Cara Mengolah Ikan Asin Agar Tidak Terlalu Asin tapi Tetap Renyah, Panduan Lengkap

3 weeks ago 41

Liputan6.com, Jakarta - Ikan asin merupakan salah satu hidangan favorit di Indonesia, dikenal dengan cita rasa gurih dan tekstur renyah yang menggugah selera. Namun, seringkali kita menghadapi tantangan ketika ikan asin yang diolah memiliki rasa terlalu asin, sehingga mengurangi kenikmatan saat disantap. Oleh karena itu, memahami cara mengolah ikan asin agar tidak terlalu asin tapi tetap renyah menjadi kunci penting bagi siapa saja yang ingin menyajikan hidangan lezat.

Banyak individu cenderung menghindari konsumsi ikan asin karena kekhawatiran akan kandungan garam yang tinggi. Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, kadar asin dapat dikurangi secara signifikan tanpa mengorbankan kelezatan dan tekstur renyahnya. Keterampilan dalam cara mengolah ikan asin agar tidak terlalu asin tapi tetap renyah ini sangat berguna untuk menciptakan hidangan yang lebih sehat dan nikmat.

Berikut ini telah Liputan6 rangkum secara mendalam berbagai metode efektif dalam cara mengolah ikan asin agar tidak terlalu asin tapi tetap renyah, pada Selasa (16/12). Mulai dari teknik perendaman yang bervariasi hingga tips penggorengan yang krusial, semua akan dijelaskan secara rinci. Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan mampu menghasilkan ikan asin goreng yang gurih, tidak terlalu asin, dan memiliki tekstur yang sempurna.

Mengapa Ikan Asin Terlalu Asin?

Rasa asin yang kuat pada ikan asin berasal dari proses pengawetan yang disebut penggaraman. Tujuan utama metode ini adalah untuk memperpanjang daya simpan ikan serta mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Proses ini melibatkan penambahan garam dalam jumlah besar yang meresap ke dalam daging ikan, dan semakin lama ikan diasinkan, semakin tinggi pula kadar garam yang terserap.

Kandungan garam yang tinggi ini berfungsi sebagai pengawet alami yang efektif. Namun, untuk konsumsi sehari-hari, kadar garam berlebih tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi penderita hipertensi atau masalah ginjal. Oleh karena itu, mengurangi kadar garam sebelum mengolah ikan asin menjadi langkah yang sangat penting.

Metode Perendaman untuk Mengurangi Kadar Garam

Perendaman adalah metode paling efektif untuk mengurangi kadar garam pada ikan asin. Proses ini bekerja berdasarkan prinsip osmosis, di mana garam dari dalam daging ikan akan keluar dan larut ke dalam air rendaman. Ada beberapa metode perendaman yang dapat dipilih sesuai dengan waktu dan bahan yang tersedia, masing-masing memiliki kelebihan dalam mengurangi rasa asin sambil menjaga kualitas daging ikan.

1. Perendaman dengan Air Biasa

Merendam ikan asin dalam air bersih biasa adalah metode yang paling sederhana dan umum digunakan. Teknik ini praktis karena hanya membutuhkan air keran atau air matang.

  • Siapkan wadah yang cukup besar agar ikan asin dapat terendam sempurna.
  • Masukkan ikan asin, lalu tuangkan air bersih hingga seluruh bagian ikan tertutup.
  • Rendam ikan selama 30 menit hingga 2 jam, tergantung tingkat keasinan dan seberapa banyak garam yang ingin dikurangi.
  • Untuk hasil optimal, ganti air rendaman setiap 30 menit sekali agar proses pelarutan garam lebih maksimal.
  • Setelah perendaman selesai, angkat ikan dan bilas di bawah air mengalir untuk memastikan sisa garam benar-benar hilang.
  • Tiriskan ikan dengan baik sebelum melanjutkan ke proses penggorengan.

Jika ikan asin sangat asin, durasi perendaman dapat diperpanjang hingga 12-24 jam dengan penggantian air sebanyak 3-4 kali. Gunakan air dingin atau suhu ruang; hindari air es karena dapat membuat tekstur daging ikan menjadi terlalu keras. Perhatikan perubahan warna air rendaman; jika air sudah keruh, segera ganti dengan air bersih.

2. Perendaman dengan Air Hangat

Air hangat dapat mempercepat proses pelarutan garam dari daging ikan. Metode ini cocok jika Anda membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mengurangi rasa asin.

  • Panaskan air hingga mencapai suhu hangat, sekitar 40-50 derajat Celcius (tidak boleh mendidih atau terlalu panas).
  • Tuangkan air hangat ke dalam wadah berisi ikan asin.
  • Rendam ikan selama 10-30 menit saja karena air hangat bekerja lebih cepat.
  • Aduk perlahan sesekali agar proses pelarutan garam lebih merata.
  • Setelah perendaman, angkat ikan dan bilas dengan air dingin untuk menghentikan proses.
  • Keringkan ikan dengan tisu dapur atau lap bersih.

Jangan gunakan air yang terlalu panas atau mendidih karena dapat membuat daging ikan menjadi lembek dan rapuh. Air panas juga dapat membuat ikan setengah matang, yang akan memengaruhi tekstur renyah saat digoreng. Metode ini lebih cepat tetapi harus dipantau dengan hati-hati agar tidak merusak tekstur ikan.

3. Perendaman dengan Air Cucian Beras

Metode tradisional ini telah digunakan secara turun-temurun dan terbukti efektif dalam menetralkan rasa asin pada ikan. Air cucian beras mengandung enzim dan pati yang dapat membantu mengurangi kadar garam sekaligus memberikan aroma yang lebih segar pada ikan.

  • Siapkan air cucian beras dari bilasan pertama atau kedua saat mencuci beras.
  • Tuangkan air cucian beras ke dalam wadah hingga cukup untuk merendam seluruh bagian ikan.
  • Masukkan ikan asin dan rendam selama 20-45 menit.
  • Air cucian beras akan berubah warna menjadi lebih keruh karena menyerap garam dari ikan.
  • Setelah perendaman, angkat ikan dan bilas di bawah air mengalir.
  • Tiriskan dan keringkan ikan sebelum digoreng.

Metode ini lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan air cucian beras yang biasanya terbuang. Selain itu, dapat memberikan aroma yang lebih harum pada ikan dan membantu melunakkan tekstur ikan yang terlalu keras akibat proses pengasinan.

4. Perendaman dengan Air Garam

Meskipun terdengar tidak masuk akal, merendam ikan asin dalam larutan air garam justru dapat mengurangi rasa asinnya. Ini terjadi karena prinsip osmosis, di mana garam dari konsentrasi tinggi (ikan asin) akan mengalir ke konsentrasi rendah (air garam).

  • Siapkan 2 liter air dan tambahkan 1 sendok makan garam.
  • Rendam ikan asin dalam larutan ini selama 5-10 menit.
  • Jika masih terlalu asin, ulangi proses perendaman.
  • Tiriskan ikan setelah rasa asinnya sesuai selera.

Teknik Menggoreng Agar Tetap Renyah

Setelah proses perendaman selesai, tahap selanjutnya yang tidak kalah penting adalah teknik menggoreng yang benar. Banyak orang yang berhasil mengurangi rasa asin namun gagal mendapatkan tekstur renyah karena kesalahan dalam proses penggorengan. Tekstur renyah pada ikan asin goreng adalah hasil dari beberapa faktor yang harus diperhatikan dengan seksama.

1. Mengeringkan Ikan Secara Sempurna

Kelembaban adalah musuh utama dalam mendapatkan gorengan yang renyah. Ikan yang masih basah atau lembab akan menyerap banyak minyak dan menghasilkan tekstur yang lembek serta berminyak.

  • Setelah ikan dibilas, letakkan ikan di atas piring atau talenan.
  • Gunakan tisu dapur atau kain bersih untuk mengeringkan permukaan ikan dengan cara menekan-nekan perlahan.
  • Keringkan kedua sisi ikan hingga tidak ada lagi tetesan air yang terlihat.
  • Untuk hasil maksimal, angin-anginkan ikan selama 5-10 menit agar kelembaban yang tersisa menguap.
  • Pastikan bagian dalam lipatan atau celah ikan juga kering sempurna.
  • Jangan langsung menggoreng jika permukaan ikan masih terlihat berair.

Jika memiliki waktu, diamkan ikan di dalam kulkas tanpa tutup selama 30 menit untuk mengeringkan secara maksimal. Ikan yang benar-benar kering akan menghasilkan suara renyah yang khas saat digoreng. Menaburkan sedikit tepung terigu ke dalam minyak panas sebelum memasukkan ikan juga dapat membantu menyerap kelembapan berlebih dan meminimalkan letupan minyak.

2. Menggunakan Minyak dengan Suhu yang Tepat

Suhu minyak yang tepat adalah kunci utama untuk mendapatkan gorengan yang renyah dan tidak berminyak. Minyak yang terlalu dingin akan membuat ikan menyerap banyak minyak, sedangkan minyak yang terlalu panas akan membuat ikan gosong di luar namun belum matang di dalam.

  • Gunakan wajan atau penggorengan dengan ukuran yang sesuai.
  • Tuangkan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak, minimal setinggi 2-3 cm dari dasar wajan (deep frying lebih disarankan).
  • Panaskan minyak dengan api sedang hingga mencapai suhu sekitar 170-180 derajat Celcius.
  • Untuk mengetes kesiapan minyak, masukkan sepotong kecil ikan atau tusuk gigi kayu; jika langsung muncul gelembung dan mengambang, minyak sudah siap.
  • Jangan menunggu minyak berasap karena itu tandanya sudah terlalu panas.
  • Masukkan ikan secara perlahan untuk menghindari percikan minyak.

Gunakan api sedang selama proses penggorengan; hindari api besar yang membuat suhu tidak stabil. Jika menggoreng dalam jumlah banyak, tunggu minyak panas kembali sebelum memasukkan batch berikutnya. Ganti minyak jika sudah terlalu keruh atau berbau tengik.

3. Menggoreng dalam Porsi Kecil

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus ke dalam wajan. Hal ini akan menurunkan suhu minyak secara drastis dan menghasilkan gorengan yang tidak renyah.

  • Goreng ikan dalam 2-3 potong saja untuk wajan ukuran sedang.
  • Pastikan ada jarak antara satu ikan dengan ikan lainnya agar tidak saling menempel.
  • Biarkan ikan menggoreng tanpa dibalik-balik terlalu sering; tunggu hingga bagian bawah berwarna keemasan.
  • Balik ikan dengan hati-hati menggunakan spatula atau sutil, goreng sisi lainnya hingga matang sempurna.
  • Goreng hingga seluruh permukaan ikan berwarna kuning keemasan dan terlihat kering.
  • Angkat ikan ketika sudah tidak ada lagi gelembung besar yang keluar dari minyak (tanda kadar air sudah habis).

Jangan membalik ikan terlalu sering karena dapat merusak tekstur dan membuat ikan hancur. Waktu penggorengan umumnya 5-7 menit per sisi tergantung ukuran dan ketebalan ikan. Perhatikan perubahan warna; ikan yang terlalu gelap atau gosong menandakan minyak terlalu panas.

4. Meniriskan dengan Benar

Cara meniriskan ikan setelah digoreng juga memengaruhi tingkat kerenyahan akhir. Metode penirisan yang tepat akan membuat ikan tetap renyah lebih lama.

  • Angkat ikan yang sudah matang dengan menggunakan sutil atau serok goreng.
  • Biarkan minyak menetes sebentar di atas wajan sebelum memindahkan ikan.
  • Jangan langsung meletakkan ikan di atas tisu dapur karena akan membuat bagian bawah lembab.
  • Gunakan rak kawat atau saringan yang diletakkan di atas wadah untuk menampung minyak yang menetes.
  • Posisikan ikan secara vertikal atau miring agar minyak mengalir turun sempurna.
  • Biarkan ikan di rak kawat hingga benar-benar dingin sebelum dipindahkan ke wadah penyajian.

Udara dapat bersirkulasi di sekeliling ikan sehingga tidak ada bagian yang lembab. Minyak berlebih dapat menetes sempurna tanpa diserap kembali oleh ikan, membuat ikan tetap renyah lebih lama bahkan setelah dingin, serta mengurangi kadar minyak sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Tips Tambahan untuk Hasil Sempurna

Memilih Jenis Ikan Asin yang Tepat

Tidak semua jenis ikan asin memberikan hasil yang sama saat digoreng. Beberapa jenis ikan memiliki tekstur yang lebih cocok untuk digoreng renyah, seperti ikan teri, ikan jambal, ikan gabus asin, ikan tenggiri asin, ikan pakang, ikan layang, ikan bilih, dan ikan teri jengki. Pilih ikan asin yang masih terlihat segar, tidak berbau tengik, dan tidak terlalu keras. Hindari ikan asin yang terlalu putih bersih karena berpotensi mengandung pemutih.

Penyimpanan Ikan Asin Goreng

Jika Anda menggoreng ikan asin dalam jumlah banyak, simpan ikan yang sudah dingin dalam wadah kedap udara atau toples kaca. Letakkan tisu dapur di bagian bawah wadah untuk menyerap kelembaban.

Ikan asin goreng dapat bertahan 2-3 hari dalam suhu ruang atau hingga seminggu jika disimpan di kulkas. Sebelum disajikan kembali, panaskan sebentar di oven atau air fryer untuk mengembalikan kerenyahannya. Hindari menyimpan ikan asin yang masih hangat atau panas karena uap dapat membuatnya tidak renyah lagi.

Variasi Bumbu dan Penyajian

Untuk menambah cita rasa, Anda dapat menambahkan bumbu seperti bawang putih cincang, cabai rawit, atau daun jeruk saat menggoreng ikan. Sajikan ikan asin goreng dengan sambal terasi, sambal tomat, atau lalapan segar untuk melengkapi hidangan. Kombinasi ikan asin yang gurih dengan sambal pedas dan lalapan segar akan menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

Pertanyaan dan Jawaban (Q&A)

Q: Berapa lama sebaiknya merendam ikan asin untuk mengurangi kadar garam?

A: Waktu perendaman ideal adalah 30 menit hingga 2 jam tergantung tingkat keasinan ikan. Untuk ikan yang sangat asin, rendam hingga 3 jam dengan mengganti air setiap 30 menit. Tes rasa dengan mencicipi sedikit daging ikan setelah direndam untuk memastikan tingkat keasinan sudah sesuai selera.

Q: Apakah boleh menggunakan air garam untuk merendam ikan asin?

A: Tidak disarankan. Merendam ikan asin dalam air garam justru tidak akan mengurangi kadar garam. Gunakan air tawar bersih, air hangat, atau air cucian beras untuk hasil terbaik. Prinsip osmosis membutuhkan perbedaan konsentrasi antara dalam ikan (tinggi garam) dan air rendaman (rendah garam).

Q: Bagaimana cara mengetahui minyak sudah cukup panas untuk menggoreng?

A: Ada beberapa cara: 1) Masukkan sepotong kecil ikan atau tusuk gigi kayu, jika langsung muncul gelembung berarti minyak siap; 2) Teteskan sedikit air (hati-hati dengan percikan), jika langsung mendesis berarti panas; 3) Gunakan termometer dapur, suhu ideal adalah 170-180°C. Hindari menunggu hingga minyak berasap karena itu tandanya terlalu panas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |