Liputan6.com, Jakarta - Kentang rebus sering menjadi bahan dasar berbagai masakan, mulai dari sup, perkedel, salad, hingga aneka camilan rumahan yang praktis dan mengenyangkan. Namun, banyak orang mengalami masalah ketika kentang rebus disimpan terlalu lama, karena teksturnya berubah menjadi lembek berair atau justru kering dan keras saat dimasak kembali. Padahal, jika disimpan dengan cara yang tepat, kentang rebus bisa tetap empuk dan lezat meskipun digunakan beberapa hari setelah direbus.
Memahami trik menyimpan kentang rebus dengan benar sangat penting, terutama bagi ibu rumah tangga, pelaku usaha kuliner, maupun siapa saja yang ingin lebih hemat waktu di dapur. Dengan teknik penyimpanan yang sesuai, kualitas kentang dapat tetap terjaga, rasa tidak berubah, dan tekstur empuknya tetap terasa saat diolah kembali menjadi berbagai menu favorit keluarga.
1. Dinginkan Kentang Rebus Sebelum Disimpan
Setelah kentang selesai direbus dan mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membiarkannya dingin secara alami di suhu ruang sebelum masuk ke proses penyimpanan. Kentang yang masih panas akan menghasilkan uap air, dan jika langsung disimpan dalam wadah tertutup, uap tersebut akan berubah menjadi kondensasi yang membuat kentang cepat lembek dan mudah rusak. Proses pendinginan ini membantu menstabilkan tekstur pati di dalam kentang sehingga tidak berubah drastis.
Selain mencegah kelembapan berlebih, mendinginkan kentang rebus juga membantu menjaga rasa aslinya tetap netral dan tidak asam. Kentang yang disimpan dalam kondisi panas lebih rentan terkontaminasi bakteri karena suhu hangat merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme. Dengan membiarkannya dingin terlebih dahulu, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Proses pendinginan sebaiknya dilakukan tanpa menutup kentang terlalu rapat agar uap panas bisa keluar dengan sempurna. Setelah kentang benar-benar dingin, barulah kentang siap dipindahkan ke wadah penyimpanan yang sesuai agar kualitas empuknya tetap terjaga saat dimasak kembali.
2. Jangan Mengupas Kulit Kentang Terlalu Awal
Menyimpan kentang rebus dalam kondisi masih berkulit merupakan salah satu trik sederhana namun sering diabaikan. Kulit kentang berfungsi sebagai lapisan pelindung alami yang membantu mempertahankan kelembapan di dalam daging kentang. Kentang rebus yang sudah dikupas cenderung lebih cepat kering, berubah warna, dan kehilangan tekstur empuknya selama penyimpanan.
Selain menjaga kelembapan, kulit kentang juga membantu mengurangi paparan langsung terhadap udara yang dapat memicu oksidasi. Oksidasi inilah yang sering membuat kentang berubah warna menjadi keabu-abuan dan terasa kurang segar saat diolah kembali. Dengan membiarkan kulitnya tetap menempel, kentang akan lebih awet dan tetap enak digunakan untuk berbagai masakan.
Jika kentang rebus memang akan digunakan untuk beberapa jenis olahan, sebaiknya pengupasan dilakukan sesaat sebelum dimasak. Cara ini tidak hanya menjaga kualitas kentang, tetapi juga membuat hasil masakan lebih maksimal karena tekstur kentang masih padat, empuk, dan tidak mudah hancur.
3. Gunakan Wadah Kedap Udara
Pemilihan wadah penyimpanan memiliki peran besar dalam menjaga kualitas kentang rebus. Wadah kedap udara sangat disarankan karena mampu melindungi kentang dari paparan udara luar yang berlebihan. Udara dapat menyebabkan kentang cepat mengering di bagian luar dan berubah tekstur di bagian dalam, sehingga empuknya tidak merata saat dimasak ulang.
Selain itu, wadah kedap udara membantu mencegah kentang menyerap bau dari bahan makanan lain di dalam kulkas. Kentang memiliki sifat mudah menyerap aroma, sehingga jika disimpan tanpa penutup yang rapat, rasanya bisa berubah dan kurang sedap. Wadah yang tertutup rapat akan menjaga rasa kentang tetap netral dan alami.
Pastikan wadah yang digunakan bersih dan kering sebelum kentang dimasukkan. Kelembapan sisa di dalam wadah dapat mempercepat pembusukan dan membuat kentang berlendir. Dengan wadah yang tepat, kentang rebus bisa disimpan dengan aman dan tetap empuk saat digunakan kembali.
4. Simpan di Kulkas dengan Suhu Stabil
Kentang rebus paling ideal disimpan di dalam kulkas dengan suhu stabil sekitar 2–4 derajat Celsius. Suhu dingin ini berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan bakteri tanpa merusak struktur pati kentang. Penyimpanan di kulkas membantu kentang tetap padat, tidak mudah basi, dan tetap empuk saat dipanaskan kembali.
Meski demikian, kentang rebus sebaiknya tidak disimpan terlalu lama, karena kualitasnya tetap akan menurun seiring waktu. Umumnya, kentang rebus dapat bertahan antara tiga hingga lima hari di dalam kulkas jika disimpan dengan benar. Lewat dari waktu tersebut, tekstur dan rasanya bisa mulai berubah.
Hindari menyimpan kentang rebus di freezer kecuali benar-benar diperlukan. Proses pembekuan dapat merusak sel kentang dan membuatnya berair saat dicairkan, sehingga teksturnya menjadi kurang empuk dan tidak cocok untuk banyak jenis masakan.
5. Pisahkan Kentang dari Air Rebusannya
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyimpan kentang rebus bersama sisa air rebusannya. Air yang berlebihan akan membuat kentang terus menyerap cairan, sehingga teksturnya menjadi terlalu lembek dan mudah hancur. Oleh karena itu, kentang harus ditiriskan dengan baik segera setelah matang.
Meniriskan kentang hingga benar-benar kering membantu menjaga keseimbangan kelembapan di dalam kentang. Jika masih terdapat air di permukaan kentang, sebaiknya dikeringkan menggunakan tisu dapur agar tidak ada cairan berlebih yang tersisa saat penyimpanan. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kentang tetap empuk namun tidak lembek.
Kentang yang disimpan dalam kondisi kering juga lebih tahan lama dan tidak mudah berlendir. Saat dimasak kembali, kentang akan lebih mudah menyerap bumbu tanpa kehilangan tekstur alaminya.
6. Hindari Memotong Kentang Terlalu Kecil
Ukuran kentang saat disimpan sangat memengaruhi kualitas akhirnya. Kentang rebus yang disimpan dalam bentuk utuh atau potongan besar cenderung lebih tahan lama dibandingkan kentang yang sudah dipotong kecil-kecil. Potongan kecil memiliki permukaan lebih luas yang membuat kelembapan cepat hilang.
Selain cepat kering, kentang rebus yang sudah dipotong kecil juga lebih mudah hancur saat dipanaskan kembali. Hal ini tentu menyulitkan jika kentang ingin digunakan untuk masakan yang membutuhkan tekstur padat dan rapi. Menyimpan kentang dalam ukuran besar membantu mempertahankan bentuk dan kekenyalannya.
Jika memang perlu memotong kentang, sebaiknya lakukan tepat sebelum kentang digunakan. Dengan begitu, kentang tetap segar, empuk, dan tampilannya lebih menarik saat disajikan.
7. Panaskan Kembali dengan Cara yang Tepat
Cara memanaskan kembali kentang rebus sama pentingnya dengan cara menyimpannya. Pemanasan yang terlalu cepat atau dengan suhu tinggi dapat membuat kentang kering di bagian luar namun lembek di bagian dalam. Oleh karena itu, metode pemanasan perlahan sangat dianjurkan.
Mengukus kentang atau memanaskannya dengan api kecil adalah pilihan terbaik untuk menjaga tekstur empuk tetap merata. Metode ini membantu panas menyebar secara perlahan tanpa merusak struktur kentang. Jika menggunakan microwave, sebaiknya kentang ditutup dan dipanaskan bertahap.
Dengan teknik pemanasan yang tepat, kentang rebus yang disimpan beberapa hari tetap bisa terasa seperti baru direbus. Teksturnya empuk, rasanya tidak berubah, dan siap diolah menjadi berbagai menu lezat.
Pertanyaan dan Jawaban
Apakah kentang rebus boleh disimpan semalaman di suhu ruang?
Tidak disarankan, karena kentang rebus lebih aman disimpan di kulkas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Berapa lama kentang rebus bisa disimpan di kulkas?
Kentang rebus umumnya bertahan 3–5 hari jika disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas.
Apakah kentang rebus boleh dibekukan?
Boleh, tetapi teksturnya cenderung berubah menjadi berair setelah dicairkan.
Kenapa kentang rebus jadi lembek saat disimpan?
Biasanya karena disimpan bersama air atau dimasukkan ke wadah saat masih panas.
Apakah kentang rebus harus dikupas sebelum disimpan?
Tidak, menyimpan kentang dengan kulit justru membantu menjaga teksturnya tetap empuk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469112/original/066155600_1768061121-jan-kopriva-aQCClWOS9dY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468961/original/086247600_1768038955-Screenshot_2026-01-10_165532.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4968654/original/002188100_1728902633-WhatsApp_Image_2024-10-10_at_16.15.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469015/original/014502600_1768042708-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469000/original/009567400_1768042016-245337102_173957358225650_7280437241815299705_n__1__2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355966/original/020828200_1758389756-SnapInsta.to_471635192_1112381627228737_5570600062492769313_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465380/original/081858700_1767766630-buryam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5209909/original/096595700_1746450876-asian-girl-washes-face_1150-11264__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467456/original/064448800_1767887749-pandwara1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2814508/original/067434500_1558679765-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5065728/original/098142100_1735131707-000_36RH3JL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467444/original/017297800_1767885300-Six_Flags.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465182/original/074939500_1767760893-resep_kangkung1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/3344146/original/022387400_1610112247-EB7C799C-D45F-4C56-8653-FDC08710160F.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4664236/original/037374800_1701057833-20231127-Gunung-Etna-Italia-AP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468590/original/035976100_1767959777-WhatsApp_Image_2026-01-09_at_08.01.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447302/original/009357400_1765953244-Desain_Teras_Rumah_Sederhana_yang_Membuat_Rumah_Terasa_Lebih_Rapi_dan_Fungsional_Teras_Tertutup_dengan_Kanopi_Transparan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468604/original/016305100_1767961774-Kate_Middleton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311690/original/052932300_1754892480-20250811-Budidaya_Maggot-MER_6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)