7 Tips Mengukus Kue Agar Tidak Bantat dan Berair, Dijamin Mengembang Sempurna

4 weeks ago 46

Liputan6.com, Jakarta - Proses pengolahan kue kukus sering dianggap sederhana oleh banyak orang, padahal hasil akhir sangat dipengaruhi berbagai aspek teknis dapur. Perbedaan kecil pada tahap persiapan dapat menghasilkan tekstur jauh dari harapan. Pembahasan tips mengukus kue agar tidak bantat dan berair menjadi dasar penting, sebelum memulai praktik memasak serius.

Kesalahan umum sering muncul saat pengaturan panas, kondisi alat kukus, serta karakter adonan kurang diperhatikan secara menyeluruh. Situasi tersebut membuat kue kehilangan kelembutan serta tampilan menarik. Melalui pemahaman tips mengukus kue agar tidak bantat dan berair, pembaca memperoleh gambaran menyeluruh mengenai faktor penentu keberhasilan kukusan.

Uraian tips mengukus kue agar tidak bantat dan berair membantu meningkatkan kualitas hasil, tanpa bergantung pada keberuntungan semata. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (14/12/2025).

Tips Mengukus Kue Agar Tidak Bantat dan Berair

Mengukus kue memerlukan perhatian khusus pada setiap tahap proses agar hasil akhir memiliki tekstur lembut, mengembang sempurna, dan tidak basah. Kesalahan kecil dalam pengaturan suhu, alat, maupun adonan dapat berdampak besar pada kualitas kue. Oleh sebab itu, penerapan tips berikut sangat dianjurkan untuk mendapatkan hasil kukusan maksimal.

1. Panaskan Kukusan Terlebih Dahulu

Sebelum adonan kue dimasukkan, pastikan air di dalam kukusan telah mencapai titik didih dan menghasilkan uap panas secara merata. Kondisi uap yang stabil sejak awal proses sangat penting agar adonan langsung menerima panas optimal. Uap panas yang konsisten membantu reaksi pengembangan berjalan dengan baik, sehingga struktur kue terbentuk ringan dan tidak padat. Memasukkan adonan ke dalam kukusan yang belum cukup panas sering menyebabkan kue gagal mengembang dan berakhir bantat.

2. Gunakan Api Sedang dan Stabil

Pengaturan api memegang peranan krusial selama proses pengukusan. Api yang terlalu besar dapat membuat adonan mengembang secara tiba-tiba lalu mengempis sebelum struktur kue menguat. Sebaliknya, api yang terlalu kecil menyebabkan uap panas tidak mencukupi, sehingga bagian dalam kue matang lebih lambat dan tidak merata. Api sedang yang dijaga stabil sepanjang proses memungkinkan kue mengembang secara bertahap dan menghasilkan tekstur lembut serta kokoh.

3. Bungkus Tutup Kukusan

Salah satu penyebab utama kue kukus menjadi berair adalah tetesan uap air dari bagian dalam tutup kukusan. Untuk mencegah hal tersebut, tutup kukusan sebaiknya dibungkus menggunakan kain bersih atau serbet dapur. Kain ini berfungsi menyerap uap air berlebih sehingga tidak jatuh ke permukaan adonan. Cara sederhana ini sangat efektif menjaga permukaan kue tetap kering dan tampilan lebih menarik setelah matang.

4. Jangan Sering Membuka Tutup Kukusan

Membuka tutup kukusan saat proses berlangsung dapat menyebabkan perubahan suhu secara tiba-tiba di dalam ruang kukus. Perubahan suhu ini mengganggu proses pengembangan adonan dan berpotensi membuat kue menjadi bantat. Oleh karena itu, sebaiknya tutup kukusan tetap tertutup rapat hingga waktu pengukusan hampir selesai, kecuali pada saat pengecekan akhir untuk memastikan kematangan.

5. Perhatikan Konsistensi Adonan

Konsistensi adonan memiliki pengaruh besar terhadap hasil kue kukus. Adonan yang terlalu encer cenderung menghasilkan kue bertekstur lembek, berat, dan sulit mengembang. Sebaliknya, adonan yang terlalu kental dapat membuat kue keras. Takaran bahan cair dan bahan kering perlu diperhatikan secara cermat sesuai resep agar adonan memiliki keseimbangan ideal dan menghasilkan kue yang ringan serta lembut.

6. Gunakan Loyang yang Tepat

Pemilihan loyang yang sesuai sangat penting untuk mendukung proses pengembangan kue. Loyang yang terlalu kecil dan diisi adonan berlebihan dapat menghambat kue mengembang secara optimal. Menggunakan loyang dengan ukuran sebanding dengan jumlah adonan memberi ruang cukup bagi kue untuk naik dan matang secara merata selama proses pengukusan.

7. Susun Kue dengan Jarak

Penataan loyang atau cetakan di dalam kukusan perlu memperhatikan jarak antar kue. Jarak yang cukup memungkinkan uap panas bersirkulasi dengan baik ke seluruh bagian kukusan. Sirkulasi uap yang lancar membantu setiap kue menerima panas secara merata, sehingga hasil kukusan lebih sempurna dan tidak ada bagian yang matang setengah atau terlalu lembap.

Penyebab Kue Bantat dan Berair Saat Dikukus

Kue kukus yang bantat dan berair sering menjadi masalah umum, baik bagi pemula maupun pembuat kue berpengalaman. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kesalahan kecil selama proses persiapan hingga pengukusan. Memahami penyebabnya akan membantu menghindari kegagalan dan menghasilkan kue kukus bertekstur lembut serta matang sempurna. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Memasukkan adonan kue ke dalam kukusan sebelum air benar-benar mendidih membuat adonan tidak langsung menerima uap panas maksimal. Akibatnya, proses pengembangan terhambat dan struktur kue menjadi padat serta berat.
  • Api yang terlalu besar dapat membuat kue mengembang secara tiba-tiba lalu mengempis, sedangkan api terlalu kecil menyebabkan kue matang tidak merata. Ketidakstabilan suhu ini sering berujung pada kue bantat atau bagian dalam masih basah.
  • Kue berair biasanya disebabkan oleh tetesan uap air dari tutup kukusan. Tutup yang tidak dibungkus kain akan menampung uap panas lalu menjatuhkannya kembali ke permukaan kue, sehingga tekstur menjadi lembek dan basah.
  • Membuka tutup kukusan saat proses berlangsung menyebabkan perubahan suhu mendadak. Kondisi ini mengganggu proses pengembangan adonan dan membuat kue sulit mengembang sempurna.
  • Adonan yang terlalu encer menghasilkan kue lembek dan berat, sedangkan adonan terlalu kental membuat kue keras. Ketidakseimbangan bahan cair dan kering menjadi faktor utama kegagalan tekstur kue kukus.
  • Pengocokan adonan yang berlebihan dapat menghilangkan udara penting dalam adonan, sementara pengocokan yang kurang membuat adonan tidak cukup ringan. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan kue gagal mengembang.
  • Mengisi loyang terlalu penuh menghambat ruang pengembangan kue saat dikukus. Akibatnya, kue menjadi padat dan tidak mengembang secara maksimal.
  • Penyusunan loyang terlalu rapat di dalam kukusan menghambat aliran uap panas. Hal ini menyebabkan pemanasan tidak merata dan membuat sebagian kue matang tidak sempurna.

Ragam Resep Kue Kukus

1. Bolu Kukus Mekar Anti Bantat

Bahan:

  • 2 butir telur suhu ruang
  • 150 gram gula pasir halus
  • 1 sdt SP atau ovalet
  • 200 gram tepung terigu protein sedang
  • 1 sdt baking powder
  • 200 ml minuman soda tawar dingin
  • 1 sdt vanili cair
  • Pewarna makanan secukupnya

Cara Membuat:

  1. Kocok telur, gula, serta SP hingga adonan putih kental serta berjejak jelas.
  2. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak sedikit demi sedikit.
  3. Tuang soda tawar secara perlahan sambil adonan diaduk balik hingga tercampur rata.
  4. Tambahkan vanili lalu bagi adonan ke beberapa wadah pewarna.
  5. Tuang adonan ke cetakan hingga penuh.
  6. Kukus selama 12–15 menit pada kukusan panas menggunakan api sedang.

Tips Anti Bantat:

  • Kukusan harus sudah mendidih kuat sebelum adonan masuk.
  • Jangan membuka tutup kukusan selama proses berlangsung.

2. Kue Talam Pandan Lembut dan Tidak Berair

Bahan Lapisan Bawah:

  • 100 gram tepung beras
  • 50 gram tepung tapioka
  • 100 gram gula pasir
  • 250 ml santan encer
  • 1 sdt pasta pandan
  • Sejumput garam

Bahan Lapisan Atas:

  • 150 ml santan kental
  • 1 sdm tepung beras
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Campur seluruh bahan lapisan bawah hingga adonan halus tanpa gumpalan.
  2. Tuang ke cetakan lalu kukus 15 menit hingga set.
  3. Campur bahan lapisan atas lalu tuang perlahan di atas lapisan bawah.
  4. Kukus kembali 10 menit hingga matang.

Tips Anti Bantat:

  • Aduk adonan sebelum dituang agar tepung tidak mengendap.
  • Bungkus tutup kukusan menggunakan kain bersih.

3. Brownies Kukus Cokelat Moist Tidak Bantat

Bahan:

  • 2 butir telur
  • 150 gram gula pasir
  • 100 gram dark chocolate leleh
  • 100 ml minyak sayur
  • 100 gram tepung terigu
  • 30 gram cokelat bubuk
  • 1/2 sdt baking powder
  • 1/4 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Kocok telur serta gula hingga larut dan sedikit mengembang.
  2. Masukkan cokelat leleh serta minyak, aduk rata.
  3. Masukkan bahan kering sambil diayak, aduk balik hingga tercampur.
  4. Tuang ke loyang beralas kertas roti.
  5. Kukus 25–30 menit sampai matang.

Tips Anti Bantat:

  • Jangan mengocok berlebihan setelah tepung masuk.
  • Pastikan uap panas stabil sepanjang proses.

FAQ Seputar Topik

Mengapa kue kukus bisa bantat?

Kue kukus bantat karena adonan kekurangan udara saat pengocokan, bahan terlalu dingin, atau uap panas tidak stabil selama pengukusan.

Apa rahasia agar kue kukus mekar?

Rahasia utamanya adalah uap panas yang kuat, tutup kukusan tidak dibuka di awal, serta adonan cukup ringan dan penuh udara.

Apakah bisa membuat kue kukus tanpa mixer?

Bisa, tetapi membutuhkan tenaga ekstra untuk mengocok telur dan gula hingga mengembang penuh agar hasilnya tidak padat.

Mengapa tutup kukusan harus dilapisi kain?

Agar tetesan air tidak jatuh ke adonan, karena air dapat membuat permukaan kue basah dan menghambat proses mengembang.

Mengapa adonan harus diaduk balik?

Teknik aduk balik menjaga gelembung udara tetap bertahan sehingga adonan tetap mengembang saat dikukus.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |