Cagar Budaya Terdampak Bencana Banjir Bandang Aceh Mulai Dibersihkan, Lumpur Tebal Jadi Tantangan

4 weeks ago 49

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki pekan kedua pasca-bencana banjir Sumatera, satu per satu cagar budaya terdampak di Aceh mulai dipulihkan. Upaya tak berjalan mulus lantaran lumpur tebal yang menumpuk di sejumlah cagar budaya.

Upaya penanganan situs cagar budaya pascabencana banjir dan longsor di Aceh diawali dengan penilaian cepat dampak bencana oleh Unit Pelaksana Teknis Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh. Berdasarkan analisis kerusakan, sejumlah situs mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

Menurut Kepala BPK Wilayah I, Piet Rusdi, berdasarkan laporan para juru pelihara di lapangan, terdapat sejumlah situs terdampak bencana sedang dibersihkan saat ini. Terdiri dari lima kompleks makam cagar budaya di Kabupaten Pidie; dua bangunan cagar budaya di Kabupaten Pidie Jaya; dua makam dan masjid cagar budaya di Kabupaten Bireun; 15 cagar budaya yang terdiri dari masjid, kompleks makam, dan rumah adat di Kabupaten Aceh Utara; dan satu masjid cagar budaya di Kabupaten Aceh Timur.

Berdasarkan pantauan, kerusakan itu sebagian besar diakibatkan oleh terjangan lumpur yang mengendap. Kerusakan kategori berat contohnya terjadi pada masjid yang terencam lumpur dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Pada kompleks makam juga terdapat sejumlah nisan yang terkubur lumpur.

"Kondisi lapisan lumpur di sejumlah titik dilaporkan sulit mengering, meski permukaannya tampak mengeras, namun pada bagian dalam masih sangat kental dan sulit diangkat," kata Piet mengutip rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 12 Desember 2025. Sementara pada situs dengan kategori terdampak ringan, masih terdapat genangan air dan lumpur pada sebagian kecil area tanpa menimbulkan kerusakan signifikan.

Arahan Menteri Kebudayaan soal Penanganan Cagar Budaya Terdampak Bencana

Sementara, Menteri Kebudayaan Fadli Zon kembali menyatakan bahwa bencana di Sumatera menjadi pelajaran bersama untuk berbagai pihak, terutama dalam upaya perlindungan cagar budaya yang berlokasi di daerah berisiko bencana. Ia menekankan perlunya assessmen yang tepat dan cepat untuk pemulihan cagar budaya pascabencana.

Asesmen tersebut dapat melibatkan lintas instansi, komunitas, hingga masyarakat. Nantinya, hasil asesmen dapat digunakan sebagai pedoman untuk pemugaran cagar budaya yang sewaktu-waktu dapat terkena bencana serupa.

"Kita harus hadir dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam pemulihan pascabencana, serta memastikan asesmen kebutuhan dilakukan segera. Penyusunan rencana pemulihan situs dan ruang budaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut dan dukungan psikososial berbasis budaya bagi masyarakat," jelas Menbud dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kementerian Kebudayaan di Hotel Ciputra, Jakarta, pada 12--14 Desember 2025.

Dalam rapat koordinasi, Menbud juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan untuk melakukan langkah-langkah strategis guna memajukan ekosistem kebudayaan. Wamenbud Giring Ganesha Djumaryo turut menekankan bahwa sinergi lintas unit merupakan hal yang penting. 

Dirinya menyatakan, "Kita harus mengedepankan instrumen pelayanan agar bisa maksimal dimanfaatkan oleh pelaku budaya, contohnya Dana Indonesiana."

Cagar Budaya di Aceh Paling Terdampak Bencana Sumatera

Sebelumnya, hingga Kamis, 4 Desember 2025, Kemenbud mendata 43 cagar budaya terdampak banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mayoritas cagar budaya terdampak berada di Aceh dengan 34 cagar budaya, disusul oleh Sumatera Utara dengan tujuh cagar budaya, dan dua sisanya berlokasi di Sumatera Barat. Cagar budaya terdampak itu terutama berada dekat sungai.

"Jumlahnya cukup banyak juga, terutama itu di cagar-cagar budaya yang lokasinya relatif dekat dengan sungai. Memang di masa lalu kan sungai itu juga bagian dari pusat kehidupan, pusat peradaban," kata Menbud dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia mengatakan dana pemulihan cagar budaya yang mengalami kerusakan berat akan dibantu oleh Kementerian Kebudayaan. Kalau pun dana perbaikannya tidak cukup, pihaknya akan berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Sekretariat Negara (Setneg) agar memprioritaskan perbaikan cagar budaya yang rusak berat.

"Kalau ringan, mungkin bisa kita antisipasi lebih mudah dengan yang ada," imbuh Fadli. Daftar cagar budaya terdampak di Aceh:

Kabupaten Pidie

1. Komplek Makam Putro Balee – Terendam banjir

2. Komplek Makam Sultan Ma’ruf Syah – Terdampak banjir

3. Komplek Bangunan Masjid Poteumereuhom – Tergenang banjir

4. Makam Putri Sani – Tergenang banjir

5. Makam Daeng Mansyur – Tergenang banjir

Kabupaten Pidie Jaya

6. Masjid Madinah, Meureudu – Terendam banjir & lumpur (berat)

7. Masjid Tgk. Pucok Krueng – Terendam banjir (berat)

Daftar Cagar Budaya Terdampak Banjir di Aceh

Kabupaten Bireuen

8. Makam Tun Srilanang – Terendam banjir & lumpur (berat)

9. Masjid Tuha Bugeng – Terendam banjir & lumpur (berat)

Kabupaten Aceh Tengah

10. Situs Loyang Ujung Karang – Terkena longsor (berat)

11. Masjid Tua Kebayakan – Tergenang banjir

12. Masjid Baiturrahim, Rawe – Terendam banjir

13. Rumah Adat Toweren – Terendam banjir (parah)

Kabupaten Aceh Utara

14. Situs Cot Tgk. Sidi Abdullah – Terendam banjir

15. Makam Malikussaleh/Malikudhahir – Terendam banjir

16. Komplek Makam Sultanah Nahrisyah – Terendam banjir

17. Komplek Makam Sidi Abdullah – Terendam banjir

18. Komp. Makam Perdana Menteri Muhammad Yakob – Terendam banjir

19. Komp. Makam Batee Balee – Terendam banjir

20. Rumah Cut Meutia – Terendam banjir

21. Komp. Makam Said Syarif – Terendam banjir

22. Komp. Makam Tajul Muluk – Terendam banjir

23. Komp. Makam Raja Muhammad – Terendam banjir

24. Komp. Makam Raja Kanayan – Terendam banjir

25. Komp. Makam Naina Hisamuddin – Terendam banjir

Kabupaten Aceh Timur

26. Masjid Simpang Ulim – Tergenang banjir

Kabupaten Aceh Tamiang

27. Situs Bukit Kerang – Terendam banjir (parah)

28. Situs Bukit Remis – Terendam banjir (parah)

Kota Banda Aceh

29. Komplek Makam Meurah II – Tergenang air

Kabupaten Aceh Besar

30. Masjid Indrapuri & Benteng Indrapuri – Terancam abrasi sungai

31. Benteng Indrapatra – Tergenang air

32. Benteng Iskandar Muda – Tergenang air

33. Benteng Kuta Lubok – Tergenang airKabupaten Nagan Raya

34. Masjid Tengku Di Kila – Tergenang banjir

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |