5 Negara Teraman di Dunia 2025 untuk Bepergian, Elemen Penting Sektor Pariwisata

3 weeks ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2025 tercatat sebagai tahun yang penuh tantangan bagi stabilitas dunia. Konflik global meningkat, keamanan perbatasan diperketat, dan ketegangan perdagangan terus memanas. Di tengah suramnya kondisi dunia, sejumlah negara konsisten memprioritaskan perdamaian. Lima negara berada di daftar puncak negara teraman di dunia 2025 menurut Global Peace Index (GPI) 2025.

Melansir BBC, Kamis, 4 Desember 2025, GPI yang diterbitkan Institute for Economic & Peace, membuat penilaian berdasarkan 23 indikator utama, mulai dari konflik eksternal dan pengeluaran militer hingga langkah-langkah keselamatan domestik seperti tingkat terorisme dan pembunuhan. Negara-negara yang berada di puncak indeks ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa selama hampir dua dekade.

Hal ini membuktikan bahwa kebijakan yang damai dapat membawa stabilitas jangka panjang. Penduduk di negara-negara teraman ini mengungkapkan bagaimana kebijakan dan budaya membentuk kehidupan sehari-hari mereka yang tenang. Berikut daftarnya:

1. Islandia 

Menempati peringkat pertama sejak 2008, Islandia tetap menjadi negara terdamai di dunia. Negara ini unggul dalam tiga aspek utama, keselamatan dan keamanan, konflik yang sedang berlangsung, serta militerisasi. 

Tahun ini, Islandia bahkan mencatat peningkatan skor sebesar dua persen, memperlebar jarak dari negara di peringkat kedua. Bagi penduduk lokal, rasa aman ini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian.

Inga Rós Antoníusdóttir, seorang manajer umum perjalanan wisata yang lahir di Islandia, menjelaskan bahwa rasa aman muncul dari komunitas. "Anda bisa berjalan sendirian di malam hari tanpa rasa khawatir, anda akan melihat bayi-bayi tidur dengan damai di kereta bayi di luar kafe dan toko sementara orang tua mereka makan atau mengurus keperluan, dan polisi setempat tidak membawa senjata," ujarnya. 

Inga juga memuji kebijakan kesetaraan gender di negaranya. Menurutnya, kesempatan yang setara dan sistem sosial yang kuat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan aman bagi semua orang.

2. Irlandia

Meskipun sempat diwarnai konflik pada akhir abad ke-20, Irlandia kini  menempatkan perdamaian sebagai prioritas utama. Negara ini mendapat skor tinggi karena keberhasilannya mengurangi militerisasi dan memiliki sedikit konflik domestik maupun internasional. 

Irlandia juga masuk dalam 10 besar untuk keselamatan dan keamanan sosial, dengan persepsi kejahatan yang rendah. Jack Fitzsimons, seorang warga Kildare, mengatakan bahwa dukungan sosial yang kuat mengurangi ketegangan di masyarakat.

"Orang-orang saling menjaga di sini," tambah Fitzsimons. "Ini adalah tempat di mana Anda bisa meminta bantuan orang asing dan mereka akan berusaha keras membantu Anda."

Di panggung global, Irlandia mempertahankan netralitas militernya dan bukan anggota NATO, serta lebih memilih diplomasi untuk menyelesaikan konflik. Fitzsimons juga menekankan keramahan warga lokal terhadap pendatang.

"Bagi kami, ini hanyalah bagian dari jati diri kami, karena kami memiliki rasa keramahan bawaan terhadap pengunjung dari luar negeri," katanya. Kehidupan di sana berjalan lebih santai dan menghargai hubungan antar-manusia.

3. Selandia Baru

Tahun ini, Selandia Baru naik dua peringkat ke posisi ketiga berkat peningkatan dalam keamanan serta penurunan dampak terorisme. Sebagai negara kepulauan, geografi Selandia Baru memberikan perlindungan alami dari konflik luar, namun kebijakan internalnya juga memberikan rasa damai bagi warganya.

Mischa Mannix-Opie, seorang warga lokal, menyebutkan bahwa undang-undang senjata di negara tersebut adalah salah satu yang paling ketat di dunia. "Hukum senjata Selandia Baru termasuk yang paling ketat di dunia, yang sangat berkontribusi pada rasa aman," kata Mischa. 

Ia menggambarkan tingginya kepercayaan dalam masyarakat, di mana anak-anak bisa berjalan ke sekolah dengan aman dan orang-orang sering membiarkan pintu rumah tidak terkunci. Selain jaring pengaman sosial yang kuat, warga sangat menghargai koneksi dengan alam. 

Bagi banyak orang, rasa memiliki dalam komunitas meninggalkan kesan mendalam. "Seorang klien memberi tahu saya bahwa meskipun Selandia Baru indah, orang-orang kamilah yang menjadi kekuatan super kami," ujar Mischa menutup penjelasannya.

4. Austria

Austria menempati peringkat keempat tahun ini, turun satu posisi namun tetap unggul di semua indikator. Seperti Irlandia, Austria memiliki mandat konstitusi untuk bersikap netral, yang mencegahnya bergabung dengan aliansi militer seperti NATO. Armin Pfurtscheller, seorang pemilik hotel di Lembah Stubai, menjelaskan dampak dari kebijakan ini.

"Kebijakan netralitas Austria yang telah berlangsung selama beberapa dekade berarti negara berinvestasi pada rakyatnya, bukan pada konflik," kata Armin. Ia menekankan bahwa jaring pengaman sosial yang kuat, layanan kesehatan kelas dunia, dan pendidikan yang sangat baik menumbuhkan stabilitas dan kepercayaan. 

Di tempat tinggalnya, Armin menceritakan bagaimana sepeda dibiarkan tanpa rantai pengaman di luar kafe dan rumah tidak dikunci. Ia juga melihat efek ketenangan ini pada para tamu hotelnya. "Itulah rasa aman terbesar yang ditawarkan tempat ini: kepastian bahwa di sini, Anda bebas untuk menjadi diri sendiri," ungkapnya.

5. Singapura

Mempertahankan posisinya di nomor enam, Singapura adalah satu-satunya negara Asia di peringkat 10 besar. Negara kota ini menempati peringkat sangat tinggi untuk keselamatan dan keamanan, meskipun memiliki salah satu tingkat pengeluaran militer per kapita tertinggi di dunia. Minimnya konflik dan keamanan internal yang ketat menciptakan rasa aman yang kuat bagi sebagian besar penduduk.

Xinrun Han, seorang warga Singapura, berbagi pengalamannya tentang keamanan kota. "Saya berjalan larut malam dan tidak merasa takut. Berjalan pulang tidak menakutkan atau membuat cemas seperti di sebagian besar kota besar lainnya," kata Han. 

Menurutnya, ada kenyamanan dan kepercayaan penuh pada sistem yang menciptakan lingkungan yang tenang. Meskipun ada batasan pada beberapa kebebasan sipil, kemajuan sosial terlihat melalui acara seperti festival Pink Dot. 

Han merekomendasikan pengunjung untuk menikmati kebebasan ini, seperti berjalan di taman setelah gelap. "Semuanya terasa sangat bebas, baik Anda seorang penduduk atau hanya berkunjung," tambahnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |