Akhir Tragis Mary Magdalene, Influencer Pecandu Operasi Plastik dan Tato

3 weeks ago 63

Liputan6.com, Jakarta - Mary Magdalene, influencer yang juga pecandu operasi plastik dan tato, tewas mengenaskan pada 9 Desember 2025 siang. Ia jatuh dari sebuah kondominum di Patong, Thailand, beberapa jam setelah check-in untuk menginap semalam di tempat tersebut. Jenazahnya baru ditemukan keesokan harinya di area parkir gedung setelah pukul 13.30 waktu setempat.

Polisi dari Kepolisian Patong mengonfirmasi kematiannya setelah jatuh dari balkon lantai sembilan. Mengutip The Thaiger, Senin (15/12/2025), pihak berwenang Thailand belum mengumumkan kesimpulan apa pun terkait kasus tersebut dan investigasi masih berlangsung.

Hanya beberapa jam sebelum kematiannya, kreator konten asal Meksiko-Kanada itu membuat unggahan terakhir yang menyeramkan sebelum terjun dari balkon hotel hingga tewas. Perempuan bernama asli Denise Ivonne Jarvis Gongora itu membagikan cuplikan dari adegan terakhir film The Truman Show.

Di dalamnya, karakter Jim Carrey membungkuk dan berkata, "Jika aku tidak bertemu kalian lagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam." Ini adalah adegan yang ia bagikan dalam unggahan tersebut bersama dengan foto yang tampaknya adalah fotonya saat masih kecil.

Waktu unggahan yang mengejutkan itu membuat para penggemar mempertanyakan apakah ia sengaja mengirimkan pesan kepada mereka. "Dia benar-benar cukup peduli pada kita untuk mengucapkan selamat tinggal," tulis salah satu penggemar di kolom komentar, dikutip dari laman news.com.au.

Yang lain menyebutnya sebagai 'perpisahan terakhir' dan caranya 'mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang'. Jenazah Mary Magdalene kini disemayamkan di Rumah Sakit Vachira Phuket.

Deretan Operasi Plastik yang Dijalani Mary Magdalene

Semasa hidupnya, Mary Magdalene yang berusia 33 tahun ini, mengaku telah menghabiskan USD 508.000 untuk operasi plastik. Influencer itu menjalani kehidupan yang penuh gejolak, mulai dari dibesarkan dalam lingkungan yang sangat ketat hingga menjalani operasi ilegal dan gagal, beberapa di antaranya hampir merenggut nyawanya.

Tumbuh di keluarga yang sangat religius di Kanada, di mana bahkan film Disney pun dilarang, pada usia 12 tahun ia mulai bereksperimen dengan narkoba dan alkohol. Pada usia 17 tahun, ia menjadi penari telanjang dan kemudian menjadi pekerja seks komersial. Pada usia 21 tahun, ia menjalani prosedur kosmetik pertamanya.

Obsesinya pada operasi plastik terus berlanjut hingga bertahun-tahun mengejar implan payudara yang lebih besar, BBL (Brazilian Butt Lift), operasi hidung, pengangkatan lemak, dan banyak lagi. Tapi, sosoknya pertama kali dikenal di dunia maya adalah pada 2018, setelah menjalani prosedur ilegal untuk menciptakan "vagina tergemuk di dunia" yang membuatnya membutuhkan dua transfusi darah. 

Operasi Plastik Jadi Hobi

Awal tahun ini, ia menato bola matanya dengan warna hijau neon – tetapi tinta kuning berlebih mulai bocor dan "menggumpal" di sudut matanya, meninggalkan noda pada kulit di sekitarnya. Magdalene juga memutuskan untuk mentato seluruh tubuhnya dengan warna hitam pekat, yang menurutnya membuat para pria terpukau.

Mary memulai saluran YouTube-nya sendiri sebagai platform untuk mengadakan diskusi tentang prosedur yang dilakukannya, standar kecantikan masyarakat, dan pandangannya tentang operasi plastik.

Dalam sebuah klip YouTube berdurasi tujuh menit, Mary pernah berkata, "Orang-orang terpesona, bingung tentang tubuh saya. Saya tidak tahu, saya sangat menyukai operasi, saya menyukai operasi plastik, itu salah satu hobi saya."

Terlepas dari itu, kasus kecanduan pada operasi plastik juga dialami seorang perempuan di Korea Selatan. Dilansir dari Oddity Central, Minggu, 19 Februari 2025, perempuan bernama Gil Lee Won itu telah menghabiskan 300 juta won atau sekitar Rp3,4 miliar untuk menjalani sekitar 400 prosedur operasi plastik selama 15 tahun terakhir.

Tak Menyesal Jalani Operasi Plastik

Dalam acara televisi populer "It’s Okay to Be a Martian" di tvN STORY, Gil menceritakan awal mula dirinya menjalani operasi plastik pada 2010. Saat mempersiapkan ujian masuk universitas, berat badannya naik dan ia sering diejek karena bentuk tubuhnya yang dianggap gemuk.

Ia juga mengaku sempat dikritik soal penampilan oleh mantan pacarnya, yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri. "Pacar saya yang saya kencani dari usia 27 sampai 30 tahun terus mengkritik penampilan saya, dan itu menghancurkan rasa percaya diri saya," ujarnya.

"Saya ingin mengubah diri sepenuhnya. Tapi saya tidak menyesal melakukan operasi plastik. Sekarang, saya merasa percaya diri dengan penampilan saya."

Gil mengatakan bahwa sejak operasi pertamanya, ia terus melanjutkan berbagai perawatan kecantikan tanpa henti. Dalam 15 tahun terakhir, ia telah menjalani banyak prosedur, mulai dari pengisian lemak di dahi, pembentukan telinga, operasi kelopak mata ganda, koreksi mata, operasi hidung, kontur wajah, pembuatan dan penghapusan lesung pipi, filler bibir, hingga sedot lemak seluruh tubuh dan suntikan sel punca.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |