6 Tips Membuat Abon yang Kering, Renyah dan Tahan Lama

3 weeks ago 48

Liputan6.com, Jakarta - Abon menjadi salah satu olahan daging favorit banyak orang, terkenal karena rasa gurih dan tekstur renyahnya. Hasil olahan ini cocok disantap sebagai lauk, pelengkap nasi, atau camilan praktis. Memastikan abon memiliki tingkat kekeringan optimal akan membuatnya lebih awet dan nikmat saat dikonsumsi. 

Proses pembuatan abon melibatkan beberapa tahap penting, mulai dari pemilihan daging segar, perebusan, hingga penghalusan serat. Setiap tahap memengaruhi tekstur dan cita rasa akhir olahan. Tips membuat abon yang kering memberikan panduan agar daging tidak lembek, bumbu meresap dan abon siap disimpan dalam jangka waktu lebih lama.

Selain untuk konsumsi pribadi, abon kering juga ideal dijadikan hadiah atau produk usaha rumahan. Penampilan, aroma dan kerenyahan menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga maupun konsumen. Tips membuat abon yang kering membantu menghasilkan olahan daging berkualitas yang aman disimpan dan menarik secara visual.

Aktivitas membuat abon kering juga memberikan kesempatan untuk belajar teknik memasak yang tepat. Pemahaman tentang perbandingan bumbu, suhu penggorengan dan metode pengeringan membuat hasil lebih konsisten. Tips membuat abon yang kering menjadikan proses memasak lebih mudah dipahami, sekaligus meningkatkan keterampilan memasak setiap orang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (17/12/2025).

Tips Membuat Abon yang Kering

Abon merupakan salah satu olahan daging favorit masyarakat Indonesia karena cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang kering serta renyah. Selain mudah dijadikan lauk pendamping nasi, lontong, atau roti, abon yang kering memiliki keunggulan daya simpan lebih lama dibandingkan olahan daging basah.

Proses pembuatan abon yang kering tidak hanya sekadar menumis daging dan bumbu, tetapi membutuhkan teknik dan ketelitian agar daging tetap memiliki tekstur serat yang utuh, bumbu meresap secara merata, dan hasil akhirnya renyah saat dikonsumsi.

1. Pemilihan Daging Berkualitas Tinggi

Tahap pertama yang sangat menentukan keberhasilan abon adalah pemilihan bahan baku daging. Daging segar dari sapi, ayam, atau ikan merupakan pilihan terbaik karena kualitas protein yang tinggi, tekstur yang pas untuk disuwir, serta aroma alami yang lebih sedap.

Potong daging menjadi bagian kecil atau serat tipis agar proses perebusan lebih cepat dan homogen. Penggunaan daging berkualitas tinggi juga meminimalisir bau amis, menjaga warna abon tetap menarik, dan memudahkan proses pengeringan sehingga abon tidak lembek.

2. Perebusan Daging hingga Tekstur Empuk

Setelah daging dipotong, langkah selanjutnya adalah merebusnya hingga mencapai tingkat empuk optimal. Rebus dalam air mendidih sambil menambahkan sedikit garam atau bumbu dasar untuk memberikan rasa awal yang meresap.

Pastikan tidak merebus terlalu lama karena daging yang terlalu lembek akan mudah hancur saat proses menumis atau pengeringan. Setelah daging empuk, tiriskan dan biarkan sedikit dingin agar mudah disuwir menjadi serat tipis tanpa kehilangan tekstur.

3. Penghalusan dan Penyuwiran Serat Daging

Daging yang telah direbus selanjutnya diolah menjadi serat tipis. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual menggunakan garpu atau pisau, atau menggunakan blender penggiling pada mode kasar untuk mempertahankan serat alami.

Penyuwiran serat yang halus membantu bumbu meresap lebih merata dan mempercepat pengeringan. Teknik penyuwiran juga berperan penting dalam menentukan kerenyahan abon, sehingga setiap gigitan terasa ringan dan renyah.

4. Pemilihan dan Penumisan Bumbu yang Tepat

Bumbu adalah kunci aroma dan cita rasa abon. Umumnya, abon menggunakan kombinasi bawang putih, bawang merah, garam, gula, merica, dan kaldu bubuk. Untuk variasi rasa, dapat ditambahkan rempah seperti ketumbar, pala, atau cabai bubuk.

Sebaiknya tumis bumbu terlebih dahulu hingga harum dan matang sebelum dicampurkan dengan daging suwir. Teknik ini memastikan bumbu menempel merata pada setiap serat daging, sehingga abon terasa gurih menyeluruh.

5. Penumisan Daging hingga Kering

Proses menumis daging bersama bumbu memerlukan ketelitian agar abon kering merata dan tidak berminyak. Gunakan api kecil hingga sedang, sambil terus diaduk agar panas merata dan mencegah gosong.

Waktu penumisan biasanya berkisar antara 30 hingga 60 menit, tergantung jumlah daging. Jika setelah waktu tersebut abon masih terasa lembap, lanjutkan menumis hingga kandungan air berkurang dan tekstur menjadi renyah.

6. Penyimpanan Abon Agar Tahan Lama

Setelah abon benar-benar kering, simpan dalam wadah kedap udara atau toples bersih untuk menjaga kualitas. Tempatkan di lokasi sejuk dan kering agar abon dapat bertahan hingga 1–2 minggu tanpa perlu kulkas. Untuk penyimpanan jangka panjang, penggunaan vacuum seal atau penyimpanan di lemari pendingin dapat menjaga aroma, rasa, dan kerenyahan abon lebih lama.

Variasi Resep Abon Kering

Bahan:

  • Daging sapi segar 500 gram
  • 4 siung bawang putih, haluskan
  • 5 siung bawang merah, haluskan
  • 2 sdm gula merah
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt ketumbar bubuk

Cara Membuat:

  1. Rebus daging hingga empuk, tiriskan, dan suwir tipis.
  2. Tumis bawang, gula, garam, merica, ketumbar hingga harum.
  3. Masukkan daging suwir, aduk hingga bumbu meresap.
  4. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga kering dan renyah.

2. Abon Ayam Kering Gurih

Bahan:

  • Daging ayam fillet 500 gram
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt kaldu ayam bubuk

Cara Membuat:

  1. Rebus ayam hingga empuk, suwir halus.
  2. Tumis bawang putih hingga harum, tambahkan kecap manis dan kaldu bubuk.
  3. Masukkan ayam suwir, aduk rata.
  4. Masak sambil terus diaduk hingga air habis dan tekstur menjadi kering.

3. Abon Ikan Tuna Kering

Bahan:

  • Ikan tuna fillet 400 gram
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 2 sdm minyak goreng
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat:

  1. Kukus ikan tuna hingga matang, suwir tipis.
  2. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.
  3. Tambahkan ikan suwir, garam, merica, gula.
  4. Masak sambil diaduk perlahan hingga kering dan warnanya keemasan.

FAQ Seputar Topik

Apa saja bahan baku terbaik untuk membuat abon kering?

Untuk abon sapi, pilih bagian gandik. Untuk abon ayam, gunakan dada. Jika abon ikan, pilih ikan berdaging tebal dan berserat seperti tongkol atau tuna.

Bagaimana cara memastikan abon tidak terlalu berminyak?

Gunakan minyak secukupnya saat menggoreng dan masukkan daging suwir sedikit demi sedikit. Setelah matang, tiriskan minyak menggunakan alat peniris atau mesin spinner.

Berapa lama abon kering bisa bertahan jika disimpan dengan benar?

Abon kering yang disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang bisa bertahan hingga 1 minggu, dan di kulkas bisa mencapai 1 bulan, bahkan berbulan-bulan untuk abon sapi yang sangat kering.

Mengapa penting untuk membiarkan abon dingin sebelum disimpan?

Jika abon disimpan dalam wadah tertutup saat masih panas, abon tidak akan renyah dan bisa basi dalam 2 hari karena uap air yang terperangkap.

Apa peran santan dalam pembuatan abon?

Santan wajib digunakan untuk memberikan rasa gurih dan tekstur yang lembut pada abon.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |