Korea Selatan Kembangkan Kereta Api Tercepat Kedua di Dunia, Bisa Melaju 370 Km/Jam

2 weeks ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Korea Selatan telah menyelesaikan pengembangan teknologi inti untuk kereta api cepat generasi mendatang. Dengan kecepatan operasional 370 km/jam, kereta api yang dinamai EMU-370 itu diklaim akan menjadi kereta tercepat kedua di dunia dalam hal kecepatan operasional komersial.

Pada Senin, 22 Desember 2025, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan menerangkan kereta api cepat itu memiliki kecepatan maksimum mencapai 407 km/jam. Pengembangannya dilakukan di bawah program penelitian dan pengembangan nasional yang dipimpin oleh Institut Penelitian Kereta Api Korea (KRRI).

Proses penelitian melibatkan tujuh organisasi publik dan swasta. Mengutip Korea Times, sebanyak 22,5 miliar won (sekitar Rp255,1 miliar) diinvestasikan dalam proyek yang berlangsung dari April 2022 hingga Desember 2025, termasuk 18 miliar won dari pemerintah dan 4,5 miliar won dari perusahaan swasta. Pemerintah berencana untuk memulai produksi kereta EMU-370 pertama tahun depan dan melakukan uji operasional pada 2030, dengan komersialisasi diharapkan setelah 2031.

Mengutip Chosun.biz, teknologi inti kereta generasi berikutnya itu mencakup motor berkecepatan tinggi dan desain aerodinamis untuk mengurangi hambatan udara. Motor, komponen penting yang mentransfer daya listrik ke roda, telah ditingkatkan menjadi 560 kW, peningkatan daya sebesar 47,4 persen dibandingkan dengan KTX-Cheongryong yang saat ini beroperasi (380 kW).

Motor 560 kW menghasilkan daya setara dengan enam kendaraan Hyundai Avante (1600cc) secara bersamaan. Dengan 24 motor terpasang, EMU-370 akan memiliki daya gabungan setara dengan 144 Hyundai Avante. Meskipun daya meningkat, berat motor hanya bertambah 18 persen.

Peningkatan Teknologi dan Rencana Penggantian Rel Kereta

Dengan teknologi baru, hambatan udara berkurang lebih dari 12 persen dibandingkan dengan KTX-Cheongryong. Bagian depan kereta didesain ulang agar lebih rendah dan lebih halus, mirip dengan mobil sport, sehingga secara signifikan mengurangi hambatan udara. Selain itu, sistem ventilasi dan pendingin udara yang sebelumnya menonjol dari atap kereta kini terintegrasi agar semakin mengurangi hambatan.

Stabilitas dan kenyamanan perjalanan juga ditingkatkan. Modifikasi pada sistem suspensi, termasuk pegas udara dan peredam, mengurangi getaran lebih dari 30 persen dibandingkan model yang ada. Tingkat kebisingan interior diturunkan menjadi 68–73 desibel, 2 desibel lebih tenang daripada KTX-Cheongryong dan lebih senyap daripada kereta cepat luar negeri (72–76 desibel).

Namun, mencapai kecepatan 370 km/jam membutuhkan peningkatan infrastruktur paralel, seperti penggantian rel balas dengan lempengan beton di bagian tertentu. Karena penutupan jalur secara penuh tidak mungkin dilakukan, KRRI mengembangkan teknologi tertentu.

Bisa Persingkat Perjalanan hingga 2 Jam Saja

Teknologi itu diperlukan untuk mengganti rel balas dengan lempengan beton secara berurutan selama jendela waktu empat jam di malam hari ketika kereta tidak beroperasi. Hal ini membutuhkan koordinasi yang tepat, termasuk menghilangkan balas, membuat panel beton terlebih dahulu, dan menyelaraskan ketinggiannya dalam waktu yang ditentukan.

Kereta cepat itu akan berkapasitas 479 penumpang. Pemerintah mengatakan EMU-370 akan memungkinkan semua wilayah domestik dapat dijangkau dalam waktu dua jam, sehingga meningkatkan keseimbangan ekonomi regional.

Para pejabat juga berharap Korea akan memperkuat posisinya di pasar kereta api berkecepatan tinggi global, yang semakin bergerak menuju kereta api yang mampu mencapai kecepatan 350 km/jam atau lebih cepat. Saat ini, kereta api berkecepatan tinggi tercepat di dunia yang sedang dalam uji operasi adalah ‘CR450’ milik China, dengan kecepatan tertinggi 400 km/jam (standar operasi komersial), dan ditargetkan beroperasi pada 2027.

Korea Selatan Targetkan Ekspor Kereta Cepat

Korea Selatan (KTX-Cheongryong), Prancis (TGV), dan Jepang (Shinkansen) mengoperasikan kereta api dengan kecepatan 320 km/jam. Sebuah sumber dari KRRI menyatakan, "Meskipun negara lain juga mengembangkan teknologi, kemajuan mereka tertinggal dari kita. Kita telah mengamankan keunggulan kompetitif."

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi berencana memesan 16 rangkaian kereta generasi berikutnya pada paruh pertama tahun depan. Seorang pejabat kementerian menyatakan, "Pasar kereta api berkecepatan tinggi yang melebihi 350 km/jam diperkirakan akan berkembang secara signifikan. Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi kami, kami bertujuan untuk memberikan kontribusi besar pada ekspor ke luar negeri."

Sementara, Indonesia mulai mengadopsi penggunaan kereta api cepat lewat Whoosh yang kecepatannya bisa mencapai 350 km/jam. Whoosh menjadi kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, yang mampu memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 30-45 menit saja.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |