Mikha Tambayong Ingin Menua dengan Anggun, Coba Teknologi Pengencangan Wajah

15 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai pekerja hiburan, Mikha Tambayong meyakini bahwa penampilan adalah bagian dari aset yang harus dijaga. Di usia 31 tahun, ia mengaku ingin menua dengan anggun. Dengan prinsip itu, ia mencoba rutin merawat penampilan dengan konsisten, termasuk terbuka pada teknologi pengencangan wajah non-invasif.

"Saya sekarang di usia yang sekarang membutuhkan sesuatu yang enhancing, not changing," kata Mikha dalam peluncuran kampanye YoutheXERF di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengaku mencoba perawatan pengencangan wajah non-bedah sebagai upaya menjaga penampilannya agar tetap terlihat alami tanpa mengganggu aktivitas harian. Dengan kesibukannya, ia makin memerlukan perawatan diri yang lebih praktis.

Seiring perkembangan teknologi, kebutuhannya akan perawatan wajah yang memberi hasil maksimal tanpa menyiksa bisa terpenuhi. Hal itu dirasakannya setelah mencoba teknologi XERF, yang mendapuknya sebagai duta merek di Indonesia.

"Setelah mencoba itu relatively painless, tidak traumatis, dan tidak ada downtime. Setelah treatment, malamnya aku masih bisa dinner dan besoknya langsung flight lagi," katanya.

Mikha juga sengaja mencoba teknologi tersebut sebelu menerima pinangan menjadi duta agar bisa merepresentasikan produk yang dia benar-benar rasakan sendiri manfaatnya. Itu, kata dia, merupakan bagian dari kejujuran yang diusungnya.

"Kalau buat aku pribadi, aku harus experience dulu produk yang aku representasikan, karena sincerity itu penting," katanya.

Makna Kecantikan bagi Mikha Tambayong

Sebagai pribadi yang merintis karier di industri hiburan sejak umur 13 tahun, Mikha mengatakan sudah terpapar dengan kecantikan sejak kedil. Namun, pandangannya tentang kecantikan dan gaya hidup berubah seiring pertambahan usia.

"Sekarang beauty itu confidence. Kita bangga pada diri kita sendiri dan tubuh kita sendiri. Untuk bisa percaya diri, kita juga harus mengurus diri kita, baik dari dalam maupun luar," kata Mikha. "Aku jadi lebih concious dengan apa yang aku lakukan, apa yang aku konsumsi, dan bagaimana aku merawat diri," sambungnya.

Keyakinan Mikha diamini Head of idsMED Aesthetics Indonesia Marisa Theresia. Menurut Marisa, itu pula alasan perusahaan memilih Mikha Tambayong sebagai brand ambassador karena sosoknya dianggap merepresentasikan perempuan Indonesia modern yang aktif, percaya diri, dan tetap mempertahankan karakter wajah natural.

"Mikha itu figur perempuan Indonesia yang original. Dia tetap menjadi dirinya sendiri, hanya versi lebih fresh, youthful, dan confident. Itu sangat align dengan filosofi XERF, yaitu enhancing, not changing," ujar Marisa.

Tampilan Mikha Tambayong Kenakan Hanbok

Sebelumnya, Mikha Tambayong membagikan momen liburannya ke Korea Selatan bersama Deva Mahenra, sang suami. Mereka menikmati musim dingin dengan mengunjungi istana bersejarah sembari mengenakan hanbok.

Mengutip kanal Showbiz Liputan6.com, Mikha mengenakan hanbok bernuansa putih gading, membuatnya kontras dengan bangunan istana Korea yang dominan batu dan kayu. Atasan jeogori berbahan bulu lembut menghadirkan kesan winter look yang elegan sekaligus hangat. Rok chima panjang berbahan sheer dengan detail bordir floral jatuh mengembang ringan, memberi siluet feminin yang halus.

Aksesori tas kecil bermotif tradisional Korea dengan sentuhan merah marun dan emas menjadi focal point yang memperkaya tampilan. Keseluruhan busana ini menciptakan kesan anggun tanpa terlihat berlebihan. 

Riasan wajah Mikha terlihat soft glam natural dengan kulit glowing yang sehat. Alis dirapikan secara natural, dipadukan dengan eye makeup tipis dan eyeliner halus yang mempertegas mata.

Lipstik pink nude memberi kesan segar dan feminin, cocok dengan tema musim dingin. Rambut panjang hitam dibiarkan terurai dengan belahan tengah, minim styling.

Gimmick Perawatan Kecantikan

Terlepas dari penampilan Mikha, tren perawatan kecantikan belakangan diramaikan dengan berbagai istilah baru, termasuk baby Botox, mini filler, hingga lip hydration. Penyebutan istilah itu dipopulerkan oleh sejumlah influencer yang dinilai bertujuan menyamarkan tindakan estetika yang mereka jalani.

Istilah seperti baby Botox dinilai menjadi cara baru untuk membuat prosedur estetika terdengar lebih aman dan mudah diterima secara sosial. Perawat estetika medis sekaligus pendiri klinik The Things We Do di Los Angeles, Vanessa Lee, mengatakan fenomena tersebut menunjukkan masih adanya stigma terhadap prosedur kecantikan.

"Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari bahasa yang digunakan dalam prosedur ini. Jika suatu perawatan membutuhkan nama yang lebih lembut agar seseorang merasa nyaman melakukannya, mungkin kita perlu bertanya stigma apa yang sebenarnya masih melekat," ujar Vanessa, melansir Byrdie, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Olivia Vaughan NP-C, praktisi perawat asal Los Angeles sekaligus pendiri OV Aesthetics, perbedaannya hanya terletak pada jumlah unit yang digunakan, biasanya sekitar dua hingga tiga unit lebih sedikit dibanding prosedur standar. "Sejujurnya, baby botox lebih merupakan istilah pemasaran daripada istilah medis," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |