Liputan6.com, Jakarta - Nasi Liwet Solo adalah sebuah mahakarya kuliner tradisional yang berasal dari kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Hidangan ini dikenal luas berkat cita rasanya yang gurih, aromatik, dan teksturnya yang pulen, menjadikannya salah satu ikon kuliner Jawa yang sangat dihargai dan digemari banyak kalangan. Keunikan Nasi Liwet Solo terletak pada perpaduan rasa yang harmonis antara nasi gurih, lauk pauk, dan areh santan kental yang disiramkan di atasnya.
Sebagai hidangan khas, Nasi Liwet Solo memiliki ciri khas yang membedakannya dari nasi liwet daerah lain, seperti Nasi Liwet Sunda. Nasi Liwet Solo cenderung lebih lembut, gurih, dan creamy, bukan pedas, dengan aroma khas dari perpaduan santan dan rempah. Penyajiannya secara tradisional menggunakan pincuk, yaitu wadah yang terbuat dari daun pisang, menambah sensasi makan yang otentik dan unik.
Nasi Liwet Solo bukan sekadar makanan biasa, melainkan representasi budaya dan tradisi masyarakat Surakarta yang telah diwariskan secara turun-temurun. Hidangan ini sering kali menjadi menu favorit untuk sarapan maupun makan malam, serta kerap disajikan dalam acara-acara khusus atau perayaan. Kehadirannya di berbagai sudut kota Solo menunjukkan betapa eratnya Nasi Liwet ini dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Lantas bagaimana resep bumbu nasi liwet khas Solo yang otentik lengkap dengan tips memasaknya? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (15/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
Nasi Liwet Solo Warisan Kuliner yang Melegenda
Nasi Liwet Solo merupakan hidangan nasi gurih yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, dan rempah-rempah pilihan seperti daun salam dan serai, menghasilkan cita rasa yang kaya dan aroma yang menggoda. Ciri khas utamanya adalah teksturnya yang pulen, rasa gurih yang seimbang, serta sentuhan creamy yang memanjakan lidah. Berbeda dengan nasi liwet dari daerah lain yang mungkin lebih kering atau pedas, Nasi Liwet Solo menonjolkan kelembutan dan kekayaan rasa santan.
Hidangan ini selalu disajikan lengkap dengan lauk pendamping yang beragam, seperti sayur labu siam, suwiran ayam, telur pindang, dan areh, yaitu olahan santan kental yang disiramkan di atas nasi. Kombinasi lauk pauk ini menciptakan harmoni rasa yang kompleks dan memuaskan. Penyajian tradisional menggunakan pincuk daun pisang tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang lebih otentik dan berkesan.
Sejarah Nasi Liwet Solo berakar kuat pada masyarakat Desa Menuran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang mulai memasak hidangan ini sejak tahun 1582 M. Awalnya, nasi liwet disajikan dalam acara syukuran dengan harapan membawa keselamatan dan tercapainya keinginan. Ada pula sejarah yang mengaitkan nasi liwet dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Solo, terinspirasi dari nasi samin yang konon merupakan makanan kesukaan Nabi. Karena sulitnya menemukan minyak samin, masyarakat menciptakan nasi liwet dari air kelapa sebagai penggantinya.
Proses pembuatan nasi liwet bahkan tercatat dalam Serat Centhini, sebuah karya sastra Jawa Baru yang ditulis antara tahun 1814-1823 M. Nasi liwet juga sempat dikaitkan dengan tradisi penolak bala saat terjadi bencana alam gempa bumi besar di Pulau Jawa, di mana pembuatannya disertai lantunan doa-doa untuk keselamatan. Ini menunjukkan betapa dalam nilai filosofis dan historis yang terkandung dalam setiap sajian Nasi Liwet Solo.
Bahan-bahan Utama Nasi Liwet Solo
Kelezatan Nasi Liwet Solo tidak terlepas dari pemilihan bahan-bahan utama berkualitas tinggi, baik untuk nasi gurihnya maupun lauk pendampingnya. Fondasi rasa gurih yang khas dimulai dari beras pulen yang dimasak dengan santan, yang menjadi kunci tekstur lembut dan cita rasa otentik. Santan segar dari kelapa tua sangat dianjurkan untuk menghasilkan rasa gurih dan creamy yang maksimal.
Selain santan, rempah aromatik seperti daun salam, serai yang dimemarkan, dan lengkuas yang dimemarkan adalah komponen wajib yang memberikan aroma wangi yang khas pada nasi. Garam ditambahkan secukupnya untuk menyeimbangkan rasa, sementara beberapa resep juga menyertakan daun pandan untuk menambah keharuman alami. Penggunaan kaldu bubuk juga dapat menjadi pilihan untuk memperkaya rasa nasi liwet.
Nasi Liwet Solo tidak akan lengkap tanpa lauk pendampingnya yang khas dan beragam, menciptakan harmoni rasa yang sempurna. Lauk-pauk ini meliputi ayam suwir, yang umumnya menggunakan ayam kampung yang dimasak dengan bumbu opor atau areh, kemudian disuwir. Areh adalah santan kental yang dimasak hingga mengental dan berminyak, seringkali dibumbui garam, dan menjadi sentuhan akhir yang disiramkan di atas nasi. Areh ini bisa berwarna putih atau kuning.
Pelengkap lainnya adalah telur pindang, yaitu telur rebus yang dimasak kembali dengan bumbu dan rempah hingga berwarna kecoklatan. Sayur labu siam, atau sering disebut sayur jipang, adalah labu siam yang dipotong korek api dan dimasak dengan santan serta bumbu kuning atau merah. Beberapa variasi juga menyertakan tahu dan tempe bacem, sate-satean, sambal goreng ati, atau kerupuk untuk menambah kekayaan rasa dan tekstur hidangan.
Resep Bumbu Nasi Liwet Khas Solo
Bahan Nasi Liwet:
- Beras pulen: 500 gram (cuci bersih)
- Santan segar: 750 ml (dari 1 butir kelapa parut). Beberapa resep menyebutkan 600 ml atau 1 liter santan encer.
- Daun salam: 2-3 lembar
- Serai: 1-2 batang (memarkan)
- Lengkuas: 2 cm (memarkan)
- Garam: 1 sendok teh
- Bawang merah: 5 siung (iris tipis)
- Bawang putih: 3 siung (iris tipis)
- Daun pandan: 1 lembar (potong-potong atau simpulkan, opsional)
- Kaldu bubuk: 1/2 sendok teh (opsional)
Bahan Areh Santan Kental:
- Santan kental: 200-500 ml (dari 1/4 hingga 1/2 butir kelapa parut)
- Daun salam: 1-3 lembar
- Lengkuas: 3 cm (memarkan, opsional)
- Garam: 1/2 sendok teh
Bumbu halus ayam areh (contoh):
- Bawang merah: 8 butir
- Bawang putih: 4 siung
- Ketumbar bubuk: 2 sendok teh
- Kemiri: 4 butir
- Kunyit: 2 cm (opsional)
Bahan Ayam Suwir Opor/Areh:
- Dada ayam: 250 gram (rebus, suwir-suwir). Beberapa resep menggunakan 1 ekor ayam kampung.
- Daun salam: 2-3 lembar
- Serai: 1-3 batang
- Lengkuas: 2 cm
- Garam: 1 sendok teh
- Gula merah: 2 sendok teh
- Santan cair: 150 ml
- Air kelapa: 2 gelas (opsional)
Bahan Sayur Labu Siam:
- Labu siam: 1-2 buah (kupas, potong korek api)
- Santan kelapa: 2 gelas (dari 1/4 butir kelapa). Beberapa resep menyebutkan 500 ml atau 1 liter santan segar.
- Lengkuas: 3 cm (memarkan)
- Daun jeruk purut: 2 lembar
- Daun salam: 2 lembar
- Garam: 1/2 sendok teh
- Gula pasir: 1 sendok teh
- Cabai merah: 10 buah (iris tipis serong, opsional)
- Udang: secukupnya (opsional)
Bumbu halus sayur labu siam (contoh):
- Cabai merah besar: 3 buah (buang bijinya)
- Cabai merah keriting: 3 buah
Bahan Telur Pindang:
- Telur ayam: 4 butir (rebus)
- Air: 1000 ml
- Garam: 1/2 sendok teh
- Daun jati: 5 lembar (opsional, untuk warna)
- Daun jambu biji: 5 lembar (opsional, untuk warna)
- Daun salam: 2 lembar
Cara Membuat Nasi Liwet Khas Solo
Cara Membuat Nasi Liwet:
- Cuci beras hingga bersih, lalu tiriskan hingga agak kering.
- Masukkan beras ke dalam panci liwet, panci biasa, atau rice cooker.
- Tambahkan santan, daun salam, serai yang sudah dimemarkan, lengkuas yang dimemarkan, irisan bawang merah, irisan bawang putih, dan garam. Jika menggunakan daun pandan, masukkan juga.
- Aduk rata semua bahan dalam panci.
- Jika menggunakan rice cooker, cukup tekan tombol "cook" dan biarkan matang.
- Jika memasak manual, masak dengan api sedang sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah dan bagian bawah tidak gosong. Setelah mendidih dan air menyusut, kecilkan api, tutup panci, dan masak hingga nasi matang sempurna dan tanak (sekitar 20-25 menit). Angkat dan sisihkan. Biarkan panci tertutup selama 15-30 menit agar nasi tanak sempurna.
Cara Membuat Areh Santan Kental:
- Campurkan santan kental, daun salam, lengkuas (jika digunakan), dan garam dalam panci.
- Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan mengeluarkan minyak. Proses ini penting agar areh gurih dan tahan lama.
Cara Membuat Ayam Suwir Opor/Areh:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Masukkan daun salam, lengkuas, serai, dan potongan ayam. Masak hingga ayam berubah warna.
- Tuangkan santan cair (atau air kelapa), tambahkan garam dan gula merah.
- Masak hingga ayam matang dan empuk, serta bumbu meresap. Angkat ayam, suwir-suwir dagingnya.
- Didihkan kembali sisa bumbu hingga kental untuk areh ayam.
Cara Membuat Sayur Labu Siam:
- Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, daun salam, serai, dan cabai merah (jika digunakan) hingga harum.
- Masukkan labu siam yang sudah dipotong, aduk hingga layu.
- Tuangkan santan, bumbui dengan garam dan gula.
- Masak hingga labu siam empuk dan kuah mengental.
Cara Membuat Telur Pindang:
- Rebus telur hingga matang, lalu kupas kulitnya.
- Rebus kembali telur bersama air, garam, daun jati, daun jambu biji, dan daun salam hingga air menyusut dan telur berwarna kecoklatan. Ketuk-ketuk telur agar retak saat direbus kembali untuk mendapatkan motif pindang yang cantik.
Tips Memasak Nasi Liwet Solo yang Otentik
Untuk menghasilkan Nasi Liwet Solo yang benar-benar otentik, wangi, dan lembut, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pemilihan beras yang tepat adalah langkah awal yang krusial; gunakan beras pulen berkualitas baik yang akan menghasilkan nasi lembut, tidak mudah hancur, dan tidak pera. Pastikan untuk mencuci beras hingga bersih sebelum dimasak.
Penggunaan santan merupakan kunci utama rasa gurih Nasi Liwet Solo. Disarankan menggunakan santan segar dari kelapa tua yang kental untuk mendapatkan rasa yang lebih otentik dan creamy. Saat memasak nasi atau areh, penting untuk merebus santan dengan api kecil dan mengaduknya terus-menerus agar santan tidak pecah, yang dapat memengaruhi tekstur dan rasa akhir.
Teknik memasak nasi juga memegang peranan penting. Nasi liwet Solo sejatinya diaron hingga matang menggunakan panci liwet atau panci tebal, yang kelebihannya adalah dasar tebal sehingga nasi tidak cepat gosong. Selama proses aron, aduk nasi perlahan agar butiran tetap utuh. Setelah mendidih, kecilkan api dan tutup panci, lalu masak hingga air terserap habis sambil sesekali diaduk agar bagian bawah nasi tidak berkerak tebal. Memasak dengan api kecil akan membuat bumbu meresap sempurna dan menghasilkan nasi yang pulen.
Jika tidak memiliki panci liwet, rice cooker atau panci biasa juga dapat digunakan. Untuk rice cooker, sesuaikan takaran air sedikit lebih sedikit dari biasanya agar nasi tidak terlalu lembek. Salah satu ciri khas nasi liwet Solo adalah bumbu untuk nasi tidak ditumis terlebih dahulu; cukup masukkan semua bumbu aromatik (bawang merah iris, bawang putih iris, daun salam, serai memar) ke dalam rice cooker atau panci bersama beras dan santan. Cara ini akan menghasilkan aroma yang lebih segar dan khas.
Pentingnya areh tidak bisa diabaikan. Areh adalah santan kental yang dimasak hingga mengental dan berminyak. Proses memasak areh yang lebih lama hingga mengeluarkan minyak akan membuatnya lebih gurih dan tahan lama, serta menjadi sentuhan akhir yang menyempurnakan Nasi Liwet Solo dengan memberikan rasa gurih dan tekstur creamy yang khas. Penyajian yang benar juga krusial: Nasi Liwet Solo disajikan hangat dengan nasi yang sudah diberi suwiran ayam dan telur, kemudian disiram dengan sayur labu siam dan areh santan, siap untuk dinikmati.
Variasi dan Penyajian Nasi Liwet Solo
Nasi Liwet Solo bukan hanya sekadar hidangan lezat, melainkan juga cerminan kekayaan budaya dan tradisi Jawa yang mendalam, baik dalam penyajian maupun filosofinya. Meskipun ada lauk pendamping standar, Nasi Liwet Solo dapat dimeriahkan dengan berbagai pelengkap lain sesuai selera, menambah dimensi rasa dan tekstur pada hidangan ini.
Variasi lauk pauk yang biasa disajikan meliputi opor ayam kampung dengan kuah santan kuning, telur pindang yang direbus dengan rempah hingga kecoklatan, dan sayur labu siam yang dimasak dengan santan dan bumbu. Selain itu, areh, santan kental yang dimasak hingga berminyak, selalu disiramkan di atas nasi sebagai penambah rasa gurih. Pelengkap tambahan seperti tahu dan tempe goreng/bacem, ikan asin, telur dadar, sate-satean (sate ati ampela, uritan), kerupuk, atau sambal goreng ati juga sering dijumpai.
Penyajian Nasi Liwet Solo secara tradisional menggunakan pincuk, yaitu alas makan yang terbuat dari daun pisang. Cara ini tidak hanya memberikan sensasi makan yang berbeda, tetapi juga menonjolkan tradisi khas keraton serta kesederhanaan Jawa Tengah. Nasi liwet disajikan hangat dengan lauk-pauk yang ditata apik di atasnya, kemudian disiram dengan areh, menciptakan tampilan yang mengundang selera.
Lebih dari sekadar makanan, Nasi Liwet Solo menyimpan nilai filosofis yang mendalam. Jika gudeg sering dimaknai sebagai simbol kesabaran, Nasi Liwet dapat dibaca sebagai simbol kebersamaan dan penerimaan. Semua komponen hidangan—nasi, sayur, ayam, telur, dan areh—menyatu harmonis, mencerminkan keseimbangan dan tidak ada rasa yang ingin mendominasi. Nasi liwet juga erat kaitannya dengan budaya malam Solo, di mana banyak penjual membuka lapak saat senja, menjadikannya momen sosial untuk berkumpul dan berbincang.
Popularitas Nasi Liwet Solo sangat tinggi, menjadikannya menu favorit untuk sarapan maupun makan malam. Penjual nasi liwet mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Solo, seperti di daerah Keprabon, Kerten, Manyar, Solo Baru, atau Pasar Gede Solo. Beberapa tempat makan nasi liwet yang terkenal di Solo antara lain Nasi Liwet Yu Sani di Jalan Veteran, Nasi Liwet Wongso Lemu di Jalan Teuku Umar, Nasi Liwet Bu Sri di Jalan Urip Sumoharjo, dan Nasi Liwet Bu Waris di Jalan Yos Sudarso, yang semuanya menawarkan pengalaman kuliner otentik yang tak terlupakan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Bumbu Nasi Liwet Khas Solo yang Otentik
1. Apa itu Nasi Liwet Solo?
Jawaban: Nasi Liwet Solo adalah hidangan nasi khas dari kota Surakarta, Jawa Tengah, yang terkenal dengan cita rasa gurih dan aromatik. Nasi ini dimasak menggunakan santan, kaldu ayam, dan rempah-rempah, serta disajikan dengan lauk pendamping seperti sayur labu siam, suwiran ayam, telur pindang, dan areh santan kental.
2. Apa saja bahan utama untuk membuat Nasi Liwet Solo yang otentik?
Jawaban: Bahan utama untuk Nasi Liwet Solo meliputi beras pulen berkualitas baik, santan segar dari kelapa tua, daun salam, serai, lengkuas, dan garam. Untuk lauk pendamping, bahan yang umum digunakan adalah dada ayam untuk suwiran, santan kental untuk areh, labu siam, dan telur ayam untuk telur pindang.
3. Bagaimana tips memasak Nasi Liwet Solo agar hasilnya otentik dan lezat?
Jawaban: Beberapa tips penting antara lain menggunakan beras pulen berkualitas, santan segar dari kelapa tua, serta memasak nasi dengan teknik aron atau menggunakan rice cooker dengan api kecil. Penting juga untuk tidak menumis bumbu nasi, melainkan langsung mencampurkannya dengan beras dan santan, serta memasak areh hingga mengental dan berminyak.
4. Apa perbedaan Nasi Liwet Solo dengan nasi liwet dari daerah lain?
Jawaban: Nasi Liwet Solo memiliki ciri khas tekstur yang lebih lembut, gurih, dan creamy, serta tidak pedas. Berbeda dengan nasi liwet dari daerah lain seperti Nasi Liwet Sunda yang umumnya kering dan tidak berkuah. Nasi Liwet Solo juga selalu disajikan dengan areh santan kental sebagai pelengkap utama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555899/original/080837800_1776223478-Tamara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556049/original/049937100_1776230038-Serena_Hotel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556410/original/028040000_1776244961-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526194/original/067219900_1773114206-sop_ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556268/original/023433900_1776238060-Gemini_Generated_Image_wvsf8iwvsf8iwvsf.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388639/original/002077700_1681093218-Festival_Thailand_membuat_heboh_di_Kowloon_City-AP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433459/original/005437400_1764844758-Ide_Jualan_Sagu_Mutiara_dengan_Modal_Kecil_tapi_Untung_Banyak_Jenis_Dessert_Box_Sagu_Mutiara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556148/original/001242500_1776233601-Makan_Lah__Blok_M_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556052/original/062875200_1776230111-Gemini_Generated_Image_95cv4j95cv4j95cv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556038/original/028940300_1776229629-Canting_16_Jan_2022.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556041/original/089008800_1776229635-28833a07-01b1-4426-bbd6-09256c78e50f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3577987/original/037790300_1632191120-fresh-flavorful-mashed-potatoes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555935/original/073878500_1776225557-Gemini_Generated_Image_x46pjzx46pjzx46p.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555721/original/019726500_1776202414-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_19.47.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555901/original/066665600_1776223720-cropped-9ea6825f-9d70-43b8-b277-0e3a963596d6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4683257/original/088654500_1702367964-Rice_Cooker_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555966/original/093631900_1776227315-3951c1ec-27d9-4bf9-8e79-26a09b92fa05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555898/original/029881800_1776223445-Tamara__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555880/original/042270800_1776222657-cropped-9cbe0b22-64cb-4ce8-aadb-9e91caadea0c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555856/original/001800900_1776221500-cropped-35c1a3cf-9559-45cf-b6a1-a54cc767fc5d.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447615/original/067533700_1765959670-cgr_bdy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458201/original/031493700_1767074270-zhang_zhehan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451328/original/014531400_1766285850-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1677282/original/072536700_1502557224-Monas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452675/original/049859600_1766421336-tata_juliastrid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4435592/original/039268900_1684722031-Aktivis_perubahan_iklim_mengubah_Air_Mancur_Trevi_Italia_menjadi_hitam-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448627/original/070389700_1766034915-rosalind-chang-i7JC5LCx-zM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988264/original/089904800_1730512664-20241101_165349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451629/original/037720500_1766319255-prince_wales1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447392/original/016928700_1765955994-Kue_Palm_Cheese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451320/original/091153900_1766280778-kiarash-mansouri-STczlVcH100-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464514/original/053226100_1767692533-Cocomelon_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452947/original/025750100_1766463339-meja_makan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451582/original/093387000_1766312214-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Algojo_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)