Kampanye Kirim Barron Trump ke Medan Perang Viral, Protes Warga AS yang Tolak Serangan ke Iran

15 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Iran dan membunuh Ayatollah Ali Khomenei dan keluarganya, bersama Israel, tak serta-merta didukung warganya. Mereka yang kontra menunjukkan protes lewat beragam medium, termasuk menyuarakan tagar #SendBarron di media sosial, yakni menyindir agar Donald mengirim Barron Trump ke medan perang.

Mengutip Euronews, Kamis (5/3/2026), Donald Trump dikritik karena ketidakpeduliannya terhadap korban jiwa yang jatuh akibat Operasi Epic Fury, proyek serangan militernya yang memicu perang dengan Iran. Selama pidato singkatnya pada upacara pemberian Medali Kehormatan, Selasa, 3 Maret 2026, sejumlah komentator mencatat bahwa Trump tampak tak acuh terhadap kematian, lebih memilih membicarakan rencananya untuk ruang dansa baru di Gedung Putih.

Hal itu memicu spekulasi apakah pria yang menyebut dirinya 'Presiden Perdamaian' itu akan bereaksi berbeda jika putra bungsunya sendiri dikerahkan. Dengan pemikiran itu, mantan penulis South Park, Toby Morton meluncurkan situs web satir, DraftBarronTrump.com yang kini viral.

Situs tersebut menantang Donald Trump untuk mengirim putra bungsunya, Barron, ke medan perang. Situs itu mengutip 'keberanian' dan 'gen yang terbukti' Trump sebagai argumen untuk mengirim putranya yang berusia 19 tahun ke medan perang - sambil menampilkan foto-foto Barron yang sedang tidur siang.

"Amerika kuat karena para pemimpinnya kuat," demikian subjudul situs web tersebut. "Presiden Trump membuktikannya setiap hari. Tentu saja, putranya Barron lebih dari siap untuk membela negara yang dipimpin ayahnya dengan begitu berani."

"Pengabdian adalah kehormatan. Kekuatan diwariskan. Semoga Barron diberkati."

Isi Pesan Sindiran Pembuat Situs

Situs yang digambarkan 'didedikasikan untuk menghormati suara-suara terkuat dan paling berani dalam perang', juga menampilkan kesaksian yang absurd. Salah satunya dari saudara laki-laki Barron, Donald Trump Jr..

"Momen ini sebenarnya tentang Barron, oke? Selalu begitu. Dia mewakili kekuatan, keberanian, dan pengabdian. Saya akan menghormati pengorbanan itu dengan cara saya sendiri, terutama dengan membicarakannya dari jarak yang aman," tulisan satir di laman itu.

Beda lagi pesan yang seolah-olah ditandatangani Eric Trump. "Orang selalu mengatakan saya bodoh, yang sama sekali tidak adil, karena saya mengerti banyak tentang pancake. Pancake itu rumit. Ada adonan, panas, dan waktu. Jika Anda terburu-buru, Anda akan merusak semuanya. Saya banyak memikirkan pancake. Kebanyakan pancake."

Morton, yang terkenal karena membeli nama situs web dan membuat situs satir, telah mempromosikan situs web tersebut di media sosial, bersama dengan situs lain: ResignChuck.com. Situs itu menyerukan pengunduran diri pemimpin Partai Demokrat Chuck Schumer karena dugaan kurangnya penentangan terhadap tindakan Trump.

Cara Berkelit Donald Trump dari Wajib Militer

Peluncuran DraftBarronTrump.com memicu tagar #SendBarron menjadi trending topic, dengan ribuan pengguna media sosial menuntut agar Barron dipanggil untuk bertugas bersama para prajurit yang telah dikirim ayahnya ke medan perang. Banyak juga yang memanfaatkan titik sensitif, yaitu wajib militer bagi keluarga Trump.

Donald Trump terkenal menggunakan diagnosis taji tulang untuk menghindari wajib militer Vietnam. Dr. Elysa Braunstein dan Sharon Kessel, putri dari dokter spesialis kaki asal Queens, Dr. Larry Braunstein, yang menandatangani diagnosis taji tulang asli, mengatakan kepada The New York Times bahwa itu adalah 'bantuan' dari ayah mereka kepada ayah Trump, Fred Trump - yang merupakan pemilik rumah kontrakan Braunstein.

Tapi, apakah Barron Trump bisa menghindari wajib militer seperti ayahnya? Jawabannya bisa karena tinggi badannya. Barron memiliki tinggi 205 cm, melebihi batas tinggi maksimum untuk sebagian besar cabang militer, yang membatasi tinggi pendaftaran pada 203 cm.

3 Watak Barron Trump yang Tuai Pujian

Terlepas dari ayahnya yang kontroversial, situs economictimes yang dikutip Senin, 28 April 2025, mengungkap apa watak Barron Trump yang tak banyak diketahui dari penjahitnya, Nathan Pearce. Ia menggambarkan sosok pemuda yang karismatik dan rendah hati dalam sebuah wawancara.

Itu terjadi setelah penampilan publik langka pemuda kelahiran pada 20 Maret 2006 itu pada pelantikan Presiden 2025, saat ayahnya Donald Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47.

"Barron Trump adalah anak yang rendah hati, sangat cerdas, dan sangat tegas dalam memilih pakaiannya," ungkap Pearce dalam sebuah wawancara dengan Women's Wear Daily, diterbitkan 20 Januari 2025.

Pearce mengatakan Barron Trump tidak seperti anak berusia 18 tahun --saat wawancara pada Januari 2025; dia jauh melampaui usianya dalam hal pengalaman, dan pengetahuan dalam sejarah. Pengusaha itu kemudian menceritakan pengalamannya mengunjungi Barron di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida.

"Dia rendah hati, baik hati, dan ramah," tutur Nathan. "Saya sangat senang mengenalnya selama satu atau dua tahun terakhir," imbuh Nathan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |