Penumpang Kapal Pesiar Dilarang Berbikini Saat Wisata di Pulau Lifou

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Warga Australia yang bepergian ke destinasi kapal pesiar populer diingatkan untuk tidak mengenakan bikini saat berada di luar kapal. Pihak operator kapal pesiar yakni Carnival Cruise Line meminta para penumpang menghormati adat dan budaya setempat.

Menurut Cruise Hive, para tamu yang berada di atas kapal Carnival Splendour yang berangkat dari Sydney pada 2 Juni menerima pemberitahuan mengenai aturan berpakaian sebelum memulai pelayaran delapan malam ke Pasifik Selatan. Kapal tersebut dijadwalkan singgah pertama kali di Pulau Lifou, yang terletak di Kaledonia Baru.

Dikutip dari news.com.au pada Jumat (12/6/2026), sebelum tiba di sana, setiap penumpang menerima surat dari nakhoda kapal, Eduardo Ferrone, yang dikirimkan ke kabin masing-masing. Surat itu berisi pengingat mengenai aturan berpakaian, termasuk jenis pakaian yang diperbolehkan dan yang dilarang di beberapa pelabuhan tujuan.

Penumpang diminta untuk menghindari pakaian yang terlalu terbuka saat mengunjungi pulau tersebut, seperti bikini dua potong, G-string, monokini, maupun mankini. Berjemur tanpa atasan (topless) juga dilarang keras.

Aturan berpakaian tersebut tidak hanya berlaku di pantai, tetapi juga di seluruh area publik di pulau itu, termasuk pasar, gereja, dan tempat berkumpul masyarakat.

"Kami dengan hormat meminta para tamu untuk menghormati budaya dan aturan lokal di setiap pelabuhan yang kami kunjungi," tulis Carnival dalam pedoman aturan berpakaiannya.

Aturan Berpakaian di Lifou Sudah Lama Diberlakukan

Perusahaan kapal pesiar itu secara khusus menyebut Lifou sebagai destinasi yang menerapkan norma berpakaian lebih konservatif. Aturan tersebut sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama.

"Beberapa destinasi, seperti Lifou yang merupakan pulau suku adat, dihuni oleh masyarakat adat yang bangga dengan budayanya. Budaya mereka berlandaskan rasa hormat dan dalam banyak kasus sangat religius."

"Masyarakat di lokasi tersebut juga meminta para pengunjung mengenakan pakaian renang tradisional model satu potong atau pakaian renang yang lebih tertutup, serta tidak mengenakan bikini maupun monokini saat berada di pantai."

Pengetatan aturan pakaian renang juga telah dibagikan Carnival kepada para tamunya melalui situs resmi perusahaan.

Carnival juga memperingatkan bahwa ketidakpatuhan terhadap adat setempat dapat mengancam peluang perusahaan untuk terus memasukkan Lifou dalam rute pelayaran mereka di masa mendatang.

Pengingat mengenai aturan berpakaian ini muncul di tengah upaya berbagai perusahaan kapal pesiar untuk menerapkan aturan khusus sesuai destinasi yang dikunjungi, yang terkadang berbeda dengan kebijakan yang berlaku di atas kapal.

Berdasarkan informasi di situs resminya, Carnival umumnya memperbolehkan pakaian santai bergaya resor pada siang hari. Namun, para tamu tetap diharapkan mengenakan pakaian yang menghormati sesama wisatawan dan sesuai dengan situasi serta lokasi yang dikunjungi.

Perbincangan di Dunia Maya

Kebijakan pakaian renang Carnival menjadi topik hangat di kalangan penumpang di dunia maya.

"Pakailah apa yang kalian mau," tulis seorang pengguna Reddit.

Pengguna lain berpendapat bahwa pakaian renang terbuka sudah menjadi pemandangan umum di kapal pesiar.

"Ada orang yang mengenakan pakaian renang seperti itu di dek kapal sepanjang waktu," tulisnya.

Sebagian lainnya menilai para tamu seharusnya lebih mempertimbangkan keberadaan keluarga dan anak-anak.

"Mungkin kenakan itu saat mengikuti aktivitas khusus orang dewasa atau di jacuzzi khusus dewasa," saran seorang komentator.

"Carnival adalah kapal pesiar untuk keluarga, dan ada banyak anak-anak dalam pelayaran ini."

Di sisi lain, banyak yang sepakat bahwa wisatawan harus menghormati budaya tempat yang mereka kunjungi.

"Begitu Anda turun dari kapal, Anda tidak lagi berada 'di kapal pesiar'. Jadi hormatilah adat setempat dan berpakaianlah lebih sopan," tulis seorang pengguna.

"Kalau tidak suka, tetaplah di kapal dan bersantai di tepi kolam renang."

Komentator lain menyoroti pentingnya menghormati budaya negara lain saat berwisata.

Sydney Larang Penumpang Bus Hanya Pakai Bikini

Sementara itu, Dewan Kota Sydney melarang penumpang bus umum tanpa mengenakan baju atau hanya memakai bikini saat hendak atau pulang dari pantai. Kebijakan itu kembali memicu perdebatan lama tentang kesopanan publik di Australia.

"Harap berpakaian sopan. Pakaian harus dikenakan di atas pakaian renang," demikian bunyi papan pengumuman untuk bus Hop, Skip and Jump, yang didanai Dewan Northern Beaches dan beroperasi di pinggiran kota Sydney utara, Manly, Fairlight, dan Balgowlah. Papan pengumuman tersebut ditampilkan dalam laporan oleh afiliasi CNN, 7News Sydney, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Bus adalah bentuk utama transportasi umum di wilayah pesisir, menurut situs web dewan kota. Menurut 7News, menolak penumpang karena pakaian mereka, atau kurangnya pakaian, akan bergantung pada kebijaksanaan pengemudi.

Perubahan ini menyusul keluhan dari penumpang, menurut afiliasi CNN, 9News, dengan banyak penumpang yang lebih tua mendukung pembatasan tersebut.

"Kami agak kuno. Kami mungkin ingin orang-orang berpakaian sopan, terutama jika Anda menggunakan transportasi umum,” kata seorang wanita kepada 7News, dikutip dari CNN, Sabtu (14/2/2026).

Seorang wanita lain menggambarkan penumpang yang mengenakan bikini sebagai 'mengganggu', menambahkan bahwa bus itu 'kecil' dan 'sangat tertutup'. "Saya pikir terkadang agak mengganggu ketika Anda melihat orang naik bus dengan hampir tanpa pakaian," kata seorang pria.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |