Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan KFC, jaringan makanan siap saji dengan menu utama ayam goreng yang mendunia? Terlepas dari kesuksesannya, ada satu menu populer yang tak bisa ditoleransi pendirinya, Kolonel Harland Sanders.
Kolonel Sanders diketahui menjual perusahaannya kepada sekelompok investor pada 1964. Meski begitu, ia tetap menjadi wajah publik dan juru bicara perusahaan. Menurut publikasi makanan The Takeout, dikutip dari NY Post, Selasa (2/6/2026), ia sering menyuarakan kekhawatiran tentang perubahan pada makanan restoran dan salah satu keluhan terbesarnya adalah saus gravy restoran tersebut.
Dalam sebuah wawancara tahun 1978 dengan Courier-Journal di Louisville, Kentucky, Sanders memberikan penilaian yang keras terhadap hidangan pendamping tersebut.
"Ya Tuhan, saus gravy itu mengerikan," kata Sanders, menurut catatan pengadilan yang tersedia melalui perusahaan teknologi hukum Justia.
Sanders kemudian membandingkan saus gravy tersebut dengan 'lem kertas dinding' dan mengklaim bahwa saus tersebut tidak memiliki kualitas resep yang awalnya ia sajikan di KFC.
"Mereka membeli air keran seharga 15 hingga 20 sen [per] 1.000 galon, lalu mereka mencampurnya dengan tepung dan pati dan akhirnya menghasilkan pasta lem kertas dinding murni," kata Sanders.
Pendiri KFC itu juga dilaporkan mengatakan, "Tidak ada nutrisi di dalamnya, dan mereka seharusnya tidak diizinkan untuk menjualnya."
Kolonel Sanders Sampai Digugat ke Pengadilan
Kritiknya terhadap hidangan tersebut dilaporkan menjadi sangat kontroversial sehingga sebuah waralaba KFC di Bowling Green, Kentucky, menggugat Sanders dan surat kabar yang menerbitkan wawancara tersebut. Gugatan tersebut ditolak dan Mahkamah Agung Kentucky kemudian menguatkan penolakan tersebut.
Pengadilan memutuskan bahwa pernyataan Sanders ditujukan kepada KFC secara umum dan tidak menyebutkan waralaba Bowling Green. Terlepas dari kritik Sanders, hidangan tersebut terus memiliki pengikut setia beberapa dekade kemudian.
Di Reddit, beberapa penggemar KFC membela hidangan sampingan tersebut sementara yang lain setuju dengan penilaian Sanders. "Ini bagus untuk makanan cepat saji, dan makanan penghibur bagi banyak orang," tulis seorang warganet.
Komentator lain mengklaim bahwa hidangan gravely yang disajikan pada era Sanders berbeda dengan versi saat ini, dengan alasan resep aslinya mencakup kulit ayam goreng, tepung roti berbumbu, susu, dan krim. Beberapa pengguna juga membahas versi gravy buatan sendiri, berbagi resep dan kiat untuk membuatnya di dapur mereka sendiri.
Kinerja Saham KFC di Indonesia pada 2026
Mengutip kanal Saham Liputan6.com, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC di Indonesia mencatat laba dan pertumbuhan pendapatan hingga Maret 2026. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, 26 Mei 2026, PT Fast Food Indonesia Tbk meraup pendapatan Rp 1,42 triliun hingga Maret 2026. P
endapatan naik 18,59 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun. Beban pokok penjualan naik 23,29 persen menjadi Rp 598,59 miliar hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 485,50 miliar. Seiring hal itu, laba bruto naik 15,40 persen menjadi Rp 824,52 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 714,45 miliar.
Perseroan menekan beban penjualan dan distribusi sebesar 0,32 persen menjadi Rp 654,85 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 657,30 miliar. Beban umum dan administrasi susut 15,4 persen menjadi Rp 141,32 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 167,06 miliar.
Beban operasi lain turun 11 persen dari Rp 11,39 miliar hingga kuartal pertama 2025 menjadi Rp 10,13 miliar pada kuartal pertama 2026. Perseroan mencetak laba usaha Rp 30,13 miliar hingga kuartal pertama 2026.
KFC Merugi pada 2025
Kondisi itu berbeda dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 35,96 miliar. Perseroan mencatat kenaikan penghasilan keuangan menjadi Rp 510,43 juta dari periode sama tahun sebelumnya Rp 277,79 juta.
Beban keuangan turun menjadi Rp 22,56 miliar dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 26,64 miliar. Perseroan mencatat lonjakan atas laba entitas asosiasi sebesar 595,8 persen menjadi Rp 1,60 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 231,04 juta.
Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 13,28 miliar hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 36,77 miliar. Perseroan meraih laba per saham dasar sebesar Rp 3 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 9.
Ekuitas perseroan tercatat Rp 464,69 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 435,85 miliar. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 4,72 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,51 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 5,19 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,94 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 243,90 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 147,22 miliar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7611125/original/055704200_1780396521-kornet_homemade.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7610337/original/021749800_1780395487-RM_Sederhana_singapura1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490379/original/059775700_1770009455-Soto_Ayam_Lenthok_-_Mikael_Rinto.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3805980/original/053571200_1640670445-seasoned-chicken-feet-g1e97d0ce0_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4865903/original/013936800_1718617782-photo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592192/original/013898400_1780374935-IMG-20260602-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7584968/original/099806100_1780366560-cropped-1589ae0c-356f-4b26-babe-5158cd6f7c60.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7594303/original/047691500_1780377312-Puding_Roti_Kopi_Kukus_Sederhana_dari_Roti_Tawar_Sisa_Enak_dan_Lembut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7592254/original/096907900_1780374969-e95b1a96-f4de-45db-95bb-d37cc9611b64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591070/original/007161600_1780373734-0f3a92b3-61eb-4ccc-8624-776937a87f15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7584829/original/061506700_1780366179-cropped-0a9b9d48-91c1-4bd4-bb02-2d0730cbd79b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543500/original/046689300_1775027055-Sambel_Mentah_-_Mh_Badrut_Tamam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466582/original/039438300_1767848983-000_44KT3D8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535935/original/042761200_1774172703-pexels-shameel-mukkath-3421394-5639338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7583863/original/053922300_1780365327-cropped-487ecb48-2b63-4bd6-a6e6-b226f4012219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7584593/original/020605000_1780366036-mantan_istri_james_van_der_beek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7583363/original/037038400_1780364671-cropped-fad8561b-a0a3-464a-af7b-7cdcd1a40075.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7581226/original/012178200_1780362218-063_2278220749.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3035321/original/019803800_1580276853-airplane-744865_960_720.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494624/original/004797900_1770301548-000_33YZ6V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500323/original/022128900_1770860747-cumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496077/original/078576300_1770463228-042749200_1609160437-agto-nugroho-NYMRvWePmn8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5255810/original/088495200_1750217573-7562353d-49c2-431a-8e3d-ddbe88078888.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5011743/original/058200900_1731999276-IMG-20241119-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1788667/original/039933600_1512278961-IMG-20171202-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491919/original/015759500_1770110370-gambar__16_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491763/original/081988600_1770105900-tepung_hunkwe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492331/original/027854200_1770168653-masak_nasi_goreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3258137/original/033595800_1601883890-food-3232549_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502159/original/000958200_1770970294-1500_x_845.jpg)