Kolaborasi Swasta dan Rakyat Bantu Korban Banjir Sumatera, Kerahkan 2 Pesawat Carter untuk Kirim 30 Ton Logistik

4 weeks ago 62

Liputan6.com, Jakarta - Bantuan untuk korban bencana banjir Sumatera terus bergulir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari pihak swasta. Kolaborasi antara ParagonCorp dengan Kitabisa, Salam Setara, dan Baitul Maal Merapi Merbabu (BM3) memberangkatkan Armada Kemanusiaan Peduli Bencana Sumatera pada Jumat, 12 Desember 2025.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 13 Desember 2025, armada itu menerbangkan dua pesawat carter kargo dari Jakarta yang membawa muatan total 30 ton bantuan logistik. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada para penyintas di wilayah terdampak.

Bantuan tersebut terkumpul dari hasil 30 kampanye penggalangan dana yang diinisiasi oleh berbagai influencer, komunitas, dan public figure melalui platform Kitabisa. Di antara inisiatif tersebut, terdapat galang dana dari Ferry Irwandi yang hasilnya dijadwalkan masuk dalam tahap distribusi gelombang berikutnya. Kolaborasi itu juga melibatkan jaringan Ustadz Salim Fillah serta dukungan dari berbagai organisasi kemanusiaan lainnya.

Dalam seremoni pelepasan yang berlangsung kemarin, Ustadz Salim Fillah menyoroti pentingnya persatuan dalam menghadapi krisis ini. Ia menegaskan bahwa beban bencana yang berat ini memerlukan kerja sama erat antara lembaga kemanusiaan, korporasi, akademisi, dan musisi.

"Atas izin Allah, kami berkolaborasi bersama lembaga kemanusiaan, korporasi, akademisi, dan musisi yang mewakili masyarakat Indonesia. Sebab bencana ini terlalu berat, kita perlu bersama-sama mengatasinya. Semua pihak memiliki peran kunci," ujarnya.

Strategi Distribusi Terarah ke Aceh dan Sumatera Utara

Guna memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan secara efektif, dua pesawat yang diberangkatkan memiliki rute dan target distribusi yang berbeda. Pesawat pertama difokuskan menuju provinsi Aceh dengan membawa muatan logistik spesifik, terdiri dari makanan siap saji, genset untuk pasokan listrik darurat, perangkat internet Starlink untuk memulihkan komunikasi, paket filter air bersih, perlengkapan sanitasi, serta bantuan pendukung lainnya.

Operasional distribusi dari pesawat pertama ini dikoordinasikan langsung oleh tim BM3. Target penyaluran meliputi Takengon, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Tengah. 

Sementara, pesawat kedua diterbangkan menuju Medan, Sumatera Utara. Pesawat ini mengangkut logistik berupa makanan siap saji, 500 paket bantuan container box berukuran 30 liter, bubur bayi untuk kebutuhan nutrisi balita, paket filter air, serta produk-produk kebersihan dan sanitasi dari Paragon Corp. Logistik yang tiba di Medan diproyeksikan untuk menyasar wilayah Kabupaten Langkat, Tapanuli, serta Kabupaten Aceh Tamiang. 

Peran Krusial Korporasi dan Komitmen Keberlanjutan

Paragon Corp berperan vital dengan memfasilitasi penyewaan pesawat kargo yang menjadi moda transportasi utama misi ini. Astri Wahyuni, Corporate Affairs ParagonCorp, menyatakan bahwa dukungan tersebut diberikan setelah berkoordinasi dengan para mitra.

"Kami terus berkomunikasi dengan para mitra, termasuk Kitabisa, dan mendapatkan informasi bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah alat transportasi untuk membawa bantuan dari Jakarta ke lokasi bencana," jelas Astri saat melepas pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma. 

Ia berharap agar sinergi ini tidak berhenti pada satu pengiriman saja. "Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Ini tidak berhenti sampai di sini," tambahnya.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut adalah Ahmad Mujahid, Executive Director Salam Setara yang mewakili ekosistem Kitabisa. Ia menyampaikan pesan solidaritas bagi para korban. "Mohon doanya semoga bantuan yang kita terbangkan hari ini dapat diterima keluarga-keluarga yang membutuhkan di Sumatera," ucap Ahmad. 

Pelepasan dihadiri pula perwakilan mitra lain seperti Rumah Zakat, Ikatan Alumni ITB (IA ITB), dan komunitas PAPMM–IPB. Seluruhnya bersepakat melanjutkan kerja sama hingga fase pemulihan pascabencana nanti.

Dampak Bencana dan Data BNPB Terkini

Hingga pekan kedua pascabencana, dampak kerusakan akibat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih sangat terasa bagi masyarakat Sumatera. Proses pendistribusian bantuan terus dilakukan secara maraton sejak 12 hari pascaperistiwa awal.

Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap, seiring terusmengalirnya donasi dari berbagai kalangan, organisasi, dan komunitas masyarakat yang disalurkan melalui platform Kitabisa. Kebutuhan di lapangan masih dinamis dan memerlukan suplai logistik yang berkelanjutan.

Berdasarkan data resmi terakhir yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 11 Desember 2025, 52 kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak langsung oleh rangkaian bencana hidrometeorologi ini.  Kerusakan fisik meliputi 157 ribu unit rumah warga yang rusak serta lebih dari 2.000 fasilitas umum yang terganggu fungsinya.

Dari sisi korban jiwa, BNPB mencatat 990 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 225 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara lebih dari 5.000 orang lainnya terluka.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |