Istana Élysée Paris Kecurian, Peralatan Makan Perak Senilai Hampir Rp790 Juta Dijual di Situs Lelang

2 weeks ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Kasus pencurian di institusi penting Prancis kembali terbongkar. Kali ini, penyidik menangkap seorang petugas perak yang bekerja di Istana Élysée, Paris, karena mencuri peralatan makan perak dan porselen.

Mengutip The Guardian, Senin, 22 Desember 2025, para penyidik menangkap pria itu dan dua tersangka lainnya pekan lalu. Mereka dituduh mengambil barang-barang itu dari kediaman resmi presiden Prancis di Paris dan mencoba menjualnya di situs lelang online seperti Vinted.

Kepala petugas di istana tersebut memberi tahu pihak berwenang tentang barang-barang yang hilang, beberapa di antaranya dianggap sebagai barang warisan nasional. Nilai total barang-barang yang dicuri diperkirakan mencapai 40.000 euro (sekitar Rp789,7 juta).

Menurut para penyelidik, akun Vinted pria tersebut menawarkan di antaranya piring berstempel "Angkatan Udara Prancis" dan asbak bertanda "Pabrik Sèvres" – barang-barang yang biasanya tidak tersedia untuk masyarakat umum. Sebagian besar barang diproduksi oleh Pabrik Sèvres di Paris, sebuah pabrik porselen terkenal yang dimiliki negara Prancis sejak 1759.

Penyidik juga mengatakan telah menemukan sekitar 100 benda di rumah, kendaraan, dan loker pribadinya, termasuk porselen Sèvres, patung René Lalique, gelas sampanye Baccarat, dan panci tembaga. Para penyidik ​​mulai menanyai staf Élysée setelah personel pabrik mengenali beberapa barang yang hilang di situs lelang.

Kasus pencurian ini merupakan kejadian yang tidak diinginkan setelah serangkaian perampokan di Louvre dan museum-museum Prancis lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang pengamanan yang longgar di lembaga-lembaga budaya negara tersebut.

Pencurian Dinilai Sudah Direncanakan

Seorang pengurus perak (silver steward) bertugas dalam penyimpanan dan perawatan peralatan makan dan barang-barang serupa yang digunakan oleh presiden, keluarga kerajaan yang berkunjung, dan pejabat tinggi lainnya. Jaksa penuntut mengatakan catatan inventaris yang dibuat pengurus yang ditangkap tersebut memberikan kesan bahwa ia merencanakan pencurian di masa mendatang. 

Ketiga tersangka pencurian sudah muncul di pengadilan pada 18 Desember 2025 dan akan diadili pada 26 Februari 2026. Mereka ditempatkan di bawah pengawasan yudisial, dilarang saling menghubungi, dilarang hadir di tempat lelang, dan dilarang melakukan aktivitas profesional mereka, demikian dilaporkan Associated Press.

Barang-barang yang ditemukan kembali sudah dikembalikan ke Élysée. Itu merupakanhasil yang lebih menggembirakan daripada di Louvre, yang masih kehilangan perhiasan era Napoleon yang bernilai sekitar 88 juta euro setelah perampokan terjadi di pagi hari pada Oktober 2025. Empat tersangka telah ditangkap terkait kasus tersebut.

Kasus Pencurian Bongkahan Emas di Museum Sejarah Alam Paris

Sebelumnya, para penyidik berhasil menangkap dan mendakwa seorang perempuan China atas kasus pencurian emas koleksi Museum Sejarah Alam Paris. Kasus pencurian itu lagi-lagi disebut melibatkan 'tim yang sangat profesional', menurut direktur museum itu. Insiden terjadi pada 16 September 2025, lebih dari sebulan sebelum perampokan di Museum Louvre pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025.

Kurator Museum Sejarah Alam menyadari bongkahan emas yang dipamerkan telah dicuri setelah petugas kebersihan melaporkan temuan puing-puing di lokasi. Barang-barang yang dicuri termasuk bongkahan emas asli dari Bolivia yang disumbangkan pada abad ke-18 dan emas dari wilayah Ural Rusia yang dihadiahkan Tsar Nicholas I pada 1833.

Ada pula emas dari California yang ditambang pada era demam emas. "Sebuah bongkahan emas seberat 5 kg dari Australia yang ditemukan pada tahun 1990 juga dicuri," kata Jaksa Penuntut Paris, Laure Beccuau, mengutip laman Chanel News Asia, Rabu, 22 Oktober 2025.

Emas asli adalah paduan logam yang mengandung emas dan perak dalam bentuk alami dan belum dimurnikan. Total emas asli yang dicuri berbobot hampir 6 kg, dengan kerugian diperkirakan mencapai 1,5 juta euro (sekitar Rp29 miliar).

Kasus Pencurian Koin Emas dan Porselen di 2 Museum Lain di Paris

Lembaga Prancis lainnya yang menjadi sasaran pencurian dalam beberapa bulan terakhir adalah museum porselen di Limoges. Pencurian itu juga terungkap pada September 2025. Mereka kehilangan porselen Tiongkok dengan nilai gabungan sekitar €6,55 juta (sekitar Rp129 miliar).

Pada Oktober 2025, sekitar 2.000 koin emas dan perak senilai sekitar 90.000 euro dicuri dari Maison des Lumières (Rumah Pencerahan), sebuah museum di Langres yang didedikasikan untuk filsuf Denis Diderot. Mengutip BBC, kasus pencurian terungkap setelah para pekerja menemukan etalase yang pecah dan segera melaporkannya, kata para pejabat.

Koin-koin tersebut dipilih dengan "keahlian yang tinggi," demikian pernyataan dari otoritas setempat kepada media Prancis. Koin-koin yang dicuri berasal dari periode 1790 hingga 1840 dan merupakan bagian dari koleksi pribadi kota, setelah ditemukan pada 2011 selama pekerjaan renovasi di gedung yang sekarang menjadi museum tersebut, menurut media lokal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |