Mengenal Press On Nails Sederhana yang Kini Jadi Andalan Manikur Praktis dan Hemat

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Press on nails kini menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin memiliki kuku cantik tanpa harus rutin melakukan perawatan di salon. Beragam pilihan warna, bentuk, dan desain membuat kuku tempel mudah dipadukan dengan berbagai gaya dan kesempatan.

Pengaplikasiannya yang bisa dilakukan sendiri di rumah juga menjadi daya tarik, terlebih harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan perawatan kuku secara berkala di salon.

Meski menawarkan kemudahan, penggunaan press-on nails tetap perlu dilakukan dengan tepat. Pasalnya, kuku tempel kerap dikaitkan dengan risiko kuku asli menjadi rapuh atau mengelupas, padahal kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh produk kuku tempel itu sendiri.

Melansir NBC News, Senin (7/9/2026), dokter kulit bersertifikat di DermOnDemand, Dr. Hannah Kopelman, mengatakan press-on nails pada dasarnya tidak berbahaya bagi kuku. Menurutnya, masalah lebih sering muncul akibat cara penggunaan yang keliru.

Salah satunya adalah memakai press-on nails terus-menerus tanpa memberi kesempatan bagi kuku alami untuk beristirahat. Pemasangan dan pelepasan yang dilakukan secara tidak tepat juga dapat membuat permukaan kuku lebih mudah mengalami kerusakan.

Perhatian serupa perlu diberikan pada penggunaan lem. Pada sebagian orang, bahan perekat dapat memicu iritasi atau reaksi alergi. Penggunaan lem secara berlebihan pun berisiko membuat lempeng kuku lebih kering dan lemah. Karena itu, teknik pemasangan dan pelepasan yang tepat menjadi kunci agar kuku tetap sehat.

Memasang Kuku Tempel dengan Aman

Cara memasang kuku tempel juga perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi kuku alami. Beberapa produk menyarankan pengguna menggosok permukaan kuku sebelum mengaplikasikan lem agar daya rekatnya lebih optimal. Namun, langkah ini sebaiknya dilakukan dengan lembut dan tidak berlebihan.

"Jangan menggosok kuku terlalu keras. Cukup ratakan permukaannya dengan lembut. Menggosok berlebihan dapat menipiskan kuku dan membuatnya lebih rentan," ujar Kopelman.

Penggunaan lapisan dasar gel sebelum lem juga dapat membantu melindungi kuku sekaligus menjaga daya rekat, sehingga risiko kuku alami ikut terkelupas saat press-on nails dilepas dapat diminimalkan.

Pemilihan lem pun tak kalah penting. Kopelman menyarankan produk yang bebas formaldehida karena bahan tersebut berisiko memicu dermatitis kontak dan kerusakan kuku. Lem berbahan etil sianoakrilat dapat menjadi pilihan karena memberikan daya rekat kuat. Meski begitu, gunakan secukupnya agar kuku tetap terlindungi.

Cara Aman Melepas Kuku Tempel

Proses melepas press on nails perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak ikut menarik atau merusak kuku alami. Berikan waktu agar lem melunak sehingga kuku dapat dilepaskan dengan lebih aman.

Cara yang dapat dilakukan adalah mengoleskan lotion atau minyak di sekitar jari dan area kutikula sebelum proses pelepasan. Setelah itu, kuku dapat direndam menggunakan aseton dan dibiarkan beberapa saat hingga lem melunak. Jangan terburu-buru menarik kuku tempel karena dapat membuat kuku alami ikut terangkat.

Cara sederhana untuk melakukannya adalah dengan menuangkan aseton ke dalam mangkuk kecil, kemudian mencelupkan kuku hingga kuku tempel mulai terasa lebih mudah dilepaskan.

Sebagai alternatif, pengguna juga dapat menggunakan penghilang lem kuku. Produk ini umumnya memiliki ujung logam tipis yang dapat ditempatkan pada celah antara kuku tempel dan kuku alami untuk membantu melunakkan lem sebelum kuku dilepaskan secara perlahan.

Pilihan Press on Nails Sesuai Kebutuhan

Pemilihan press-on nails dapat disesuaikan dengan bentuk kuku, gaya, serta durasi pemakaian. Glamnetic, misalnya, menawarkan beragam pilihan bentuk dan panjang, mulai dari super pendek hingga almond, squoval, coffin, dan persegi.

Setiap kemasan berisi 30 kuku dengan 15 ukuran berbeda, sehingga pengguna dapat menemukan ukuran yang paling pas dengan kuku alami. Pilihan desainnya pun beragam, dari warna polos hingga motif yang lebih menarik.

Sementara itu, Kiss Everlasting French Nails bisa menjadi alternatif dengan harga lebih terjangkau. Kuku tempel ini hadir dengan desain manikur Prancis berbentuk squoval dan dilengkapi lem, kikir kuku, serta tongkat manikur.

Untuk tampilan yang lebih playful, Nail Reformation menawarkan kuku tempel berbentuk almond dengan panjang sedang. Beragam desainnya dapat menciptakan kesan kuku lebih jenjang tanpa perlu rutin melakukan perawatan di salon.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |