Bahaya Zat Kapur pada Air Bilasan untuk Kesehatan Rambut

3 weeks ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Sering kali konsumen menyalahkan produk perawatan ketika rambut terasa kaku dan sulit diatur. Namun, faktor lingkungan, khususnya kualitas air bilasan, ternyata berperan jauh lebih krusial. Air yang mengandung zat kapur bisa berbahaya bagi kesehatan rambut Anda.

Menurut Nestya Sedayu, Head of Marketing Kérastase, air di Indonesia mengandung mineral tinggi, terutama kalsium atau zat kapur. "Kualitas air di Indonesia masih mengandung banyak kapur, berbeda dengan negara seperti Singapura yang sistem pengolahan airnya sudah lebih canggih dengan kadar mineral yang lebih terjaga," ujar Nestya di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.

Dampak fisik dari penumpukan zat kapur ini sangat nyata. Kalsium menempel pada batang rambut, menghalangi kelembaban alami, dan mengubah pH rambut, sehingga rambut kehilangan kelenturan alaminya.

"Hal ini pasti berpengaruh pada rambut. Kondisi ideal adalah pH yang netral agar rambut tidak kaku. Namun, karena air mengandung kapur, zat tersebut terserap ke dalam rambut sehingga teksturnya menjadi keras, kaku, dan kering," tambahnya.

Ketika zat kapur telah menyusup ke dalam serat rambut, kerusakan terjadi hingga ke struktur internal, membuat rambut rapuh dan mudah patah. Diperlukan pendekatan sains untuk menetralisir efek basa dari kapur tersebut. 

Fungsi Asam Sitrat Atasi Air Berkapur

Salah satu solusi efektif adalah penggunaan citric acid (asam sitrat), yang bekerja mengikat dan meluruhkan deposit kalsium sekaligus memperkuat ikatan keratin. "Produk ini mengandung asam sitrat yang berfungsi melarutkan zat kapur dan memperkuat ikatan keratin di dalam rambut agar tidak mudah patah. Biasanya, rambut yang kering akibat kapur akan sangat rapuh dan mudah patah saat disisir," jelas Netsya.

Selain penanganan kimiawi, May May, praktisi salon profesional, mengingatkan pentingnya diagnosis yang tepat. Kesalahan membedakan masalah kulit kepala dan batang rambut sering membuat perawatan menjadi sia-sia.

"Kami membedakan secara spesifik antara scalp treatment (perawatan kulit kepala) dan hair treatment (perawatan batang rambut). Masalah kulit kepala itu meliputi kerontokan, ketombe, dan gatal. Jadi, produk dan perawatannya harus terpisah. Jika menggunakan produk all-in-one, kita tidak bisa mengidentifikasi apakah masalah utamanya ada di kulit kepala atau batang rambut," ungkap May May.

Faktor Internal Tubuh Pemicu Kerontokan

Meskipun kualitas air menjadi faktor eksternal utama perusak batang rambut, kesehatan akar rambut sangat dipengaruhi oleh kondisi internal tubuh. Kerontokan sering kali menjadi sinyal ketidakseimbangan kimiawi, misalnya akibat efek samping obat-obatan keras seperti antibiotik. 

May May berbagi pengalaman mengenai dampak medis ini, yang membuktikan betapa sensitifnya akar rambut terhadap perubahan dalam darah. "Saya merasakan sendiri, saat sakit atau pasca-operasi dan harus mengonsumsi antibiotik dosis tinggi selama satu atau dua minggu, kerontokan rambut yang terjadi sangat parah," katanya.

Selain itu, siklus hidup wanita seperti pasca-melahirkan juga memicu kerontokan, yang dianalogikan Bu May May seperti siklus alami tanaman. "Rambut itu ibarat daun di pohon. Pasti ada fase rontok, lalu nanti tumbuh kembali. Selama jumlah kerontokannya masih dalam batas wajar, itu adalah siklus yang normal," jelasnya.

Konsistensi Perawatan dan Kesalahan Penggunaan Parfum

Memulihkan rambut dari kerusakan akibat air berkapur dan kerontokan memerlukan waktu. Tidak ada solusi instan dalam kesehatan rambut, perbaikan kondisi kulit kepala dan batang rambut umumnya baru terlihat signifikan setelah rutinitas minimal enam minggu. 

Nestya menekankan pentingnya manajemen ekspektasi agar konsumen tidak berhenti merawat sebelum hasil terlihat. "Kita harus sabar. Biasanya setelah enam minggu baru terlihat perubahan, dimulai dari berkurangnya kerontokan secara bertahap. Tidak ada yang instan, sama seperti perawatan kulit wajah, perawatan kulit kepala juga membutuhkan waktu dan proses," tegasnya.

Untuk memperkuat akar, Nestya menyarankan nutrisi spesifik seperti Aminexil. "Masalah utama konsumen hingga saat ini masih seputar hair loss atau kerontokan. Untuk mengatasinya, dibutuhkan bahan aktif seperti Aminexil 1,5 persen, Kafein, dan ekstrak akar jahe yang efektif memperkuat akar rambut," tambah Nestya.

Teknologi diagnosa kini juga membantu memprediksi risiko kerontokan lebih dini. "Karena kerontokan tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui proses yang bisa dideteksi lebih awal," ucapnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |