Jelang Konser BTS Gratis di Seoul, Akomodasi Nakal Digeruduk Aparat

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Konser BTS gratis yang akan berlangsung pada 21 Maret 2026 di Kota Seoul hanya tinggal beberapa hari lagi. Tak ingin citra kota tercoreng, pemerintah kota setempat mulai menggeruduk sejumlah akomodasi nakal di dekat Gwanghwamun. 

Mengutip Korea Times, Senin (9/3/2026), berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Kesehatan Masyarakat, pemilik usaha perhotelan harus menampilkan sertifikat pendaftaran usaha mereka di dalam tempat usaha dan memasang tabel tarif kamar di meja resepsionis.

Selama inspeksi khusus yang dilakukan di pusat Kota Seoul pada 25 Februari hingga 4 Maret 2026, 18 hotel dan fasilitas penginapan lainnya dinyatakan melanggar aturan karena gagal menampilkan tarif kamar resmi atau sertifikat pendaftaran usaha, kata Pemerintah Metropolitan Seoul pada Minggu, 8 Maret 2026.

Biro kepolisian yudisial khusus kota, bekerja sama dengan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, akan secara resmi menindak ke-18 tempat usaha yang melanggar dan menyelidiki kasus tersebut. Para pelanggar dapat menghadapi hukuman penjara hingga enam bulan atau denda hingga 5 juta won (Rp56,7 juta), tergantung pada tingkat pelanggarannya.

Pejabat kota juga akan meminta Kantor Distrik Jongno dan Jung untuk menjatuhkan sanksi, mulai dari perintah korektif dan penangguhan singkat hingga penutupan bisnis untuk pelanggaran berat atau berulang. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran atas praktik penipuan harga menjelang konser BTS Gwanghwamun yang sangat dinantikan.

Konser itu merupakan penampilan comeback grup lengkap pertama setelah menyelesaikan wajib militer dan konser luar ruangan berskala besar pertama mereka di kota itu dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami akan terus menindak dan menginvestigasi intensif terhadap praktik ilegal di fasilitas penginapan hingga hari konser agar wisatawan asing yang mengunjungi Seoul untuk penampilan comeback BTS tidak mengalami kerugian atau ketidaknyamanan," kata Byun Kyung Ok, kepala biro polisi yudisial khusus kota tersebut.

Objek Wisata di Sekitar Lokasi Konser Ditutup

Konser BTS membuat sejumlah objek wisata di sekitar lokasi konser ditutup. Museum Nasional Sejarah Kontemporer Korea akan tutup pada 21 Maret 2026, sementara Pusat Seni Pertunjukan Sejong telah membatalkan atau menjadwal ulang beberapa pertunjukan, termasuk musikal, drama, dan balet.

Begitu pula dengan Istana Gyeongbok, istana kerajaan utama Dinasti Joseon selama periode 1392--1910. Menurut Pusat Istana dan Makam Layanan Warisan Korea, istana yang terletak sekitar 230 meter dari Lapangan Gwanghwamun akan tetap ditutup selama konser yang berlangsung pada Sabtu. Padahal, tempat itu biasanya dibuka pada akhir pekan dan ditutup setiap Selasa.

Museum Istana Nasional Korea juga sedang mempertimbangkan apakah akan tutup pada hari itu. Konser tersebut diperkirakan akan berlangsung sekitar satu jam, kata HYBE, dengan menyebutkan lokasi Lapangan Gwanghwamun di salah satu area tersibuk di Seoul.

"Perusahaan menetapkan durasi konser untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional," kata HYBE, dikutip dari Korea Times, Minggu, 1 Maret 2026.

Pengamanan Super Ketat di Seoul

Di sisi lain, Pemerintah Kota Seoul dan Kepolisian Metropolitan Seoul telah menyiapkan skema pengamanan super ketat untuk mengantisipasi kerumunan dalam konser BTS mendatang. Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Rabu, 4 Maret 2026, diperkirakan sekitar 260 ribu orang akan datang pada konser gratis "BTS The Comeback Live Arirang" di Lapangan Gwanghwamun Square di pusat Seoul dengan 15.000 tiket telah habis seketika setelah dirilis pada 23 Februari 2026.

Panggung utama diperkirakan akan dipasang di sisi utara Lapangan Gwanghwamun, menurut pemerintah kota. Sekitar 27 ribu kursi akan disiapkan dari lapangan hingga Taepyeong ro dekat Seoul Plaza, termasuk sekitar 14 ribu untuk bagian berdiri di seberang Lapangan Gwanghwamun dan Sejong daero, dan 13 ribu kursi lainnya di area Taepyeong ro. 

Kepolisian Seoul telah membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin langsung Wakil Kepala Badan Kepolisian bidang keselamatan publik untuk mengoordinasikan seluruh persiapan di lapangan. Rapat peninjauan juga digelar untuk merampungkan rencana keseluruhan pengamanan untuk operasional acara.

Antisipasi Potensi Kerusuhan hingga Terorisme

Seiring dengan persiapan pusat kota Seoul untuk berubah menjadi tempat acara luar ruangan yang besar, Pemerintah Metropolitan Seoul mulai memperketat kontrol keselamatan. Seorang perwakilan Seoul mencatat bahwa kota tersebut telah mengadakan konsultasi awal dengan HYBE mengenai berbagai langkah, mulai dari pengendalian kerumunan hingga pembatasan lalu lintas dan menambahkan bahwa kekurangan tambahan akan diatasi seiring dengan berlanjutnya persiapan.

Polisi sudah mulai berkampanye dan penyuluhan keselamatan publik beberapa hari sebelum acara guna mengedukasi massa yang akan memadati area dari Gwanghwamun hingga Istana Deoksu, Sebanyak 13 tim khusus dari sembilan kantor polisi dikerahkan untuk menangani potensi kerusuhan, kekerasan, hingga ancaman terorisme.

Fokus utama petugas adalah mencegah penumpukan massa saat penonton dan artis meninggalkan lokasi guna menghindari insiden desak-desakan, Dengan perkiraan jumlah penonton yang besar, Seoul telah menyediakan 894 toilet umum di sekitar lokasi, beserta toilet portabel yang akan disediakan oleh HYBE dan kantor distrik.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |