Liputan6.com, Jakarta - Pastel, camilan renyah dengan isian gurih, menjadi hidangan favorit banyak orang di Indonesia. Namun, seringkali proses penggorengan pastel menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk menghasilkan kulit yang kokoh dan tetap garing. Untuk itu, diperlukan Trik Menggoreng Pastel Agar Tidak Hancur dan Tetap Garing yang tepat agar hasilnya sempurna seperti buatan profesional.
Proses pembuatan pastel melibatkan beberapa tahapan krusial, mulai dari persiapan adonan kulit hingga teknik penggorengan itu sendiri. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas akhir pastel yang Anda sajikan. Kesalahan kecil dalam salah satu tahapan dapat menyebabkan pastel menyerap banyak minyak, kulitnya lembek, atau bahkan hancur saat digoreng.
Dengan menerapkan metode yang sesuai, pastel buatan rumah dapat memiliki kualitas setara dengan yang dijual di toko-toko kue ternama. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai trik yang dapat diterapkan. Tujuannya adalah memastikan pastel tidak hancur dan tetap garing, mulai dari persiapan bahan hingga penirisan setelah digoreng.
1. Persiapan Kulit Pastel yang Tepat
Kulit pastel merupakan fondasi utama yang menentukan kerenyahan dan ketahanan bentuk pastel saat digoreng. Pemilihan bahan serta teknik pengolahan adonan kulit memiliki pengaruh besar pada hasil akhir yang akan Anda dapatkan. Kulit yang baik akan menjadi kunci utama keberhasilan Anda dalam membuat pastel yang sempurna.
Penggunaan air es dalam adonan kulit adalah salah satu rahasia untuk membuat kulit pastel lebih renyah dan kokoh. Adonan yang diuleni dengan air es cenderung lebih elastis dan tidak mudah sobek saat dibentuk. Selain itu, margarin sangat disarankan karena dapat memberikan tekstur renyah pada adonan yang digoreng, berbeda dengan mentega yang cenderung membuat tekstur lebih empuk.
Tepung terigu protein rendah juga direkomendasikan karena kandungan gluten yang rendah, menghasilkan adonan yang lebih renyah dan tidak alot. Proses pengulenan adonan kulit pastel tidak boleh terlalu lama, cukup sampai semua bahan tercampur rata dan adonan tidak kalis. Menguleni terlalu lama dapat membuat lemak dari margarin mencair, menyebabkan kulit kurang renyah dan menjadi lembek setelah dingin.
Setelah diuleni, adonan kulit pastel perlu diistirahatkan selama 15-20 menit pada suhu ruangan. Proses istirahat ini penting agar adonan menjadi lebih elastis dan mudah dibentuk tanpa mudah sobek. Kulit yang elastis akan memudahkan Anda dalam proses pembentukan pastel dan mencegah terjadinya keretakan saat digoreng.
2. Isian Pastel yang Kering dan Dingin
Kondisi isian pastel sangat memengaruhi kerenyahan kulit dan mencegah kerusakan saat proses penggorengan berlangsung. Isian yang basah atau masih dalam kondisi panas dapat dengan mudah merusak tekstur kulit pastel yang sudah Anda siapkan. Ini dapat menyebabkan pastel menjadi lembek dan tidak renyah.
Pastikan isian pastel dalam kondisi benar-benar kering dan dingin sebelum dimasukkan ke dalam kulit adonan. Isian yang masih basah akan membuat kulit pastel menjadi lembek dan sulit untuk digoreng hingga garing. Jika isian menggunakan bahan yang ditumis, tambahkan sedikit air dan masak hingga air menyusut sepenuhnya, kemudian dinginkan hingga suhu ruang.
Isian yang panas akan menghasilkan uap air yang terperangkap di dalam adonan kulit, sehingga membasahi kulit pastel. Akibatnya, kulit menjadi lembek dan bahkan bisa berbintil-bintil tidak rata setelah digoreng. Proses pendinginan isian ini adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan untuk mendapatkan hasil pastel yang maksimal.
Untuk isian yang akan disimpan, dinginkan terlebih dahulu hingga suhu ruang sebelum memasukkannya ke dalam wadah kedap udara. Anda bisa menyimpannya di kulkas atau freezer untuk penggunaan di kemudian hari. Isian yang disimpan dengan benar dalam freezer dapat bertahan hingga 2-3 minggu, menjaga kualitas dan kesegarannya.
3. Teknik Membentuk dan Merekatkan Pastel
Pembentukan dan perekatan pastel yang benar adalah langkah krusial untuk mencegah isian bocor dan kulit hancur saat digoreng. Teknik yang tepat akan memastikan pastel tetap utuh dan cantik setelah proses penggorengan. Perhatikan setiap detail dalam tahap ini agar tidak ada kesalahan fatal.
Saat membentuk pastel, pastikan adonan kulit dipipihkan hingga halus dan memiliki ketebalan yang merata. Jika Anda menggunakan penggiling mi, gilas adonan secara bertahap hingga mencapai ketebalan yang diinginkan, tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal. Kulit yang terlalu tipis akan mudah sobek, sedangkan yang terlalu tebal akan kurang renyah.
Setelah diisi, rekatkan setiap ujung kulit pastel dengan sangat rapat dan pastikan tidak ada celah atau bagian yang terbuka. Celah sekecil apapun dapat membuat isian keluar saat digoreng, merusak bentuk pastel dan mengotori minyak. Perekatan yang kuat adalah kunci agar isian tetap aman di dalam.
Untuk perekatan yang lebih kuat dan maksimal, pinggiran kulit dapat diberi sedikit putih telur atau adonan terigu yang dicampur air. Bahan ini berfungsi sebagai lem alami yang akan mengunci rapat pinggiran pastel. Ketebalan kulit juga perlu diperhatikan; kulit yang terlalu tipis dapat menjadi tidak kokoh dan cepat melempem setelah dingin.
4. Suhu Minyak yang Ideal
Suhu minyak goreng adalah faktor krusial yang sangat menentukan kerenyahan dan tingkat penyerapan minyak pada pastel. Suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan pastel gosong di luar namun mentah di dalam, atau bahkan menyerap terlalu banyak minyak. Mengontrol suhu minyak adalah kunci utama keberhasilan.
Pastel sebaiknya digoreng dalam minyak yang sudah panas, namun tidak terlalu panas hingga berasap. Suhu minyak yang ideal untuk menggoreng pastel umumnya berkisar antara 120-150 derajat Celcius. Beberapa sumber lain juga menyebutkan suhu sekitar 170-180 derajat Celcius sebagai rentang yang baik untuk hasil garing.
Minyak yang terlalu panas akan membuat pastel cepat gosong di bagian luar, sementara isian di dalamnya belum matang sempurna. Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, kulit pastel akan menyerap banyak minyak, menjadikannya lembek dan tidak renyah. Penting untuk menjaga suhu minyak tetap stabil selama proses penggorengan.
Untuk pastel yang baru dibuat, disarankan untuk menggorengnya sekali saja hingga matang dan berwarna keemasan. Namun, untuk pastel beku atau frozen, menggoreng dua kali dapat menghasilkan kerenyahan yang lebih baik dan memastikan isian matang sempurna. Penggorengan dua kali ini membantu menghilangkan kelembaban berlebih dari pastel beku.
5. Metode Penggorengan yang Benar
Metode penggorengan yang tepat akan memastikan pastel matang merata, tidak hancur, dan memiliki tekstur yang diinginkan, yaitu renyah dan garing. Teknik yang salah dapat merusak semua persiapan yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Perhatikan langkah-langkah penggorengan dengan seksama.
Gunakan metode deep frying, yaitu menggoreng dalam minyak banyak agar pastel terendam sepenuhnya. Ini sangat membantu pastel matang merata di seluruh bagian dan menghasilkan tekstur renyah yang konsisten pada kulit. Hindari memasukkan terlalu banyak pastel sekaligus ke dalam penggorengan untuk menjaga suhu minyak tetap stabil dan tidak turun drastis.
Beberapa teknik menyarankan untuk memasukkan pastel saat minyak masih dingin atau hangat, lalu nyalakan api sedang dan biarkan suhu minyak naik perlahan. Ada juga teknik yang menyarankan mematikan api setelah pastel masuk, menyiram-nyiram pastel dengan minyak panas, lalu menyalakan api kembali saat minyak mulai mendingin. Teknik ini konon dapat menghasilkan bintil-bintil pada kulit pastel yang menjadi ciri khas.
Jangan terlalu sering membolak-balik pastel saat digoreng karena dapat menyebabkan kulitnya rusak atau hancur. Cukup balik pastel secukupnya agar semua sisi matang merata hingga berwarna kuning keemasan yang cantik. Proses penggorengan yang tenang dan tidak terburu-buru akan menghasilkan pastel yang sempurna.
6. Penirisan Minyak yang Efektif
Setelah digoreng, proses penirisan minyak yang benar adalah langkah terakhir yang sangat penting untuk memastikan pastel tidak berminyak dan tetap garing. Langkah ini seringkali diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada kualitas akhir pastel. Pastel yang berminyak akan cepat lembek dan kurang nikmat.
Angkat pastel dari penggorengan segera setelah matang dan tiriskan minyak berlebih dengan cepat. Gunakan saringan, rak kawat, atau beberapa lembar tisu dapur untuk menyerap minyak yang menempel pada permukaan pastel. Alat-alat ini akan membantu memisahkan minyak dari pastel secara efektif.
Posisikan pastel dalam kondisi berdiri saat ditiriskan agar minyak dapat turun secara maksimal dari seluruh permukaan. Jika Anda menggunakan tisu dapur, ganti tisu secara berkala jika sudah terlihat basah dan penuh minyak. Minyak yang menumpuk pada pastel dapat membuat kulitnya cepat lembek dan kehilangan kerenyahannya.
Hindari menumpuk pastel dalam wadah tertutup segera setelah digoreng. Uap panas yang terperangkap di dalam wadah dapat membuat kulit pastel menjadi lembek dan tidak renyah lagi. Biarkan pastel dingin di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik sebelum disimpan atau disajikan. Ini adalah trik penting untuk menjaga kerenyahan pastel lebih lama.
People Also Ask (Q&A)
Mengapa kulit pastel saya sering pecah saat digoreng?
Kulit pastel dapat pecah karena beberapa alasan, termasuk adonan yang terlalu tipis, isian yang terlalu basah atau panas, atau suhu minyak yang tidak stabil saat menggoreng. Pastikan adonan kulit memiliki ketebalan yang cukup, isian kering dan dingin, serta rekatkan pinggiran pastel dengan baik.
Bagaimana cara membuat kulit pastel tetap renyah meskipun sudah dingin?
Untuk menjaga kerenyahan pastel setelah dingin, beberapa trik dapat diterapkan. Ini termasuk penggunaan air es dalam adonan kulit, tidak menguleni adonan terlalu lama, menggunakan margarin, dan menggoreng pastel dua kali jika pastel beku. Penirisan minyak yang efektif juga penting untuk mencegah pastel lembek.
Apakah pastel beku perlu dicairkan sebelum digoreng?
Pastel beku dari freezer tidak perlu dicairkan terlebih dahulu sebelum digoreng. Menggoreng pastel dalam kondisi beku justru dapat menghasilkan tekstur kulit yang lebih renyah dan tidak mudah pecah. Gunakan api kecil hingga sedang agar isian matang sempurna dan kulit tidak gosong.
Berapa suhu minyak yang ideal untuk menggoreng pastel?
Suhu minyak yang ideal untuk menggoreng pastel adalah sekitar 120-150 derajat Celcius. Beberapa sumber lain menyarankan suhu 170-180 derajat Celcius. Minyak yang terlalu panas dapat membuat pastel gosong di luar, sementara minyak yang terlalu dingin akan menyebabkan pastel menyerap banyak minyak.
Bagaimana cara menyimpan pastel mentah agar tahan lama?
Pastel mentah dapat disimpan di kulkas atau freezer untuk memperpanjang masa simpannya. Untuk penyimpanan jangka pendek (2-3 hari), simpan di kulkas bawah pada suhu 2-4 derajat Celcius. Untuk penyimpanan jangka panjang (hingga 2-3 minggu), simpan di freezer pada suhu -18 derajat Celcius. Bekukan pastel di loyang terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke wadah kedap udara untuk mencegah saling menempel.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510256/original/070909300_1771823832-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314508/original/012967400_1675648340-Cap_Go_Meh_Bogor-IQBAL_12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513366/original/077438000_1772010597-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509040/original/067858700_1771650546-Telur_Ceplok_Kuah_Kecap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512653/original/033998800_1771989480-BTS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375038/original/021267400_1759909432-pexels-dee-dave-60341237-8017999.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512529/original/033414100_1771984795-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512713/original/090731700_1771992142-62e298c2-f7c7-42b0-a6c7-2eaca18070a3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500496/original/043423900_1770867910-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512751/original/087329300_1771992984-unnamed_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507993/original/083490700_1771560402-Depositphotos_585713484_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513170/original/091585600_1772004746-Gemini_Generated_Image_4difmx4difmx4dif_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2222873/original/048468200_1526972380-20180521-Kampung-Ramadan-Di-Jogokaryan-Yogya-GHOLIB-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513085/original/058140800_1772002714-sajian_mi_bihun_lezat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/963936/original/098270100_1440318815-timbel4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494911/original/040315400_1770349137-Masak_Nasi_Putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513028/original/027739700_1772001411-082611900_1527045428-in-paragraph.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512745/original/094333100_1771992876-saus_serbaguna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398142/original/075984800_1761862383-000_82KJ663.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512904/original/005695000_1771997743-rempeyek_kacang.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)