Liputan6.com, Jakarta - Kepergian Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia setelah dilindas mobil rantis Brimob, Jumat malam, 28 Agustus 2025, menciptakan gelombang duka mendalam di media sosial. Tidak hanya awam, para pesohor juga ikut menyuarakan kesedihan, sekaligus kemarahan mereka atas kejadian nahas tersebut.
Di antara banyak narasi, tidak sedikit yang menggunakan emoji bunga mawar layu sebagai simbol belasungkawa mereka. Melansir Flying Flowers, Jumat (29/8/2025), emoji ini dikenal melambangkan patah hati dan duka.
"Entah Anda sedang mengirim pesan pada teman untuk mengungkapkan kesedihan, mengirimkan ucapan 'turut berduka cita,' atau sedang merasa sedih, padukan emoji mawar layu dengan emoji lain saat Anda kehabisan kata-kata," tulis situs web tersebut.
Sejumlah selebritas yang turut bersuara atas ketidakadilan yang menghilangkan nyawa si driver ojol antara lain Tara Basro, Joko Anwar, Desta, Iqbaal Ramadhan, Anya Geraldine, Jefri Nichol, Wulan Guritno, Raisa, dan Ariel NOAH. Keprihatinan juga datang dari desainer Didiet Maulana dan desainer perhiasan, Wanda Ponika
Jaket Sobek dan Sepatu Lusuh
Sementara keadilan untuk Affan terus diperjuangkan, jaket sobek dan sepatu lusuh mendiang jadi saksi bisu atas kejadian mengerikan tersebut. Barang-barang milik Affan diperlihatkan seorang perempuan, yang diduga anggota keluarganya, lapor kanal News Liputan6.com.
Jaket yang dipakai mendiang saat kejadian tampak sobek parah di bagian punggung bawah dan lengan. Noda hitam tercetak jelas di sana. Selain jaket, celana panjang yang dikenakan Affan pun terlihat sobek.
Keluarga juga perlihatkan sepatu putih lusuh milik pria berusia 21 tahun tersebut. Barang-barang milik Affan dikeluarkan satu per satu dari dalam kantong plastik.
Saat demo ricuh di Pejompongan, semalam, Affan ternyata tidak sedang ikut unjuk rasa, melainkan bekerja mengantarkan pesanan dari pelanggan. "Enggak (ikut demo) lagi antar ini paket," ujar kakek Affan, Fachrudin, 73, pada wartawan di TPU Karet Bivak, tempat cucunya dikuburkan.
Terjebak di Tengah Massa
Setelah selesai mengantarkan pesanan pelanggan dan hendak ke tujuan berikutnya, Affan terjebak di tengah massa di Jalan Pejompongan.
"Dia bahkan sudah ke pinggir. Nah pas ibu-ibu dari dalam kena semprotan gas air mata, pada lari keluar, bereaksi lah," kata Fachrudin. "Itulah ketabrak lah."
Divisi Propam Polri memeriksa tujuh anggota Brimob dalam kasus kematian driver ojol tersebut. Akun Instagram Divisi Propam Polri menayangkan secara langsung proses pemeriksaan tujuh anggota yang berada di dalam mobil rantis.
Identitas para pelaku adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y dan Baraka D. Pantauan News Liputan6.com, Jumat, live di akun Instagram itu bertuliskan, "Pemeriksaan Kode Etik Terhadap 7 Personel di Divpropam Polri."
Dibawa ke Polda Metro Jaya
Mereka mengenakan kaus hijau, bertuliskan "Titipan Divpropam Polri" di bagian punggung. Ketujuhnya berhadapan dengan empat orang berpakaian batik, yang memimpin pemeriksaan. Sempat terdengar komunikasi dua arah dalam siaran langsung tersebut.
Menuntut keadilan untuk Affan, massa driver ojol menggeruduk Mako Brimob Kwitang, Jakarta, Jumat (29/8/2025), lapor kanal News Liputan6.com. Perwakilan Brimob yang menemui massa memastikan, pihaknya telah mengamankan tujuh orang anggota Brimob yang ada di dalam mobil saat kejadian.
"Ada di Polda, sudah dibawa. Nanti akan dirilis oleh Polda Metro Jaya. Kami minta maaf, sekali lagi kami minta maaf, tidak ada kesengajaan dari kami," kata perwakilan Brimob melalui pengeras suara.
Sementara itu, petugas keamanan menyekat arus lalu lintas menuju arah Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi, terkait aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob.