Liputan6.com, Jakarta - Meghan Markle kembali menyindir aturan di Kerajaan Inggris selama ia jadi anggota senior kerajaan yang bekerja. Secara khusus, ia membahas kewajiban mengenakan stoking selama menghadiri acara resmi.
Dalam wawancara terbaru dengan Emily Chang dari Bloomberg, Meghan mengeluh soal keharusan 'memakai stoking berwarna kulit sepanjang waktu.' Ia menyebut bahwa aturan itu 'terasa agak tidak autentik' baginya.
"Jujur saja, itu bukan diri saya yang sebenarnya. Saya belum pernah melihat stoking sejak film-film di tahun 1980an. Rasanya agak tidak autentik," kata Meghan saat ditanya soal definisi autentisitas versinya sebagai seorang Duchess, dikutip dari NY Post, Kamis, 28 Agustus 2025.
"Itu contoh yang konyol, tapi itu contoh ketika Anda ingin berpakaian sesuka hati dan mengatakan hal-hal yang benar, dan Anda mampu tampil di tempat itu secara organik dan autentik. Itulah arti merasa nyaman dengan diri sendiri," lanjut istri Pangeran Harry itu. "Itu telah melewati beberapa bab dalam hidup saya."
Acara Netflix Meghan Markle Banjir Kritik
Meghan mengaku saat ini merasa tidak perlu membuktikan apapun. Meski begitu, warganet mengkritik omongannya dengan mengingatkan bahwa menjadi anggota kerajaan yang bekerja adalah sebuah pekerjaan dengan sederet aturan yang harus dipatuhi, seperti halnya bekerja kantoran yang memiliki aturan berpakaian tertentu.
Wawancara Meghan terbit hanya beberapa jam setelah Netflix merilis delapan episode baru serial gaya hidupnya. Edisi itu mengikuti format yang mirip dengan musim pertama, dengan mantan aktris tersebut berbagi kiat dan trik untuk jadi tuan rumah pertemuan dan menyelaraskan hobi di rumah.
Episode-episode tersebut menampilkan teman-teman selebritas Meghan, termasuk Chrissy Teigen, Tan France, dan Jay Shetty, sebagai bintang tamu. Hanya beberapa jam setelah dirilis, musim kedua sudah dikritik habis-habisan oleh para kritikus Inggris yang mengecam acara tersebut sebagai "tidak peka" dan "memanjakan diri sendiri."
Dianggap Omong Kosong
Dalam ulasan bintang duanya, The Telegraph menyebut episode-episode terbaru Meghan 'cari perhatian,' dan mengatakan episode-episode itu hanya "sedikit lebih ringan" daripada musim pertama. Sementara, The Times of London menilai episode terbaru acara Meghan adalah "sebuah serial yang mencari makna, dipimpin seorang perempuan yang membutuhkan uang."
Dalam ulasannya tentang musim kedua, editor kerajaan The Sun, Matt Wilkinson, menyebut serial itu "memanjakan diri sendiri." Sementara itu, The Guardian mengatakan episode-episode baru Meghan "sangat dibuat-buat."
Episode-episode itu juga dikecam koki selebritas Jameson Stocks, yang sebelumnya memasak untuk keluarga kerajaan.
"Saya mencoba untuk tetap berpikiran terbuka, berharap ini mungkin sebuah peningkatan dari musim pertama," kata Stocks, 41, secara eksklusif pada The Post. "Tapi baru dua menit, saya sudah muak dengan omong kosong ini."
Meghan Markle Ubah Gaya Busana
Untuk musim ke-2 program Netflixnya, "With Love, Meghan," Meghan tampil dengan gaya busana berbeda. Perubahan itu dinilai sebagai pesan 'tersembunyi' yang ditujukan pada keluarga Kerajaan Inggris.
Mengutip Page Six, Kamis, 21 Agustus 2025, penata gaya pribadi dan konsultan citra yang berbasis di California, Amerika Serikat, Cynthia Kennedy mengatakan pada Daily Mail bahwa Duchess of Sussex telah mengubah gaya busananya secara signifikan jadi tampilan yang lebih "modern" untuk musim mendatang serial gaya hidupnya.
"Gaya barunya mengirimkan pesan pada semua orang yang (mengatakan), 'Saya tidak perlu berpakaian seperti seorang Duchess lagi — saya bisa berpakaian seperti diri saya sendiri, dan menjadi lebih mudah didekati, modern, autentik, dan apa adanya,'" ujar Kennedy.
"Pilihannya terasa disengaja dan lebih seperti langkah sadar menuju kenyamanan, kerentanan, keterhubungan, dan kemudahan tanpa kehilangan kesan elegan," tambahnya.