Restoran Ramen Luncurkan Menu Rice Bowl untuk Diracik Konsumen Suka-suka

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah restoran ramen menyeberang dari menu andalannya ke menu rice bowl. Konsep penyajian dimodifikasi agar berbeda dari menu serupa yang juga banyak ditawarkan restoran lain.

Dinamai Premium Raishi, inovasi baru itu menawarkan pengalaman menikmati makanan Jepang dengan cara yang lebih personal melalui kombinasi nasi, sup, dan topping yang dapat dipilih sesuai selera. Lewat menu tersebut, konsumen bisa meracik hidangan mereka sendiri menggunakan pilihan yang tersedia.

Ada empat opsi nasi, yakni nasi putih, nasi putih dengan nori, butter rice, dan nasi daun jeruk, yang bisa dipilih untuk dipadukan dengan salah satu antara dua jenis sup, yakni Classic Tofu Soup dan Bara Tofu Soup. Untuk melengkapi hidangan, tersedia berbagai topping berbahan baku ayam, meliputi Chicken Karaage, Chicken Katsu, Spicy Chicken Karaage, dan Chicken Teriyaki Grill.

"Haraku selama ini dikenal melalui ramen, namun kami juga melihat antusiasme pelanggan terhadap menu rice bowl yang terus berkembang. Melalui Premium Raishi, kami ingin menghadirkan kategori menu yang lebih kuat dengan pilihan yang lebih beragam yang memberikan kebebasan bagi pelanggan untuk menemukan kombinasi favorit mereka sendiri," ujar Cendyarani, President Director ISMAYA Group, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain menawarkan fleksibilitas dalam memilih kombinasi menu, Premium Raishi juga hadir sebagai pilihan yang ramah di kantong dengan harga mulai dari Rp 49 ribu. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah dapat menikmati hidangan lengkap yang memadukan nasi, sup, dan topping dalam satu sajian yang mengenyangkan.

Apa Itu Rice Bowl?

Mengutip Feed Liputan6.com, rice bowl adalah hidangan yang terdiri dari nasi sebagai bahan dasar yang disajikan dalam mangkuk, dilengkapi dengan berbagai macam topping atau pelengkap di atasnya. Topping tersebut dapat berupa daging, ikan, sayuran, telur, saus, dan bumbu-bumbu lainnya.

Konsep penyajian dalam satu wadah ini menjadikan rice bowl sebagai pilihan makanan yang praktis dan mudah dikonsumsi. Komposisi rice bowl juga fleksibel. Anda bebas mengkombinasikan berbagai jenis topping sesuai selera dan kebutuhan gizi sehingga tercipta variasi rasa yang tak terbatas, mulai dari cita rasa lokal hingga internasional.

Rice bowl juga dikenal dengan istilah lain seperti donburi di Jepang atau bibimbap di Korea. Meskipun bernama berbeda, konsep dasarnya tetap sama, yaitu nasi yang disajikan dengan berbagai lauk dalam satu wadah. Perbedaannya terletak pada jenis topping dan bumbu yang digunakan, yang mencerminkan kekhasan kuliner masing-masing negara.

Sejarah dan Asal-usul Rice Bowl

Akar sejarah rice bowl dapat ditelusuri hingga zaman Edo (1603-1868) di Jepang. Pada masa itu, masyarakat Jepang meyakini bahwa nasi dan lauk harus disajikan secara terpisah. Menggabungkan keduanya dalam satu wadah dianggap tidak sopan dan melanggar etika makan.

Namun, seiring berjalannya waktu, muncul inovasi kuliner yang memperkenalkan penyajian nasi dan lauk dalam satu mangkuk. Inovasi ini awalnya ditujukan untuk memberikan solusi makan yang lebih praktis bagi para pekerja dan pedagang yang memiliki waktu terbatas. Hidangan ini kemudian dikenal dengan nama "donburi", yang merupakan cikal bakal rice bowl modern.

Popularitas donburi terus meningkat di Jepang dan mulai menyebar ke negara-negara Asia lainnya. Setiap negara kemudian mengadaptasi konsep ini dengan menambahkan sentuhan lokal, baik dari segi bahan maupun bumbu yang digunakan. Di Korea misalnya, muncul hidangan serupa yang disebut "bibimbap", sementara di Indonesia kita mengenalnya dengan istilah "rice bowl".

Seberapa Sehat Menu Rice Bowl?

Rice bowl terlihat menu sehat sempurna karena mengandung nasi, sayur, dan lauk, atau karbohidrat, protein, dan mineral. Namun ketika menu tersebut tersaji di meja makan kita, penampakannya seringkali tak selengkap yang dibayangkan. Jadi, apakah rice bowl menu yang sehat?

"Kenyataannya, rice bowl tidak secantik itu. Sudah banyak butter, salted egg, habis itu digoreng," kata Head of Health Committee Nutrifood, Moch Aldis Ruslialdi belum lama ini.

Dari segi nutrisi, rice bowl sebaiknya mempertimbangkan pedoman gizi seimbang. Menurut Aldis, menu seimbang adalah 'karbohidratnya seperempat, sayurnya seperempat, dan setengahnya lagi lauk. Rice bowl melulu setiap hari tidak akan tercapai gizi seimbang itu'.

Kalau pun ada rice bowl yang ditambahkan sayuran seperti beberapa potong mentimun dan tomat, itu pun dirasa tidak cukup memenuhi komposisi gizi seimbang. Kecuali, jika sesudah itu ditambah makan salad.

"Makan saladnya juga tidak boleh berlebihan. Tidak boleh banyak mayonaise. Harus banyak sayurnya," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |