Cara Praktis Membuat Wedang Uwuh Khas Jogja, Kaya Rempah-Rempah

9 hours ago 4
  • Apa saja bahan utama untuk membuat wedang uwuh?
  • Mengapa rempah wedang uwuh perlu dijemur dan dioven?
  • Apakah semua bahan wedang uwuh harus dicuci terlebih dahulu?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Wedang uwuh dikenal sebagai salah satu minuman tradisional khas Yogyakarta yang kaya akan rempah-rempah. Minuman ini tidak hanya menawarkan rasa hangat yang menenangkan, tetapi juga dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh karena kandungan bahan alami seperti jahe, kayu manis, hingga cengkeh.

Pelaku usaha rumahan wedang uwuh asal Dusun Dagen, Kelurahan Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta, Agus Nuryanto (55) menjelaskan bahwa proses pembuatannya memerlukan tahapan yang cukup teliti agar kualitas rempah tetap terjaga. Agus sudah memulai usaha wedang uwuh sejak tahun 2019. Agus mengatakan, mulai dari pemilihan bahan, proses pencucian, hingga pengeringan harus dilakukan dengan baik agar hasil minuman tetap higienis dan layak dikonsumsi.

“Proses produksi itu bahan-bahan semua kita cuci, terus kita keringkan. Setelah pengeringan matahari kita anggap cukup, kita pastikan lagi ke oven,” ujar Agus Nuryanto saat ditemui Liputan6.com di rumahnya pada Selasa (9/3).

1. Menyiapkan Berbagai Rempah sebagai Bahan Dasar

Tahap pertama dalam membuat wedang uwuh adalah menyiapkan berbagai jenis rempah yang akan menjadi bahan utama minuman. Rempah-rempah ini biasanya terdiri dari jahe, serai, kayu manis, cengkeh, kepulaga, hingga berbagai jenis daun aromatik seperti daun pala dan daun manis.

Menurut Agus, jumlah bahan dalam satu racikan wedang uwuh bisa mencapai belasan jenis. Komposisi ini membuat minuman tersebut memiliki aroma yang kuat serta rasa yang khas dibandingkan minuman rempah lainnya.

“Komposisi dalam wedang uwuh itu ada jahe, sereh, kepulaga, kayu manis, cengkeh, batang cengkeh, daun cengkeh, daun pala, daun manis, sama gula. Kalau dihitung sekitar 12 item dalam satu minuman,” jelas pemilik Wedang Uwuh Djewery ini. 

2. Mencuci Semua Bahan Rempah Hingga Bersih

Setelah bahan rempah tersedia, langkah berikutnya adalah mencuci seluruh bahan tersebut hingga benar-benar bersih. Proses ini penting untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada daun maupun batang rempah sebelum diproses lebih lanjut.

Pencucian juga menjadi tahap awal dalam menjaga kualitas produk agar tetap higienis. Setiap bahan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada bagian yang rusak atau tidak layak digunakan.

“Proses produksi itu bahan-bahan semua kita cuci dulu sebelum diproses lebih lanjut,” kata Agus.

3. Menjemur Rempah dengan Sinar Matahari

Setelah dicuci, rempah-rempah kemudian dijemur menggunakan sinar matahari. Proses pengeringan alami ini bertujuan untuk mengurangi kadar air pada bahan sehingga rempah tidak mudah berjamur saat disimpan.

Penjemuran dilakukan hingga bahan dianggap cukup kering. Selain menjaga kualitas bahan, metode ini juga membantu mempertahankan aroma alami dari rempah-rempah yang digunakan dalam wedang uwuh.

“Kita cuci terus kita keringkan di atas itu. Kita punya tempat pengeringan dengan matahari,” ujar Agus.

4. Mengeringkan Kembali Menggunakan Oven

Meski sudah dijemur, proses pengeringan belum selesai. Rempah-rempah kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk memastikan tingkat kekeringannya benar-benar maksimal.

Langkah ini dilakukan agar bahan tidak mudah rusak atau berjamur saat disimpan dalam jangka waktu tertentu. Pengeringan tambahan ini juga membuat kualitas rempah lebih stabil sebelum masuk tahap peracikan.

“Setelah pengeringan matahari kita anggap cukup kering, kita pastikan lagi ke oven. Ke oven semua,” jelasnya.

5. Menyimpan Bahan Rempah di Wadah Kedap

Rempah-rempah yang telah kering kemudian disimpan di dalam wadah tertutup seperti toples atau kotak penyimpanan. Penyimpanan ini bertujuan menjaga bahan tetap steril dan terlindungi dari udara lembap maupun serangga.

Selain menjaga kebersihan, wadah kedap juga membantu mempertahankan aroma serta kualitas rempah sebelum digunakan dalam proses produksi berikutnya.

“Setelah di oven kita simpan dulu di bak atau toples sebagai persiapan produksi,” kata Agus.

6. Menyortir Bahan Sebelum Diracik

Sebelum diracik menjadi satu paket wedang uwuh, seluruh bahan kembali disortir. Pada tahap ini, rempah-rempah diperiksa satu per satu untuk memastikan hanya bahan berkualitas yang digunakan.

Jika ditemukan daun atau bahan yang terlihat kurang baik, maka bahan tersebut akan dipisahkan dan tidak dimasukkan ke dalam racikan wedang uwuh.

“Dalam pengepakan itu kita juga memilih daun mana yang tidak bagus. Kita retur juga, jadi tidak semuanya bahan itu masuk,” jelasnya.

7. Meracik dan Mengemas Menjadi Satu Paket Wedang Uwuh

Tahap terakhir adalah meracik seluruh rempah yang sudah disortir menjadi satu paket minuman. Setiap bahan dicampurkan dengan komposisi tertentu lalu dikemas menjadi satu bungkus siap seduh.

Menurut Agus, setelah proses panjang tersebut selesai, wedang uwuh dapat langsung diseduh oleh konsumen hanya dengan air panas tanpa perlu dicuci ulang.

“Pembeli tinggal masukkan ke gelas dan diseduh air panas, sudah cukup. Tidak perlu dicuci ulang,” ujar Agus.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

1. Apa saja bahan utama untuk membuat wedang uwuh?

Bahan utama wedang uwuh biasanya terdiri dari berbagai rempah seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, kepulaga, daun pala, daun manis, daun cengkeh, serta gula batu.

2. Mengapa rempah wedang uwuh perlu dijemur dan dioven?

Proses penjemuran dan pengovenan dilakukan untuk mengurangi kadar air pada rempah sehingga bahan tidak mudah berjamur dan bisa disimpan lebih lama.

3. Apakah semua bahan wedang uwuh harus dicuci terlebih dahulu?

Ya, semua bahan rempah harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran serta menjaga kebersihan dan higienitas minuman.

4. Bagaimana cara menyeduh wedang uwuh yang sudah dikemas?

Wedang uwuh yang sudah dikemas cukup dimasukkan ke dalam gelas lalu diseduh dengan air panas tanpa perlu dicuci ulang.

5. Berapa lama wedang uwuh kemasan bisa disimpan?

Wedang uwuh kemasan umumnya memiliki masa simpan sekitar enam bulan jika disimpan dengan baik dalam kondisi kering dan tertutup.   

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |