Anugerah Citra Pariwara ke-38, Dentsu Creative Raih Penghargaan Tertinggi bagi Insan Periklanan Indonesia

4 weeks ago 52

Liputan6.com, Jakarta - Anugerah Citra Pariwisata ke-38 yang merupakan penghargaan bagi insan industri periklanan tuntas digelar pada Jumat malam, 12 Desember 2025, di Jakarta. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyerahkan penghargaan tertinggi, Agency of the Year, kepada tim Dentsu Creative yang dinilai berhasil menunjukkan performa luar biasa sepanjang tahun ini.

"Industri ini luar biasa, karena tidak hanya mereka yang berpengalaman saja yang terlibat, tetapi banyak talenta muda yang muncul dan mendapat penghargaan malam ini. Tinggal bagaimana kita, pemerintah, swasta, asosiasi, dan akademisi dapat mendukung mereka agar hasil karyanya semakin baik dan mampu mendunia," kata Menekraf dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 13 Desember 2025.

Ajang yang diselenggarakan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) itu mengangkat tema Million Hits Wonder. Tema itu memberi pesan kuat bahwa industri periklanan Indonesia mampu berevolusi dan tetap relevan meski teknologi berkembang dengan sangat cepat.

Tema ini mencerminkan optimisme bahwa setiap karya kreatif memiliki potensi untuk menjadi fenomena, sekaligus menunjukkan bagaimana para pelaku industri terus berinovasi dalam menghadapi era digital. Sementara, ajang penghargaan itu dinilai sebagai barometer kualitas dan integritas kreativitas nasional di tengah perubahan teknologi yang pesat.

"Konsistensi Citra Pariwara dalam menghadirkan festival yang berintegritas di tengah dinamika industri yang berubah sangat cepat adalah sebuah prestasi tersendiri. Kami atas nama kementerian mengucapkan terima kasih telah menjaga agar kreativitas ini tetap menyala," ujar Menekraf di hadapan ratusan insan kreatif di Bengkel Space, SCBD, Jakarta.

Periklanan Berefek Ganda

Melansir Antara, Menekraf menyampaikan bahwa usaha periklanan berefek pengganda, berpengaruh pada peningkatan subsektor usaha ekonomi kreatif yang lain. Riefky mengatakan bahwa periklanan berdampak pada subsektor usaha ekonomi kreatif seperti televisi, radio, desain grafis, musik, film, animasi, seni pertunjukan, dan kuliner.

"Periklanan yang membungkus nilai ekonomi dengan cerita. Iklan mengubah komoditas menjadi gaya hidup," katanya. "Industri periklanan lah yang menggerakkan roda konsumsi domestik, yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia," ia menambahkan.

Riefky menyampaikan bahwa periklanan berkontribusi signifikan pada perkembangan industri media dan hiburan global. Total pendapatan iklan global pada 2026 diproyeksikan mencapai satu triliun dolar AS menurut PwC Global Entertainment & Media Outlook 2024–2028.

Selain itu, periklanan diproyeksikan menyumbang 55 persen dari total pertumbuhan industri hiburan dan media lima tahun ke depan. Mengutip data dari Dentsu Advertising Market Report, Riefky mengatakan bahwa pengeluaran iklan di Indonesia diproyeksikan meningkat  5,1 sampai 5,4 persen selama 2025-2027, dengan kanal digital sebagai kontributor besar pertumbuhan (10 persen hingga 12 persen).

Kontribusi Sektor Perikanan pada Ekonomi Indonesia

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal, pada semester pertama 2025, subsektor periklanan berhasil menarik investasi Rp2,77 triliun, masuk dalam daftar lima besar penarik investasi terbanyak yang mencakup subsektor aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner. Dengan terselenggaranya Citra Pariwara 2025, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus memperkuat daya saing industri periklanan Indonesia di kancah global.

Ketua Umum Pusat P3I, Janoe Arijanto, mengapresiasi komitmen dan dukungan penuh dari Kementerian Ekraf. Dalam sesi jumpa media, ia menuturkan bahwa keberadaan Direktorat Periklanan memberikan rasa kehadiran pemerintah yang nyata bagi para pelaku kreatif. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi industri yang tengah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. 

"Kami bisa mendapat dukungan agar periklanan Indonesia bisa lebih maju secara kualitas dan juga secara ekonomi kreatif memberikan dampak positif bagi perekonomian negara," ujarnya. 

Kekuatan Storytelling dan Nilai yang Autentik

Dalam kesempatan berbeda, Marketing + Media Alliance Indonesia (MMA Indonesia) meluncurkan Modern Marketing Reckoner (MMR) 2025 Annual Industry Report di EMTEK Hall, SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025. Peluncuran laporan tersebut menjadi momentum bagi industri pemasaran dan periklanan Indonesia dalam meninjau tren dan teknologi yang akan memengaruhi 2026 dan seterusnya.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, di Indonesia, pola perilaku konsumen berubah cepat seiring proyeksi pertumbuhan kelas menengah menjadi 135 juta orang pada 2030. Keputusan konsumen semakin dipengaruhi budaya, komunitas, dan keterlibatan real-time dibanding perjalanan penjualan linear. Brands perlu menghadirkan pengalaman yang personal dan relevan secara budaya di berbagai kanal, serta menguatkan kemampuan analitik, eksperimen, dan kreativitas modern yang menggabungkan data dengan wawasan lokal.

Kreativitas berorientasi purpose juga kian berperan dalam menciptakan nilai. Dengan pasar digital advertising Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 4,27 miliar pada 2030, brand dengan storytelling autentik dan berkesadaran sosial menunjukkan kinerja lebih baik dibanding kampanye jangka pendek. Modern Marketing Reckoner 2025 mencatat bahwa brand equity jangka panjang kini bertumpu pada koneksi emosional, kredibilitas, dan kepercayaan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |