Gaya Istri Gubernur Kaltim Disorot, Punya Jam Tangan Ikonis Lisa BLACKPINK Seharga Rp 278 Juta

14 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah sorotan terhadap mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud seharga Rp 8,5 miliar, gaya busana istrinya ternyata tidak kalah menarik perhatian. Lewat sederet foto dan video yang beredar di media sosial, warganet dibuat salah fokus pada gaya "noni Belanda" istri Gubernur KaltimSyarifah Suraidah.

Ungkapan itu merujuk pada foto-fotonya memakai long dress, termasuk motif bunga dengan siluet mengalir, lengkap dengan capeline hat. Di beberapa potret lain, ia bahkan mengenakan syal bulu, membuatnya diolok pengguna internet, "Baru tau sekarang di Kaltim ada winter (musim dingin)."

Itu bukan satu-satunya aksesori yang membuat banyak mata menoleh. Merujuk unggahan Instagram @machtwatch, Minggu, 1 Maret 2026, Syarifah kedapatan punya satu jam tangan "ikonis dan mudah dikenal," yakni Bvlgari Serpenti.

Seri jam tangan mewah ini dikenal luas sebagai aksesori ikonis dari idola K-pop, Lisa BLACKPINK. Rapper berusia 28 tahun itu pernah memakai aksesori tersebut ke Eden The Garden of Wonders High Jewelry Collection yang diselenggarakan Bvlgari di Paris, Prancis, 6 Juni 2022.

Melansir The Jewellery Editor, Selasa (3/3/2026), gelang spiral yang sangat fleksibel dengan pelat jam tangan ini didesain berdasarkan desain gelang ular Tubogas Bulgari asli pada 1930-an dari arsip rumah mode tersebut. "Aksesori ini terbuat dari keramik putih berteknologi tinggi yang tahan lama, anti-gores, dan terasa dingin saat disentuh," tulis laman tersebut.

Fitur Jam Tangan Mewah Istri Gubernur Kaltim

Jam tangan istri Gubernur Kaltim itu juga disertai "sisipan emas merah muda, bezel, dan detail pelat jam." "Bezel bertatahkan berlian potongan brilian, batu permata cabochon terpasang pada mahkota emas merah muda, serta dilengkapi mesin kuarsa Bvlgari yang mudah dirawat," situs web itu melanjutkan.

Harga aksesori ini mencapai Rp 278,4 juta. Jam tangan suaminya tidak kalah mahal, dengan @machtwatch merangkum beberapa di antaranya, yakni Richard Mille dan AP Royal Oak Offshore.

Menurut Wrist Aficionado, Richard Mille RM 005 Automatic Rose Gold memadukan keanggunan tradisional dengan teknologi pembuatan jam tangan kontemporer. Jam tangan otomatis ini memiliki desain ramping dan elegan yang menonjolkan kilau hangat dari casing emas mawar.

"Ideal untuk kolektor yang menghargai perpaduan estetika klasik dengan kecerdasan mekanis modern, RM 005 adalah representasi luar biasa dari kemewahan dan kinerja," tulisnya mendeskripsikan jam tangan seharga Rp 2,5 miliar tersebut.

Jam Tangan Ratusan Juta Rupiah

Jam tangan lainnya milik Rudy adalah Audemars Piguet Royal Oak Offshore. Seri ini merepresentasi "evolusi yang berani dan berukuran besar dari Royal Oak asli, dirancang untuk penggunaan yang lebih sporty dan tangguh," menurut Sotheby's.

Seri jam tangan seharga Rp 690 jutaan ini dikenal karena mempelopori material avant-garde, seperti karbon tempa, titanium, dan keramik di samping logam mulia tradisional. Fitur kunci lainnya adalah bezel segi delapan dengan sekrup yang terlihat, pelindung mahkota yang menonjol, dan pola dial "Méga Tapisserie."

Sementara itu, kanal Regional Liputan6.com melaporkan Rudy buka suara terkait polemik mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Menurutnya, pengadaan mobil yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu bentuk marwah sebagai kepala daerah.

"Masa iya kepala daerahnya pakai mobil ala kadarnya, jaga dong marwahnya Kaltim. Jangan saya disuruh pakai Kijang, dek," kata dia di Samarinda, Senin, 2 Maret 2026.

Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Rudy menyampaikan hal itu pada puluhan mahasiswa yang berdemonstrasi di kantor Gubernur Kaltim. Ia menegaskan bahwa selama bertugas di Kaltim, ia tidak menggunakan fasilitas kendaraan dari negara. Mobil mewah senilai Rp 8,5 miliar tersebut diakuinya diparkir di Jakarta untuk menunjang agenda pemerintahan dan menjamu tamu internasional.

"Sorry to say ya dek ya, mobil saya di Kalimantan Timur, nggak ada mobilnya Pemprov. Semua mobil pribadi," ujar Rudy.

Pembelaan Gubernur ini didukung secara teknis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni. Berbeda dengan narasi 'tamu Jakarta,' Sekda menyebut spesifikasi kendaraan tersebut memang tinggi karena disiapkan untuk tugas lapangan. "Kendaraan itu agar gubernur bisa menembus medan berat, bahkan masuk hutan," ungkapnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |