Mengenal Pohon Dolar, Tanaman Hias Tahan Banting untuk Hijaukan Rumah

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pohon dolar atau Zamioculcas zamiifolia merupakan tanaman hias tropis yang populer karena tampilannya yang elegan dan perawatannya yang mudah. Tanaman ini memiliki daun hijau tua mengilap dengan tekstur tebal dan berlilin, sehingga memberikan kesan rimbun sekaligus modern di dalam ruangan.

Berkat daya tahannya yang tinggi, pohon dolar menjadi salah satu tanaman favorit pecinta tanaman hias, terutama bagi pemula. Melansir Gardenia Creating Gardens, Kamis, 14 Mei 2026, tanaman ini berasal dari wilayah kering di Afrika Timur, mulai dari Kenya hingga Afrika Selatan bagian timur laut.

Di habitat aslinya, pohon dolar tumbuh dalam kondisi minim air dan cahaya terbatas. Karakter tersebut membuat tanaman ini sangat adaptif ketika dijadikan tanaman indoor di rumah maupun kantor.

Pohon dolar termasuk dalam keluarga Araceae atau talas-talasan, satu famili dengan monstera, caladium, hingga keladi hias. Tanaman ini berbentuk unik berupa batang tegak dengan susunan daun simetris yang tumbuh langsung dari pangkal tanaman. Daunnya yang tebal mampu menyimpan cadangan air, sehingga tanaman tetap bertahan meski jarang disiram.

Selain tahan kering, pohon dolar juga memiliki pertumbuhan yang lambat dan rapi. Di habitat aslinya, tanaman ini dapat tumbuh hingga sekitar 60–90 sentimeter. Namun saat ditanam di dalam ruangan, ukurannya biasanya menyesuaikan besar pot dan kondisi lingkungan, dengan tinggi rata-rata sekitar 60 sentimeter.

Pohon dolar sebenarnya dapat menghasilkan bunga kecil berwarna putih kehijauan yang menyerupai bunga talas. Bunganya tumbuh tersembunyi di dekat permukaan tanah dan umumnya jarang muncul jika tanaman dipelihara di dalam ruangan. Setelah berbunga, tanaman ini dapat menghasilkan buah beri kecil berwarna putih, meski cukup jarang ditemukan.

Pohon Dolar Penyerap Polutan

Selain mempercantik ruangan, pohon dolar juga dipercaya membantu meningkatkan kualitas udara di dalam rumah. Tanaman ini disebut mampu menyerap senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) yang berasal dari polusi dalam ruangan, sehingga membantu menciptakan suasana yang lebih sehat dan nyaman.

Meski tergolong tahan banting, tanaman ini tetap membutuhkan perawatan yang tepat agar tumbuh sehat dan tampil cantik di dalam ruangan. Berikut beberapa cara merawat pohon dolar yang bisa diterapkan di rumah.

1. Letakkan di Area dengan Cahaya Tidak Langsung

Pohon dolar menyukai cahaya terang tidak langsung, tetapi juga tetap mampu bertahan di ruangan dengan pencahayaan minim. Tanaman ini cocok ditempatkan di dekat jendela atau sudut ruangan yang mendapat cahaya alami secukupnya.

Hindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama karena dapat membuat daun terbakar dan berubah warna menjadi kekuningan atau kecokelatan.

Cara Penyiraman Pohon Dolar

2. Gunakan Media Tanam yang Mudah Mengalirkan Air

Pohon dolar membutuhkan media tanam dengan drainase baik agar akar tidak mudah membusuk. Campuran tanah khusus kaktus dan sukulen bisa menjadi pilihan karena mampu mengalirkan air dengan cepat. Selain itu, pastikan pot yang digunakan memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang di bagian bawah pot.

3. Siram Saat Tanah Mulai Mengering

Penyiraman pohon dolar tidak perlu dilakukan setiap hari. Tanaman ini mampu menyimpan cadangan air pada batang dan akarnya, sehingga lebih tahan terhadap kondisi kering.

Siram tanaman ketika bagian atas tanah sekitar 2–3 sentimeter terasa kering. Penyiraman berlebihan justru menjadi penyebab utama akar membusuk pada pohon dolar.

4. Perhatikan Suhu dan Kelembapan Ruangan

Pohon dolar tumbuh optimal pada suhu ruangan sekitar 15–24 derajat Celsius. Tanaman ini juga mampu beradaptasi dengan kelembapan ruangan biasa, sehingga cocok dijadikan tanaman indoor di iklim tropis seperti Indonesia. Meski tahan terhadap udara kering, hindari menempatkan tanaman di dekat pendingin ruangan atau area dengan perubahan suhu ekstrem.

Perhatikan Pemupukan dan Potnya

5. Beri Pupuk Secukupnya

Pohon dolar tidak membutuhkan pemupukan terlalu sering. Cukup gunakan pupuk cair seimbang yang telah diencerkan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali untuk membantu menjaga pertumbuhan daun tetap sehat dan hijau. Pemupukan berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan tanaman.

6. Pangkas Daun yang Menguning

Pemangkasan pada pohon dolar umumnya hanya dilakukan untuk membuang daun tua, kering, atau menguning. Gunakan gunting yang bersih dan tajam agar tanaman tidak mudah terserang jamur atau bakteri. Memangkas daun yang rusak juga membantu tanaman terlihat lebih rapi dan segar.

7. Ganti Pot Secara Berkala

Pohon dolar memiliki pertumbuhan yang cukup lambat sehingga tidak perlu terlalu sering dipindahkan ke pot baru. Penggantian pot biasanya cukup dilakukan setiap dua hingga tiga tahun sekali atau saat akar mulai memenuhi pot. Pilih pot baru yang ukurannya sedikit lebih besar dari pot sebelumnya agar media tanam tidak terlalu lembap dan memicu pembusukan akar.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |