Cara Menyimpan Kolang Kaling di Kulkas Agar Tahan Lama dan Tidak Berlendir

17 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kolang kaling banyak dicari saat Ramadan hingga hari raya karena sering diolah menjadi campuran minuman dan makanan keluarga. Bahan ini dijual dalam kondisi basah dan terendam air, sehingga membutuhkan cara simpan yang tepat agar tidak cepat rusak. Kesalahan kecil saat menyimpan dapat membuat kolang kaling berubah tekstur, mengeluarkan lendir serta tidak layak konsumsi.

Banyak orang langsung memasukkan kolang kaling ke kulkas tanpa proses awal yang benar. Padahal, cara menyimpan sejak pertama membeli akan menentukan daya tahannya. Jika salah langkah, kolang kaling bisa berbau dan tidak bisa diolah menjadi makanan meski disimpan di suhu dingin.

Lalu bagaimana cara menyimpan kolang kaling di kulkas agar tahan lama dan tidak berlendir? Berikut panduan lengkap dari Liputan6, termasuk kesalahan yang perlu dihindari serta alasan kolang kaling bisa berlendir saat salah simpan, dirangkum untuk anda, Jumat (27/2).

1. Pilih Kolang Kaling yang Layak Sejak Awal Pembelian

Langkah pertama dimulai saat membeli. Kolang kaling yang segar akan terlihat bagus, bersih dan bentuknya utuh sehingga berpotensi awet untuk disimpan dengan cara yang benar. Berikut cara memilihnya yang tepat:

  • Pilih kolang kaling yang terendam air bersih dan tidak berbau.
  • Hindari produk yang air rendamannya keruh atau berbuih karena kondisi tersebut bisa menandakan proses penyimpanan sebelumnya kurang tepat.
  • Perhatikan teksturnya dengan menekan perlahan menggunakan sendok atau penjepit. Kolang kaling yang masih baik tidak mudah hancur dan tidak mengeluarkan lendir saat disentuh. Jika permukaan terasa licin berlebihan, sebaiknya tidak dibeli karena kondisi itu bisa menjadi tanda awal pembusukan.
  • Setelah membeli, segera bawa pulang dan jangan membiarkannya terlalu lama di suhu ruang. Semakin lama berada di luar kulkas, risiko pertumbuhan bakteri akan meningkat.
  • Proses penyimpanan yang benar harus dimulai tidak lama setelah bahan sampai di rumah.

2. Cuci Bersih Sebelum Disimpan di Kulkas

Jangan langsung menyimpan kolang kaling dalam kondisi air bawaan dari penjual. Air tersebut belum tentu bersih dan bisa menjadi sumber bakteri. Berikut langkah yang perlu dilakukan:

  • Pertama yang harus dilakukan adalah membuang seluruh air rendaman awal.
  • Cuci kolang kaling di bawah air mengalir sambil diaduk perlahan menggunakan tangan atau sendok. Proses ini membantu menghilangkan sisa kotoran dan bau.
  • Lakukan pembilasan beberapa kali sampai air terlihat jernih.
  • Setelah dicuci, tiriskan hingga tidak ada air yang menetes berlebihan. Air yang terlalu banyak dapat mempercepat perubahan tekstur saat disimpan.

Proses pencucian sendiri sangat penting untuk mencegah munculnya lendir selama penyimpanan di kulkas. Ketika kolang kaling bersih, senyawa yang tidak perlu tidak akan muncul

3. Gunakan Wadah Tertutup dan Isi dengan Air Bersih

Simpan kolang kaling dalam wadah yang memiliki penutup rapat. Hindari menyimpan di kantong plastik terbuka karena udara bebas dapat membawa bakteri dan mempercepat kerusakan. Wadah tertutup membantu menjaga kebersihan bahan selama berada di dalam kulkas.

Tambahkan air matang atau air yang sudah direbus dan didinginkan hingga kolang kaling terendam. Air bersih ini berfungsi menjaga permukaan tetap lembap dan mencegah kontak langsung dengan udara. Namun, pastikan air tidak berlebihan hingga membuat wadah penuh tanpa ruang.

Letakkan wadah di bagian dalam kulkas, bukan di pintu. Suhu di bagian dalam lebih stabil dibandingkan pintu yang sering terbuka. Dengan cara ini, kolang kaling bisa bertahan beberapa hari tanpa mengalami perubahan tekstur yang berarti.

4. Ganti Air Rendaman Secara Berkala

Salah satu penyebab kolang kaling berlendir adalah air rendaman yang jarang diganti. Meski disimpan di kulkas, bakteri tetap dapat berkembang jika air tidak diperbarui. Karena itu, air perlu diganti setiap satu hingga dua hari sekali.

Saat mengganti air, keluarkan kolang kaling lalu bilas kembali dengan air mengalir. Bersihkan juga wadah sebelum digunakan kembali. Langkah ini membantu mengurangi risiko lendir dan bau yang tidak diinginkan.

Jangan mencampur kolang kaling lama dengan yang baru dibeli dalam satu wadah. Perbedaan waktu simpan dapat mempercepat kerusakan seluruh isi wadah. Simpan secara terpisah agar kualitasnya tetap terjaga.

5. Hindari Cara Simpan yang Salah

Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan justru membuat kolang kaling cepat berlendir. Salah satunya adalah membiarkannya dalam suhu ruang terlalu lama sebelum masuk kulkas. Suhu ruang mempercepat pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab lendir.

Kesalahan lain adalah menyimpan tanpa air atau justru dalam air yang tidak bersih. Menyimpan tanpa rendaman dapat membuat permukaan kering dan berubah tekstur, sedangkan air kotor memicu bau dan lendir. Kedua kondisi tersebut sama-sama berisiko.

Ada juga yang menyimpan kolang kaling dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat. Cara ini memungkinkan kontaminasi dari bahan makanan lain di kulkas. Akibatnya, kolang kaling bisa menyerap bau dan mengalami perubahan kualitas.

6. Cara Menjaga Kolang Kaling Tetap Aman Saat Diolah

Sebelum diolah menjadi kolak, manisan, atau campuran minuman, cuci kembali kolang kaling dengan air mengalir. Proses ini penting meski sebelumnya sudah disimpan dengan benar. Pembilasan ulang membantu memastikan bahan dalam kondisi bersih.

Jika ingin menyimpannya setelah direbus dengan gula, pastikan sudah dingin sebelum dimasukkan ke kulkas. Jangan langsung menutup wadah saat masih panas karena uap air dapat memicu perubahan tekstur. Simpan dalam wadah tertutup setelah suhu turun.

Kolang kaling bisa berlendir karena bakteri berkembang di lingkungan lembap yang tidak bersih. Lendir muncul sebagai hasil aktivitas mikroorganisme yang memecah kandungan di dalam bahan. Karena itu, kebersihan air, wadah, dan suhu penyimpanan menjadi faktor utama agar kolang kaling tetap layak konsumsi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Berapa lama kolang kaling bisa bertahan di kulkas?

Jika disimpan dengan air bersih dan diganti secara berkala, kolang kaling bisa bertahan sekitar tiga hingga lima hari.

2. Apakah kolang kaling harus direbus sebelum disimpan?

Tidak harus, tetapi mencuci bersih sebelum disimpan sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko lendir.

3. Kenapa kolang kaling menjadi berlendir?

Kolang kaling berlendir karena pertumbuhan bakteri akibat air kotor, wadah tidak bersih, atau suhu yang tidak stabil.

4. Bolehkah menyimpan kolang kaling tanpa air?

Tidak disarankan karena permukaan dapat berubah dan lebih cepat rusak tanpa rendaman.

5. Bagaimana tanda kolang kaling sudah tidak layak konsumsi?

Tandanya antara lain berbau, air keruh, muncul lendir, dan tekstur berubah saat disentuh.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |