Best Eats 2026 Bakal Rangkum 100 Tempat Makan Terbaik di Indonesia, dari Fine Dining hingga Warung Bisa Masuk

4 weeks ago 58

Liputan6.com, Jakarta - Foodies kembali menggelar Best Eats 2026. Berbeda dari format sebelumnya yang membagi daftar antara Bali dan Jakarta, mereka kini merangkumnya dalam satu daftar 100 tempat makan terbaik di Indonesia. Daftar itu tidak hanya untuk mengapresiasi restoran fine dining, tetapi juga warung pinggir jalan yang layak dipuji.

"Sejak memulai pada 2017, kami ingin menunjukkan yang terbaik di Indonesia, dan kami berkomitmen sejak awal prosesnya dilakukan secara beretika, adil, dan dilakukan oleh pakar," kata Jed Doble, Founder dan Publisher FoodieS, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.

Objektif, etis, dan adil, kata Jed, adalah kata kunci yang dipegangnya, meyakinkan para nominator bahwa mereka akan dinilai sesuai kualitas, bukan karena dibayar. "Apakah Anda fine dining, atau upmarket, atau casual dining, kamu akan dinilai berdasarkan kategori yang kamu pilih," katanya.

Karena itu, ia meminta agar setiap pendaftar untuk memilih kategori yang tepat agar bisa dinilai secara proporsional. Ada sejumlah elemen yang dinilai, mulai dari kualitas layanan penyajian makanan, program minuman, dan konsep dan desain interior. 

"Untuk makanan, kami akan menilai berdasarkan cita rasa, kreativitas, dan inovasi, juga jelas kami akan menilai bagian layanannya. Jadi, kami ingin restoran mermastikan bahwa mereka melakukan hal yang benar dan menyajikannya secara benar," urai Jed seraya menyebut persentase penilaian layanannya mencapai 20 persen.

Panel Juri Best Eats 2026 by FoodieS

Terkait penilaian minuman, ia menyatakan tidak sekadar koktail, tapi seluruh minuman yang disajikan. Terakhir, soal konsep dan desain interior, Jed menekankan bukan sekadar estetis, tetapi kesan yang dihadirkan saat pengunjung datang dan menikmati pesanannya di restoran tersebut. "Kami memberi persentase 10 persen," ujarnya.

Untuk menilai secara objektif, ia akan dibantu sederet figur terkemuka di industri kuliner dan kreatif Indonesia yang tergabung dalam panel juri Best Eats 2026 by FoodieS. Mereka adalah Ade Putri Paramadita – Culinary Storyteller; Amalia Wirjono – Entrepreneur; Budi Cahyadi – Restaurateur; Joshua Limanto – Gourmand & Restaurateur; Leo Theosabrata – Entrepreneur & Creative Force; Ray Janson – Chef & Podcaster; Tantra Tobing – Gourmand & Travel Enthusiast; dan Wayan Kresna Yasa – Chef & Restaurateur.

Chef Wayan merupakan salah satu pemenang Best Eats 2018. Ia mengatakan momen tersebut membuatnya punya kesempatan bekerja lebih keras lagi. "Semua mungkin bila kita bekerja keras dan fokus pada semua hal. Semua tahu, semua chef tahu, industri ini tidak mudah," ujarnya.

3 Kategori Best Eats 2026

Seperti disebutkan di awal, ada tiga kategori dalam Best Eats 2026, yakni fine dining, upmarket, dan casual dining. Fine dining, didefinisikan Jed, sebagai tempat makan yang menyajikan tasting menu. Dirancang oleh koki, biasanya disajikan dalam ukuran yang kecil dengan beberapa menu dan dipresentasikan dengan unik.

Sementara, Upmarket adalah tempat makan premium tapi tidak seformal fine dining dengan menu ala carte. "Bisa stand alone, bisa di mal," katanya lagi.

"Kalau yang kasual ya kasual, bisa kafe, warung juga bisa, karena we want to highlight yang good food dan itu kan bentuknya beda-beda," imbuh Jed.

Restoran yang ingin berpartisipasi dapat mengajukan nominasi melalui situs www.besteats2026.id. Pendaftaran dibuka mulai 10 Desember 2024 hingga 15 Maret 2025.

100 Restoran Terbaik 2026 akan diumumkan dalam sebuah acara penghargaan di Jakarta pada April 2026, disusul dengan peluncuran panduan lengkap. Edisi tahun ini juga akan menghadirkan penghargaan khusus, termasuk Chef of the Year, Restaurant of the Year, Young Chef of the Year, dan sejumlah kategori lain yang akan diberikan pada malam penghargaan.

Bantu Promosi Wisata Gastronomi Indonesia

Ajang itu disambut positif Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Rizky Handayani menyatakan bahwa hal itu bisa mendukung upaya pemerintah dalam program Wisata Naik Kelas yang menjadikan gastronomi, wellness, dan bahari sebagai tulang punggung.

"Kuliner dan gastronomi di Indonesia bukan lagi sebagai elemen dari paket wisata, tetapi merupakan atraksi tersendiri," ujarnya.

Ia merujuk data Global Report on Food Tourism, yang memperkirakan lebih dari 30 persen motivasi perjalanan turis global berhubungan dengan kuliner. "Itu menunjukkan bahwa gastronomi bukan lagi sebuah pelengkap, tapi menjadi destinasi utama atau motivasi untuk berwisata," katanya lagi.

Dengan adanya daftar 100 tempat makan terbaik di Indonesia lewat program Best Eats 2026 by FoodieS, ia meyakini akan membantu mendongkrak perkembangan wisata gastronomi di Indonesia dan menarik lebih banyak turis berkualitas tinggi. Terlebih, sekitar 20 persen bujet perjalanan turis ke Indonesia dihabiskan untuk makan.

"Saya yakin di masa depan, mereka akan menghabiskan lebih banyak untuk makanan karena sekarang Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi kuliner yang baik," sambungnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |