12 Rekomendasi Oleh-oleh Jakarta yang Cocok Dibawa Mudik ke Kampung

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Salah satu bagian tak terpisahkan dari tradisi ini adalah membawa oleh-oleh khas dari kota perantauan. Jakarta, sebagai ibu kota, menawarkan beragam pilihan oleh-oleh yang unik dan menarik, mulai dari kuliner lezat hingga suvenir budaya yang penuh makna.

Membawa buah tangan saat mudik bukan sekadar kebiasaan, melainkan wujud berbagi kebahagiaan dan cerita dari perjalanan di kota besar. Pilihan oleh-oleh yang tepat tentu akan meninggalkan kesan mendalam bagi sanak saudara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Betawi yang otentik. Oleh-oleh khas Jakarta memiliki daya tarik tersendiri dengan cita rasa tradisional dan nilai historisnya.

Artikel ini akan mengulas beberapa rekomendasi oleh-oleh Jakarta yang paling cocok dibawa mudik ke kampung halaman. Setiap rekomendasi telah dipilih berdasarkan kepopuleran, keunikan, dan ketahanannya untuk perjalanan jauh, memastikan Anda membawa pulang kenangan manis dari ibu kota.

Berikut selengkapnya:

Dodol Betawi: Manisnya Tradisi yang Melegenda

Dodol Betawi merupakan salah satu oleh-oleh khas suku Betawi di Jakarta yang sangat digemari. Makanan ini memiliki rasa manis, legit, serta tekstur kenyal dengan aroma gula merah yang khas, menjadikannya pilihan tepat untuk buah tangan.

Proses pembuatan dodol ini cukup panjang, membutuhkan waktu sekitar delapan jam dimasak di atas tungku dengan kayu bakar sambil terus diaduk. Dodol Betawi umumnya tersedia dalam tiga varian rasa, yaitu ketan putih, ketan hitam, dan durian, menawarkan pilihan yang beragam bagi penikmatnya.

Makanan ini sering disajikan pada momen spesial seperti hajatan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, dan ulang tahun Jakarta. Dodol Betawi juga dikenal tahan lama, sehingga sangat cocok untuk dibawa dalam perjalanan jauh saat mudik ke kampung halaman.

Kue Semprong: Renyahnya Camilan Klasik

Kue semprong adalah kue kering renyah yang sering dijadikan camilan Lebaran dan menjadi alternatif oleh-oleh mudik dari Jakarta. Bentuknya yang unik seperti semprong atau alat tiup dari bambu menjadi asal mula namanya.

Kue ini dipercaya dibawa pertama kali oleh Bangsa Portugis sebagai variasi dari egg roll khas Eropa, menunjukkan jejak sejarah dalam kuliner Betawi. Terbuat dari telur, tepung, dan mentega, kue semprong memiliki rasa yang tidak terlalu manis dengan tekstur garing renyah dan sedikit gurih.

Kue semprong cukup tahan lama asalkan terbungkus rapat. Namun, perlu diperhatikan agar tidak tertimpa barang lain supaya tidak remuk selama perjalanan mudik.

Kue Kembang Goyang: Keindahan Rasa dalam Setiap Gigitan

Kue kembang goyang adalah kue tradisional Betawi yang renyah dan manis, dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai kelopak bunga dan proses pembuatannya yang digoyang-goyangkan di atas cetakan. Kue ini merupakan camilan khas Betawi yang sering disajikan saat Lebaran.

Kue ini terbuat dari adonan telur, tepung beras, tepung terigu, dan santan, kemudian digoreng menggunakan cetakan berbentuk bunga mekar. Tersedia dalam dua pilihan rasa, yakni manis dan asin, serta terkadang diberi taburan wijen untuk menambah kenikmatan.

Meskipun renyah, kue kembang goyang memiliki tekstur yang gurih manis dan dapat menjadi oleh-oleh yang disukai banyak orang. Untuk menjaga agar tidak mudah hancur, disarankan untuk melapisinya dengan bubble wrap saat membawanya.

Bir Pletok: Kehangatan Rempah Tanpa Alkohol

Bir pletok adalah minuman tradisional masyarakat Betawi yang unik, meskipun namanya "bir," minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Minuman ini terbuat dari campuran rempah-rempah yang berkhasiat menghangatkan dan menyehatkan tubuh.

Bahan-bahan yang digunakan meliputi jahe, biji pala, lada, kapulaga, sereh, dan kayu manis, yang memberikan rasa manis, hangat, dan harum yang khas. Minuman ini memiliki tampilan agak kemerahan dengan buih di atasnya, mirip bir sungguhan.

Bir pletok tersedia dalam berbagai bentuk seperti botolan, sirup, sachet, hingga siap seduh, menjadikannya oleh-oleh praktis. Minuman ini paling nikmat diminum dengan tambahan es batu, dan cocok untuk memperkenalkan budaya minuman tradisional Betawi.

Kue Geplak: Camilan Manis Khas Betawi

Kue geplak adalah camilan khas Betawi yang memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut, menjadikannya pilihan oleh-oleh yang disukai keluarga. Kue ini identik sebagai makanan seserahan di acara pernikahan adat Betawi, menunjukkan nilai budayanya.

Nama "geplak" berasal dari proses pembuatannya yang digeplak atau ditepuk-tepuk menggunakan tangan. Jajanan ini berbahan dasar tepung beras dengan warna kecoklatan dan bercak putih di atasnya.

Kue geplak paling pas dinikmati sebagai camilan saat santai sambil ditemani secangkir teh atau kopi hangat. Rasanya yang manis dan lembut dengan harga terjangkau membuatnya mudah ditemukan di berbagai kawasan Jakarta.

Roti Buaya: Simbol Kesetiaan yang Unik

Roti buaya adalah roti manis berbentuk buaya yang merupakan simbol kesetiaan dalam upacara pernikahan adat Betawi. Bentuknya yang unik dan filosofi di baliknya menjadikan roti ini oleh-oleh yang bermakna.

Meskipun secara tradisional digunakan dalam acara sakral, kini roti buaya juga populer sebagai oleh-oleh unik khas Jakarta. Kehadirannya tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga representasi budaya Betawi.

Bagi Anda yang menyukai hal-hal unik dan bermakna, roti buaya wajib dicoba sebagai oleh-oleh. Ini adalah cara yang menarik untuk berbagi sedikit dari tradisi dan cerita Jakarta kepada kerabat di kampung.

Biji Ketapang: Renyahnya Teman Santai

Biji ketapang adalah salah satu camilan renyah khas Betawi yang sangat digemari. Makanan ini dibuat dari campuran tepung terigu, margarin, gula, dan santan, kemudian digoreng hingga renyah sempurna.

Kombinasi rasa manis, gurih, dan tekstur renyahnya menjadikan biji ketapang camilan istimewa yang sering hadir di meja makan, terutama saat Lebaran. Camilan ini mudah ditemukan di toko oleh-oleh Jakarta kapan saja.

Selain rasanya yang lezat, biji ketapang juga sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas yang praktis dan tahan lama. Ini merupakan pilihan ideal untuk keluarga atau teman di kampung halaman.

Tape Uli Betawi: Perpaduan Rasa yang Khas

Tape uli Betawi merupakan olahan dari tape ketan yang dihidangkan bersama ketan putih, sering dibungkus dengan daun pisang. Kombinasi ini menciptakan perpaduan rasa yang unik dan khas Betawi.

Rasanya yang unik membuat tape uli cocok dikonsumsi bersama kopi, menjadi camilan tradisional yang digemari masyarakat Jakarta. Cara memakannya pun unik, yaitu dengan mencampurkan antara uli dan juga tape.

Namun, bagi Anda yang ingin membawa pulang jajanan ini, perlu mempertimbangkan jarak tempuh atau lama simpan karena tape uli tidak dapat bertahan lama. Pastikan untuk memilih yang masih segar agar kualitasnya tetap terjaga.

Kue Akar Kelapa: Gurih Manis yang Menggoda

Kue akar kelapa adalah camilan tradisional yang bentuknya menyerupai akar pohon kelapa, yaitu melengkung tidak beraturan. Perpaduan rasa manis dan gurih mentega menjadikan kue akar kelapa disukai banyak orang.

Meskipun namanya mengandung "kelapa," kue ini tidak menggunakan kelapa sebagai bahan utama pembuatannya. Bahan pembuatan kue ini sendiri terdiri dari tepung beras, tepung ketan, mentega, dan telur.

Kue ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang lezat. Kue akar kelapa menjadi pilihan oleh-oleh yang menarik untuk dibawa pulang kampung, menawarkan cita rasa klasik khas Betawi.

Miniatur Ondel-ondel: Ikon Budaya dalam Genggaman

Ondel-ondel adalah ikon budaya Betawi yang sangat dikenal, merepresentasikan semangat dan tradisi masyarakat Jakarta. Membeli miniatur ondel-ondel bisa dijadikan oleh-oleh khas yang unik dan berkesan.

Suvenir ondel-ondel Betawi tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari miniatur kecil untuk dipajang di rumah atau kantor, hingga gantungan kunci yang praktis. Ini memungkinkan Anda membawa pulang sebagian kecil dari kekayaan budaya Jakarta.

Sebagai oleh-oleh non-makanan, miniatur ondel-ondel menawarkan kenangan yang tahan lama dan menjadi pengingat akan keunikan ibu kota. Ini adalah cara yang bagus untuk berbagi warisan budaya Betawi.

Miniatur Monas: Simbol Kebanggaan Ibu Kota

Miniatur Monumen Nasional (Monas) adalah ikon Jakarta lainnya yang populer sebagai oleh-oleh, melambangkan kebanggaan dan sejarah ibu kota. Oleh-oleh berbentuk tugu ini sangat umum dijual di berbagai kawasan di Jakarta.

Souvenir miniatur Monas tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, seperti gantungan kunci, pajangan meja, atau replika yang lebih besar. Ini menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan.

Jika Anda ingin membeli dalam jumlah banyak, misalnya sebagai gantungan kunci atau pajangan meja, Anda dapat mengunjungi Tanah Abang yang menjual ragam oleh-oleh dan barang kerajinan dengan harga grosir.

Kue Satoe: Manisnya Warisan Kuliner

Kue satoe adalah salah satu kue legendaris dari Jakarta yang memiliki cita rasa manis dan membuat ketagihan. Kue ini merupakan warisan kuliner yang patut dicoba dan dibawa sebagai oleh-oleh.

Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula aren, sehingga tidak heran warna luarnya coklat tua yang khas. Bahan-bahan alami ini memberikan rasa manis yang otentik dan mendalam.

Rasanya yang manis dan unik seringkali membuat orang ingin terus mencicipinya, makan satu saja tampaknya tak cukup saking nikmatnya. Kue satoe adalah pilihan sempurna untuk memperkenalkan kekayaan jajanan tradisional Jakarta.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa oleh-oleh khas Jakarta yang paling tahan lama untuk perjalanan mudik jauh?

Beberapa oleh-oleh khas Jakarta yang tahan lama antara lain dodol Betawi, kue semprong, biji ketapang, dan kue akar kelapa. Jenis kue kering dan dodol umumnya memiliki daya simpan lebih panjang asalkan dikemas rapat dan tidak terkena udara lembap selama perjalanan.

2. Apakah bir pletok benar-benar mengandung alkohol?

Tidak. Meskipun namanya mengandung kata “bir”, bir pletok sama sekali tidak mengandung alkohol. Minuman khas Betawi ini terbuat dari rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, dan kapulaga yang justru berkhasiat menghangatkan tubuh.

3. Oleh-oleh khas Betawi apa yang memiliki nilai simbolis budaya?

Roti buaya dan miniatur ondel-ondel termasuk oleh-oleh yang sarat nilai budaya. Roti buaya melambangkan kesetiaan dalam tradisi pernikahan Betawi, sedangkan ondel-ondel merupakan ikon budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Jakarta.

4. Di mana tempat membeli oleh-oleh Jakarta dengan harga grosir?

Salah satu pusat belanja yang populer untuk membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak adalah kawasan Tanah Abang. Di sana tersedia berbagai pilihan suvenir seperti miniatur Monas, gantungan kunci, hingga kerajinan khas Jakarta dengan harga lebih terjangkau.

5. Apa oleh-oleh Jakarta yang cocok untuk keluarga besar?

Untuk keluarga besar, pilihan terbaik adalah camilan dalam jumlah banyak seperti biji ketapang, kue kembang goyang, atau kue semprong karena praktis dibagikan. Dodol Betawi juga cocok karena bisa dipotong sesuai porsi dan dinikmati bersama-sama.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |