Liputan6.com, Jakarta - Jagung manis sering menjadi bahan favorit berbagai hidangan rumahan hingga menu jajanan. Rasa alami dari jagung sangat dipengaruhi kondisi saat dibeli. Melalui pemahaman cara memilih jagung manis, setiap orang dapat memperoleh hasil olahan lebih lezat, tekstur lebih lembut, serta aroma lebih segar sejak proses awal pengolahan.
Tidak sedikit orang merasa kecewa setelah memasak jagung lalu mendapati rasanya kurang manis. Situasi tersebut kerap berawal dari pemilihan bahan di pasar atau toko. Cara memilih jagung manis menjadi pengetahuan dasar penting, agar kualitas rasa tetap terjaga sejak sebelum proses memasak dimulai.
Setiap tongkol jagung memiliki karakter berbeda, baik dari segi warna, tingkat kematangan, maupun kesegaran. Tanpa pengetahuan tepat, potensi rasa terbaik sering terlewat begitu saja. Melalui panduan cara memilih jagung manis, proses belanja bahan pangan dapat berlangsung lebih cermat serta terarah.
Kesegaran jagung tidak hanya berdampak pada cita rasa, tetapi juga memengaruhi nilai gizi serta kepuasan saat menyantap hidangan. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (16/12/2025).
Mengapa Memilih Jagung Manis yang Tepat Sangat Penting
Memilih jagung manis secara tepat menjadi langkah awal penentu kualitas rasa pada setiap olahan. Jagung manis memiliki karakter unik berupa kandungan gula alami tinggi saat kondisi masih segar. Apabila pemilihan dilakukan secara kurang cermat, rasa manis tersebut dapat berkurang drastis sehingga hasil masakan terasa hambar dan kurang memuaskan.
Selain berdampak pada cita rasa, pemilihan jagung manis juga memengaruhi tekstur saat dikonsumsi. Jagung segar menghasilkan biji empuk dan lembut setelah dimasak, sedangkan jagung yang kurang segar cenderung terasa keras atau kering. Perbedaan ini sangat terasa terutama pada olahan sederhana seperti jagung rebus, jagung bakar, maupun sup jagung.
Aspek nilai gizi turut menjadi alasan pentingnya memilih jagung manis secara benar. Jagung segar masih menyimpan kandungan vitamin, serat, serta antioksidan dalam jumlah optimal. Ketika kualitas jagung menurun, sebagian nutrisi tersebut ikut berkurang sehingga manfaat kesehatannya tidak lagi maksimal.
Dari sisi kepuasan memasak, pemilihan jagung manis yang tepat membantu menghindari pemborosan bahan dan waktu. Jagung berkualitas baik lebih mudah diolah, memiliki rasa konsisten, serta memberikan hasil akhir sesuai harapan. Oleh sebab itu, memahami pentingnya memilih jagung manis bukan hanya soal rasa, tetapi juga efisiensi dan kualitas hidangan secara keseluruhan.
Cara Memilih Jagung Manis yang Segar dan Berkualitas
1. Perhatikan Warna Kulit Jagung
Warna kulit jagung menjadi indikator awal paling mudah untuk menilai tingkat kesegaran jagung manis. Jagung berkualitas baik umumnya memiliki kulit berwarna hijau cerah, tampak hidup, serta terlihat lembap seolah baru dipanen.
Kondisi ini menandakan jagung masih menyimpan kadar air alami dan belum mengalami proses pengeringan. Sebaliknya, jagung yang kulitnya telah berubah menjadi kekuningan, kecokelatan, atau terlihat kusam biasanya menandakan masa simpan cukup lama.
Kulit seperti ini cenderung terasa kering dan rapuh saat disentuh. Jagung segar juga memiliki kulit yang lentur saat diremas ringan, tidak mudah sobek, dan masih menempel erat pada tongkol, sehingga melindungi biji jagung di dalamnya dari udara luar.
2. Rambut Jagung Masih Lembap dan Cokelat Muda
Rambut jagung atau silk sering diabaikan, padahal bagian ini memberikan petunjuk penting mengenai usia panen jagung manis. Jagung segar biasanya memiliki rambut berwarna cokelat muda hingga keemasan, terasa halus, dan masih sedikit lembap saat disentuh.
Kondisi tersebut menunjukkan jagung belum terlalu lama terpapar udara. Rambut jagung yang sudah berubah warna menjadi hitam pekat, tampak kering, mudah patah, atau rontok menandakan jagung telah melewati masa terbaiknya. Jagung dalam kondisi ini umumnya memiliki rasa manis berkurang dan tekstur biji yang mulai mengeras.
3. Biji Jagung Terisi Penuh dan Rapat
Kualitas jagung manis sangat ditentukan oleh kondisi bijinya. Jagung segar memiliki biji yang tersusun rapat, menonjol keluar, dan tampak penuh dari pangkal hingga ujung tongkol. Untuk memeriksanya, kulit jagung dapat dibuka sedikit di bagian ujung tanpa merusak seluruh pelindungnya.
Biji jagung berkualitas biasanya berwarna kuning cerah atau kuning pucat merata, menunjukkan tingkat kematangan optimal. Jagung yang bijinya terlihat keriput, cekung, atau jarang menandakan kadar air telah berkurang, sehingga rasa manisnya menurun dan teksturnya menjadi kurang empuk saat dimasak.
4. Tekstur Jagung Terasa Padat Saat Ditekan
Tekstur fisik jagung juga menjadi petunjuk penting untuk menilai kesegarannya. Saat tongkol jagung ditekan perlahan menggunakan jari, jagung segar akan terasa padat, kokoh, dan berisi. Sensasi ini menunjukkan biji masih menyimpan kelembapan alami serta gula alami dalam kondisi optimal.
Jagung yang terasa lembek, ringan, atau kurang padat sering kali menandakan penurunan kualitas. Kondisi tersebut biasanya menyebabkan hasil olahan terasa kurang manis dan teksturnya lebih keras setelah dimasak.
5. Aroma Jagung Segar dan Alami
Aroma menjadi indikator terakhir yang tidak kalah penting. Jagung manis segar mengeluarkan aroma ringan, bersih, dan alami khas jagung segar. Aroma ini biasanya lembut dan tidak menyengat.
Apabila tercium bau asam, apek, atau aroma tidak sedap lainnya, hal tersebut menandakan jagung mulai mengalami proses penurunan kualitas atau pembusukan. Jagung dalam kondisi ini sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi rasa masakan serta keamanan konsumsi.
Kesalahan Umum Saat Memilih Jagung Manis
- Banyak orang mengira jagung berukuran besar pasti lebih manis. Padahal ukuran tidak selalu mencerminkan kualitas. Jagung terlalu besar justru berpotensi memiliki biji lebih keras dan rasa manis berkurang dibanding jagung berukuran sedang.
- Kulit jagung yang tampak kering, kusam, atau mulai menguning sering tetap dipilih tanpa pertimbangan. Kondisi ini menandakan jagung telah lama disimpan sehingga kesegarannya menurun.
- Rambut jagung sering diabaikan padahal menjadi indikator usia panen. Rambut berwarna hitam, kering, dan rapuh biasanya menunjukkan jagung sudah tua dan rasa manisnya berkurang.
- Jagung tanpa kulit kehilangan pelindung alaminya sehingga lebih cepat mengering dan menurun kualitasnya. Jagung berkulit utuh lebih mampu menjaga kesegaran biji di dalamnya.
- Jagung segar terasa padat dan kokoh saat ditekan. Banyak pembeli tidak melakukan pengecekan sederhana ini sehingga berisiko memilih jagung yang sudah lembek atau kehilangan kadar air.
- Jagung berkualitas memiliki aroma segar dan ringan. Mengabaikan bau asam atau apek dapat menyebabkan hasil masakan terasa kurang nikmat.
- Jagung manis paling baik diolah dalam waktu singkat setelah dibeli. Membeli dalam jumlah berlebihan tanpa perencanaan penyimpanan dapat membuat jagung kehilangan rasa manis alaminya.
Trik Mengukus Jagung Manis ala Pedagang
Mengukus jagung manis ala pedagang memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada hasil akhir jagung yang terasa lebih manis, teksturnya empuk, dan aromanya menggugah selera. Teknik sederhana ini sering digunakan oleh pedagang jagung rebus agar jagung tetap lezat meskipun disimpan dalam waktu tertentu. Berikut beberapa trik yang biasa diterapkan dan dapat dipraktikkan di rumah.
1. Pilih Jagung Manis Super Segar
Pedagang jagung umumnya memilih jagung yang baru dipanen atau masih sangat segar. Jagung segar memiliki kadar gula alami tinggi sehingga rasa manisnya akan keluar maksimal saat dikukus. Jagung biasanya dibiarkan tetap berkulit untuk menjaga kelembapan dan mencegah biji cepat mengering selama proses pengukusan.
2. Jangan Mengupas Kulit Jagung Seluruhnya
Salah satu rahasia penting adalah mengukus jagung bersama sebagian kulitnya. Kulit jagung berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga uap panas tetap terperangkap di sekitar biji. Cara ini membantu jagung matang merata dan menghasilkan tekstur lebih empuk serta rasa lebih manis.
3. Gunakan Air Kukusan Secukupnya
Pedagang tidak menggunakan air terlalu banyak saat mengukus. Air cukup diletakkan di dasar panci agar menghasilkan uap panas stabil. Air yang terlalu banyak berisiko membuat jagung terkena air langsung sehingga rasa manisnya bisa larut dan berkurang.
4. Kukus Jagung Saat Air Sudah Mendidih
Jagung dimasukkan ke dalam kukusan setelah air benar-benar mendidih dan menghasilkan uap banyak. Uap panas yang langsung mengenai jagung membantu proses pemasakan lebih cepat dan menjaga kandungan gula alami tidak cepat berubah menjadi pati.
5. Tutup Kukusan Rapat Selama Proses Mengukus
Penutup kukusan harus tertutup rapat agar uap panas tidak keluar. Pedagang biasanya tidak sering membuka tutup kukusan agar suhu tetap stabil dan jagung matang sempurna secara merata.
6. Waktu Kukus Tidak Terlalu Lama
Jagung manis cukup dikukus sekitar 15–20 menit tergantung ukuran tongkol. Pengukusan terlalu lama justru membuat biji jagung menjadi keras dan rasa manisnya berkurang. Pedagang sangat memperhatikan durasi ini agar kualitas tetap terjaga.
7. Diamkan Sebentar Setelah Matang
Setelah matang, jagung tidak langsung diangkat seluruhnya. Pedagang sering membiarkannya tetap berada di kukusan beberapa menit agar panas merata dan tekstur jagung menjadi lebih stabil sebelum disajikan atau dijual.
FAQ Seputar Topik
Bagaimana cara memilih jagung manis yang segar untuk dikukus?
Pilih jagung dengan kulit hijau yang masih utuh dan rambut jagung yang lembap. Jika sudah dikupas, pastikan bijinya kencang, warnanya kuning keruh, dan terlihat segar.
Berapa lama durasi ideal mengukus jagung manis agar tidak keriput?
Kukus jagung selama 10-15 menit dengan api sedang setelah air kukusan mendidih sempurna. Hindari mengukus terlalu lama untuk mencegah biji jagung menyusut dan keriput.
Apa rahasia agar jagung manis kukus tetap manis dan tidak keriput seperti buatan pedagang?
Rahasia utamanya adalah memilih jagung yang benar-benar segar dengan kadar air tinggi, serta mengukusnya dalam durasi yang tepat (10-15 menit) tanpa terlalu lama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170648/original/006883400_1742615039-1742610975245_trik-diet-cepat-kurus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469493/original/053568700_1768123932-MixCollage-11-Jan-2026-04-31-PM-2766.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328480/original/006901400_1756249791-snapins-ai_3707828591079985777.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405457/original/019617700_1762482561-kikil__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469261/original/072782000_1768102784-jennie_gda2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469232/original/093781800_1768099413-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.18.00__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469086/original/053701500_1768056478-david-klein-INBqy9w0JBY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467829/original/097099200_1767931642-turis_di_kuil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441087/original/028978500_1765452635-nasi_bakar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468874/original/055336200_1768028655-Screenshot_2026-01-10_140317.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469112/original/066155600_1768061121-jan-kopriva-aQCClWOS9dY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468961/original/086247600_1768038955-Screenshot_2026-01-10_165532.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4968654/original/002188100_1728902633-WhatsApp_Image_2024-10-10_at_16.15.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469015/original/014502600_1768042708-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469000/original/009567400_1768042016-245337102_173957358225650_7280437241815299705_n__1__2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355966/original/020828200_1758389756-SnapInsta.to_471635192_1112381627228737_5570600062492769313_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465380/original/081858700_1767766630-buryam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209909/original/096595700_1746450876-asian-girl-washes-face_1150-11264__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467456/original/064448800_1767887749-pandwara1.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362649/original/088839700_1758871824-Screenshot_2025-09-26_142158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)