Liputan6.com, Jakarta - Ubi Cilembu merupakan varietas ubi jalar yang berasal dari Desa Cilembu, Sumedang, Jawa Barat. Ubi ini terkenal karena rasa manis yang menyerupai madu dan tekstur yang lembut. Keunikan ini menjadikan Ubi Cilembu pilihan favorit banyak orang, baik sebagai camilan maupun bahan olahan makanan. Namun, untuk mendapatkan pengalaman menikmati Ubi Cilembu yang optimal, pemilihan ubi yang tepat menjadi langkah awal yang penting.
Tidak semua Ubi Cilembu yang tersedia di pasaran memiliki kualitas yang sama. Faktor seperti kondisi tanah, proses penyimpanan pascapanen, dan cara penanaman berkontribusi pada rasa manis dan tekstur ubi. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri Ubi Cilembu yang manis secara alami adalah pengetahuan yang berharga bagi konsumen. Panduan ini akan menguraikan tujuh cara praktis untuk memilih Ubi Cilembu yang memiliki rasa manis alami, dengan memperhatikan aspek warna kulit, tekstur, dan aroma.
Dengan memahami karakteristik fisik ubi yang berkualitas, Anda dapat memastikan setiap Ubi Cilembu yang dipilih akan memberikan pengalaman rasa yang memuaskan. Mari kita telusuri lebih lanjut bagaimana cara mengenali Ubi Cilembu terbaik, dirangkum Liputan6 dari berbagai sumber, Rabu (10/12).
1. Warna Kulit yang Khas
Warna kulit Ubi Cilembu dapat menjadi indikator awal kualitas rasa manisnya. Ubi Cilembu yang memiliki potensi rasa manis alami seringkali menunjukkan warna kulit tertentu yang membedakannya dari jenis ubi lain. Perhatikan warna kulit yang cenderung seragam dan tidak menunjukkan perubahan warna yang mencolok pada satu bagian.
Kulit Ubi Cilembu yang baik umumnya memiliki nuansa cokelat keemasan atau krem kemerahan yang merupakan tanda kualitas. Warna ini mengindikasikan bahwa ubi telah mencapai kematangan yang sesuai dan proses pembentukan gula di dalamnya telah berlangsung dengan baik. Hindari ubi dengan warna kulit yang terlalu pucat atau terlalu gelap, karena ini dapat menunjukkan kondisi ubi yang belum matang sempurna atau justru sudah terlalu tua.
Perubahan warna kulit yang tidak merata atau adanya bercak-bercak gelap dapat menjadi tanda adanya kerusakan atau penyakit pada ubi. Memilih ubi dengan warna kulit yang konsisten dan sesuai dengan karakteristik Ubi Cilembu yang matang akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan ubi dengan rasa manis yang diharapkan.
2. Tekstur Kulit yang Mulus
Tekstur kulit Ubi Cilembu memberikan petunjuk tentang kesegaran dan kondisi internal ubi. Ubi Cilembu yang berkualitas baik memiliki kulit yang terasa halus saat disentuh. Kulit yang mulus tanpa banyak bercak atau kerusakan menunjukkan bahwa ubi berada dalam kondisi segar dan tidak mengalami masalah selama pertumbuhan atau penanganan pascapanen.
Hindari Ubi Cilembu yang kulitnya terasa kasar, berkerut, atau memiliki banyak bintik hitam. Kulit yang berkerut dapat mengindikasikan bahwa ubi telah kehilangan banyak kelembaban, yang bisa mengurangi tekstur lembut dan rasa manisnya. Bintik hitam atau bercak pada kulit juga bisa menjadi tanda awal pembusukan atau kerusakan akibat serangga.
Kulit Ubi Cilembu yang baik juga tidak terlalu keras atau terlalu lembek saat ditekan dengan lembut. Kulit yang sedikit kenyal menunjukkan bahwa ubi memiliki kandungan air yang cukup dan dagingnya masih dalam kondisi prima. Memilih ubi dengan tekstur kulit yang mulus dan sehat akan berkontribusi pada kualitas rasa dan tekstur saat diolah.
3. Bentuk Ubi yang Proporsional
Bentuk Ubi Cilembu juga dapat menjadi panduan dalam memilih ubi yang manis dan berkualitas. Ubi Cilembu yang baik umumnya memiliki bentuk yang cenderung bulat atau lonjong. Bentuk yang proporsional ini menunjukkan pertumbuhan ubi yang optimal di dalam tanah, tanpa hambatan yang menyebabkan deformasi.
Pilihlah ubi dengan ukuran sedang. Ubi yang terlalu kecil mungkin belum mencapai kematangan penuh, sehingga rasa manisnya belum berkembang maksimal. Sebaliknya, ubi yang terlalu besar bisa jadi sudah terlalu tua, yang terkadang mempengaruhi tekstur dan rasanya. Bentuk yang aneh atau tidak simetris sebaiknya dihindari, karena bisa menjadi indikasi pertumbuhan yang tidak normal atau adanya kerusakan internal.
Ubi Cilembu asli seringkali memiliki bentuk yang panjang dan berurat. Namun, yang terpenting adalah bentuk tersebut terlihat utuh dan tidak cacat. Bentuk yang proporsional juga memudahkan proses pengolahan, seperti pemanggangan, karena ubi akan matang secara merata.
4. Kepadatan dan Berat yang Sesuai
Kepadatan dan berat Ubi Cilembu saat dipegang merupakan indikator penting dari kandungan air dan padatnya daging ubi. Ubi yang terasa berat saat dipegang, relatif terhadap ukurannya, biasanya memiliki kandungan air yang cukup dan daging yang padat. Kandungan air yang memadai ini berperan dalam menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis saat ubi dimasak.
Sebaliknya, ubi yang terasa ringan untuk ukurannya dapat mengindikasikan bahwa ubi tersebut sudah kering atau kurang padat. Ubi yang kering cenderung memiliki tekstur yang kurang lembut dan rasa manis yang tidak seintens ubi yang padat. Kepadatan ubi juga menunjukkan bahwa ubi tersebut sehat dan tidak mengalami pengeroposan di bagian dalamnya.
Memilih Ubi Cilembu yang terasa padat dan berat saat digenggam akan memastikan Anda mendapatkan ubi dengan kualitas daging yang baik. Kualitas daging yang baik ini akan mendukung proses karamelisasi gula alami saat dipanggang, sehingga menghasilkan "madu" khas Ubi Cilembu yang lezat.
5. Aroma Manis Alami
Aroma Ubi Cilembu dapat menjadi petunjuk kualitas, bahkan sebelum ubi dimasak. Ubi Cilembu segar yang memiliki potensi rasa manis alami seringkali mengeluarkan aroma manis yang khas, meskipun belum melalui proses pemanasan. Aroma ini merupakan indikator kesegaran dan kandungan gula alami yang sudah terbentuk dalam ubi.
Beberapa orang juga mengenali aroma tanah yang khas pada Ubi Cilembu segar, yang sedikit bercampur dengan nuansa manis. Aroma ini berasal dari kondisi tanah tempat ubi tumbuh dan merupakan bagian dari identitas Ubi Cilembu asli. Aroma yang harum saat dimasak juga menjadi ciri khas Ubi Cilembu yang manis.
Hindari Ubi Cilembu yang mengeluarkan bau apek atau tidak sedap. Bau yang tidak menyenangkan ini dapat menjadi tanda bahwa ubi sudah mulai membusuk atau terkontaminasi. Memilih ubi dengan aroma yang bersih dan sedikit manis akan membantu memastikan kualitas rasa yang optimal.
6. Ketiadaan Kerusakan Fisik
Pemeriksaan fisik Ubi Cilembu secara menyeluruh adalah langkah penting untuk memastikan kualitasnya. Ubi yang baik harus bebas dari segala bentuk kerusakan fisik seperti luka, memar, atau lubang bekas gigitan serangga. Kerusakan pada kulit ubi dapat menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan.
Perhatikan juga apakah ada bagian yang lunak atau lembek saat ubi ditekan. Bagian yang lunak menunjukkan bahwa ubi sudah mulai busuk atau mengalami kerusakan internal. Kulit yang mengkerut juga merupakan tanda bahwa ubi sudah tidak segar dan kehilangan kelembaban.
Ubi Cilembu yang berkualitas akan terasa keras dan padat saat dipegang, tanpa ada bagian yang lembek. Memilih ubi yang utuh dan bebas dari kerusakan fisik akan menjamin bahwa ubi tersebut segar dan memiliki potensi rasa manis alami yang maksimal.
7. Tidak Ada Tunas atau Akar
Kehadiran tunas atau akar pada Ubi Cilembu merupakan tanda bahwa ubi sudah mulai menua dan proses perkecambahan telah dimulai. Ubi Cilembu yang sudah bertunas atau memiliki akar kecil sebaiknya dihindari. Proses pertunasan ini menggunakan cadangan gula dalam ubi untuk pertumbuhan tunas, yang dapat mengurangi kadar gula dan rasa manis pada daging ubi.
Selain mengurangi rasa manis, ubi yang bertunas juga dapat memiliki tekstur yang kurang baik. Pertunasan dapat menyebabkan ubi menjadi lebih berserat atau kering. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa ubi telah disimpan terlalu lama atau dalam kondisi yang tidak ideal, seperti suhu dan kelembaban yang tidak sesuai.
Memilih Ubi Cilembu yang tidak memiliki tunas atau akar akan memastikan bahwa seluruh cadangan gula masih tersimpan dalam daging ubi, siap untuk diubah menjadi "madu" saat dipanggang. Ini adalah cara untuk mendapatkan Ubi Cilembu dengan rasa manis alami dan tekstur lembut yang menjadi ciri khasnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Mengapa Ubi Cilembu terasa manis seperti madu?
A: Rasa manis Ubi Cilembu berasal dari kandungan gula alami yang tinggi, terutama ketika dipanggang.
Q: Apakah Ubi Cilembu hanya manis jika ditanam di Sumedang?
A: Ubi Cilembu cenderung lebih manis jika ditanam di tanah Sumedang, khususnya Desa Cilembu.
Q: Berapa lama Ubi Cilembu bisa disimpan agar rasa manisnya maksimal?
A: Ubi Cilembu perlu disimpan selama 5-7 hari setelah panen untuk meningkatkan rasa manis.
Q: Apakah Ubi Cilembu cocok untuk diet?
A: Ubi Cilembu merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk diet.
Q: Bagaimana cara terbaik mengolah Ubi Cilembu agar manisnya keluar?
A: Cara terbaik mengolah Ubi Cilembu adalah dengan dipanggang atau dioven untuk mengeluarkan rasa manis.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4157490/original/040761200_1663137277-WhatsApp_Image_2022-09-14_at_13.24.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3914734/original/059969600_1643163280-yang-louie-jLCW1qvsqlU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170648/original/006883400_1742615039-1742610975245_trik-diet-cepat-kurus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469493/original/053568700_1768123932-MixCollage-11-Jan-2026-04-31-PM-2766.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328480/original/006901400_1756249791-snapins-ai_3707828591079985777.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405457/original/019617700_1762482561-kikil__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469261/original/072782000_1768102784-jennie_gda2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469232/original/093781800_1768099413-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.18.00__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469086/original/053701500_1768056478-david-klein-INBqy9w0JBY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467829/original/097099200_1767931642-turis_di_kuil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441087/original/028978500_1765452635-nasi_bakar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468874/original/055336200_1768028655-Screenshot_2026-01-10_140317.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469112/original/066155600_1768061121-jan-kopriva-aQCClWOS9dY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468961/original/086247600_1768038955-Screenshot_2026-01-10_165532.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4968654/original/002188100_1728902633-WhatsApp_Image_2024-10-10_at_16.15.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469015/original/014502600_1768042708-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469000/original/009567400_1768042016-245337102_173957358225650_7280437241815299705_n__1__2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355966/original/020828200_1758389756-SnapInsta.to_471635192_1112381627228737_5570600062492769313_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465380/original/081858700_1767766630-buryam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362649/original/088839700_1758871824-Screenshot_2025-09-26_142158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)