggapi situasi ini dengan menekankan integritasnya selama berkarier. Ia tidak menjelaskan secara spesifik alasan pengunduran dirinya yang cepat, tetapi memilih untuk fokus pada nilai-nilai profesional yang ia junjung tinggi.

Pernyataan Mario Bucaro soal Pengunduran Diri dari Organisasi Miss Universe

"Mereka yang mengenal saya dan telah bekerja dengan saya memahami bahwa saya selalu berperilaku dengan standar etika tertinggi, dan bahwa dalam setiap tanggung jawab yang saya ambil, saya telah berusaha untuk meninggalkan warisan positif dengan setiap orang yang telah berkolaborasi dengan saya," ungkapnya.

Ia juga merefleksikan pengalamannya selama bekerja di dalam organisasi tersebut, meskipun singkat. Búcaro menambahkan bahwa waktunya dalam organisasi Miss Universe 'mewakili periode pembelajaran yang tak ternilai, di mana saya memiliki hak istimewa untuk bekerja bersama wanita luar biasa, profesional yang luar biasa, dan komunitas global yang benar-benar percaya pada pemberdayaan perempuan'.

Ia menghargai kesempatan untuk berinteraksi dengan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Organisasi Miss Universe pada saat pengumuman ini dibuat, belum menanggapi lebih lanjut kepada media mengenai pengunduran diri Búcaro.

Kontroversi Internal dan Insiden Viralnya Kontes Terkini

Keputusan Búcaro untuk mengundurkan diri terjadi setelah deretan skandal mewarnai ajang Miss Universe 2025. Salah satu insiden paling menonjol adalah konfrontasi sengit yang terjadi pada 4 November 2025 antara Direktur Nasional Miss Universe Thailand Nawat Itsaragrisil dan Fátima Bosch, yang merupakan perwakilan dari Meksiko, dan kemudian dinobatkan sebagai pemenang kontes.

Video konfrontasi ini menjadi viral di media sosial, menciptakan citra yang kurang profesional bagi organisasi. Menyusul insiden tersebut, pemilik Miss Universe, Raul Rocha, mengumumkan sanksi keras terhadap Itsaragrisil, termasuk pembatasan kehadirannya dari kontes.

Namun, klaim dari mantan pemenang Miss Massachusetts USA, Melissa Sapini, yang mewakili Haiti di Miss Universe 2025, menambah daftar keruwetan. Sapini mengklaim kepada PEOPLE pada akhir November 2025 bahwa terlepas dari sanksi yang diumumkan, para kontestan secara teratur masih melihat Nawat terus beredar dalam minggu-minggu menjelang kontes.

Isu Kesehatan Kontestan hingga Tuduhan Kecurangan Penjurian

Miss Haiti juga menyatakan bahwa menjelang kontes, banyak kontestan jatuh sakit akibat flu dan keracunan makanan, yang menurutnya sebagian disebabkan oleh "kotak makan siang" yang disediakan. Kontes Miss Universe merespons klaim ini dengan menyatakan bahwa "sejumlah kontestan" tidak menyerahkan "kondisi kesehatan dan pembatasan diet mereka terlebih dahulu," yang lantas membuat "tidak mungkin bagi kami untuk menyiapkan makanan khusus tepat waktu."

Lebih lanjut, integritas kompetisi dipertanyakan setelah seorang juri mengundurkan diri menjelang kontes, mengklaim bahwa organisasi tersebut membentuk "juri dadakan" untuk memilih finalis. Kontroversi semakin memanas ketika seorang kontestan Miss Universe menuduh bahwa 30 finalis teratas dalam kompetisi sudah dipilih sebelum para kontestan naik ke panggung utama.

Pengunduran diri Búcaro, yang mengambil alih peran dari Jakrajutatip yang juga menghadapi masalah hukum terkait tuduhan penipuan keuangan di perusahaannya, semakin mempertebal lapisan kompleksitas masalah yang dihadapi Miss Universe.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |