10 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Jepara 2026, Furnitur Ukiran hingga Kopi Tempur

22 hours ago 8
  • Apa oleh-oleh paling terkenal dari Jepara?
  • Di mana pusat oleh-oleh Jepara?
  • Apakah Tenun Troso bisa dibeli langsung dari pengrajin?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Jepara dikenal sebagai daerah pesisir di Jawa Tengah yang memiliki ragam hasil kerajinan dan makanan khas. Tidak hanya dikenal lewat ukiran kayu, wilayah ini juga memiliki banyak pilihan oleh-oleh yang sering dicari wisatawan setelah berkunjung ke Karimunjawa maupun pusat kota Jepara. Pilihan produknya beragam, mulai dari makanan ringan, kopi tradisional, kain tenun, hingga aksesori.

Keberadaan sentra usaha rumahan dan pasar oleh-oleh membuat wisatawan lebih mudah menemukan produk khas Jepara dalam satu kawasan. Sebagian besar produk dijual langsung oleh pengrajin maupun pelaku usaha lokal sehingga pembeli bisa melihat proses produksi sekaligus mengetahui ciri khas barang yang dibawa pulang. Hal ini membuat oleh-oleh dari Jepara memiliki nilai yang berkaitan dengan budaya dan kegiatan masyarakat setempat.

Selain mudah ditemukan, banyak oleh-oleh khas Jepara juga cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun rekan kerja. Beberapa produk dapat disimpan dalam waktu lama dan mudah dibawa selama perjalanan. Sebagai rekomendasinya, berikut Liputan6 hadirkan 10 oleh-oleh khas Jepara 2026 yang bisa jadi opsi bagi wisatawan, Minggu (17/5).

1. Ukiran Kayu Khas Jepara

Ukiran kayu menjadi produk yang paling sering dikaitkan dengan Jepara. Kerajinan ini dibuat dari kayu jati, mahoni, hingga trembesi dengan bentuk yang beragam, mulai dari hiasan dinding, kaligrafi, miniatur, hingga perlengkapan rumah. Produk ukiran banyak dipilih wisatawan karena dianggap mewakili identitas Jepara sebagai kota ukir.

Wisatawan dapat menemukan sentra ukiran di kawasan Tahunan dan Mulyoharjo. Salah satu tempat yang sering dikunjungi adalah Sentra Ukir Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Di kawasan tersebut terdapat banyak galeri dan bengkel kerja pengrajin yang menjual produk langsung kepada pembeli.

Ukiran kayu cocok dijadikan oleh-oleh karena tersedia dalam berbagai ukuran sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Selain itu, harga produk juga bervariasi tergantung bahan dan tingkat pengerjaan. Banyak wisatawan memilih ukiran kecil karena mudah dibawa dan dapat dijadikan hiasan rumah.

2. Furnitur Mini dari Kayu Jati

Selain ukiran, Jepara juga dikenal melalui produk furnitur. Tidak sedikit pengrajin yang membuat furnitur dalam ukuran kecil untuk dijadikan suvenir. Produk yang dijual antara lain kursi mini, meja mini, tempat tisu, hingga rak kecil berbahan kayu jati.

Pusat penjualan furnitur mini banyak ditemukan di Jalan Raya Tahunan, Jepara. Salah satu toko yang dikenal wisatawan adalah Mebel Jati Jepara di kawasan Kauman, Krajan, Kecamatan Batealit. Pembeli dapat memilih produk jadi atau memesan bentuk tertentu sesuai kebutuhan.

Furnitur mini cocok dijadikan oleh-oleh karena memiliki fungsi untuk penggunaan sehari-hari. Produk ini juga sering dipilih sebagai hadiah untuk kerabat maupun kolega. Selain mudah ditemukan, pilihan model yang tersedia cukup banyak sehingga pembeli dapat menyesuaikan dengan anggaran perjalanan.

3. Tenun Troso

Tenun Troso berasal dari Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Kain ini dibuat menggunakan alat tenun bukan mesin dan diproduksi oleh warga setempat. Motif yang digunakan biasanya menggabungkan pola tradisional dengan bentuk yang mengikuti kebutuhan pasar.

Wisatawan dapat membeli kain langsung di sentra tenun Desa Troso. Beberapa toko seperti Batik Troso Dewi Shinta di Jalan Rawa No. 01, Troso, Kecamatan Pejangaan, Jepara, menyediakan aneka produk tenun, mulai dari kain batik meteran, pakaian jadi, dan lain-lain. Kawasan ini juga sering menjadi tujuan wisata edukasi karena pengunjung dapat melihat proses penenunan secara langsung.

Tenun Troso banyak dipilih sebagai oleh-oleh karena mudah dibawa dan dapat digunakan dalam berbagai kegiatan. Produk kain juga tersedia dalam banyak pilihan warna dan motif. Selain untuk kebutuhan pribadi, kain tenun sering dibeli sebagai hadiah keluarga.

4. Kerajinan Monel

Monel merupakan aksesori berbahan logam yang cukup dikenal di Jepara. Produk yang dijual biasanya berupa cincin, gelang, kalung, dan gantungan kunci. Kerajinan ini banyak diproduksi di Kecamatan Kalinyamatan yang menjadi sentra monel di Jepara.

Salah satu lokasi yang sering didatangi wisatawan adalah gerai Seni Sakti Monel yang berlokasi di Jalan Gua Kencana, Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Di sana, tersedia banyak aksesori dalam berbagai bentuk dan ukuran. Harga produk juga dapat disesuaikan dengan jenis bahan dan model.

Kerajinan monel cocok dijadikan oleh-oleh karena mudah dibawa dan dapat digunakan untuk berbagai kalangan usia. Selain itu, aksesori jenis ini tidak memerlukan ruang penyimpanan besar selama perjalanan. Pilihan model yang tersedia juga cukup banyak sehingga pembeli memiliki banyak alternatif.

5. Carang Madu

Carang madu merupakan camilan khas Jepara yang dibuat dari campuran tepung dan gula merah. Bentuknya menyerupai anyaman tipis dengan rasa manis. Makanan ini banyak dijual dalam kemasan plastik sehingga mudah dibawa pulang.

Wisatawan dapat membeli carang madu di Pasar Jepara I atau di salah satu pusat pembuatannya yakni Carang Madu Bu Ripah, kawasan Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara. Di tempat ini, Carang Madu dijual dalam berbagai kemasan mulai dari kecil maupun besar untuk kebutuhan perjalanan jauh.

Carang madu sering dipilih karena tahan disimpan dalam beberapa hari dan mudah dibagikan kepada keluarga. Selain itu, bentuk kemasan yang sederhana membuat makanan ini tidak memerlukan penanganan khusus saat dibawa bepergian.

6. Kacang Oven Jepara

Kacang oven menjadi salah satu camilan yang banyak dicari wisatawan saat datang ke Jepara. Produk ini dibuat dengan cara dipanggang sehingga menghasilkan rasa gurih. Biasanya kacang dijual dalam kemasan plastik maupun toples.

Pusat penjualan kacang oven dapat ditemukan di toko oleh-oleh sekitar wilayah Jepara. Salah satu toko yang cukup dikenal adalah Pusat Oleh-Oleh Khas Kacang Jepara di  Bapangan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Produk dijual dalam beberapa ukuran kemasan.

Kacang oven cocok dijadikan oleh-oleh karena praktis dibawa dan dapat dikonsumsi dalam perjalanan. Selain itu, makanan ini juga mudah dibagikan kepada teman maupun keluarga. Harga yang ditawarkan umumnya masih terjangkau bagi wisatawan.

7. Kacang Listrik

Kacang listrik merupakan makanan ringan khas Jepara yang memiliki rasa gurih dengan campuran bumbu tertentu. Nama kacang listrik sudah cukup dikenal di kalangan wisatawan yang sering berkunjung ke wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Produk ini banyak dijual di pusat oleh-oleh sekitar Terminal Jepara dan Pasar Welahan. Wisatawan biasanya membeli dalam jumlah lebih dari satu kemasan karena ukuran produknya tidak terlalu besar dan mudah dibawa.

Kacang listrik cocok dijadikan oleh-oleh karena dapat disimpan dalam waktu cukup lama. Selain itu, makanan ringan ini juga praktis untuk dijadikan teman perjalanan. Bentuk kemasan yang ringkas membuat produk mudah dimasukkan ke dalam tas.

8. Kerupuk Tenggiri

Kerupuk tenggiri menjadi oleh-oleh khas wilayah pesisir Jepara yang banyak diburu wisatawan. Produk ini dibuat dari campuran ikan tenggiri dan tepung yang kemudian dikeringkan sebelum digoreng.

Pusat penjualan kerupuk tenggiri banyak ditemukan di wilayah Jepara. Beberapa toko Seperti di Kerupuk Tenggiri Barokah, Jalan Letjen Suprapto No.25, Demaan II, Demaan, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menyediakan kerupuk mentah maupun siap makan sesuai kebutuhan pembeli.

Kerupuk tenggiri cocok dijadikan oleh-oleh karena mudah dibawa dan memiliki masa simpan cukup lama. Produk ini juga sering dijadikan pelengkap makanan di rumah. Kemasan yang tersedia cukup beragam sehingga pembeli dapat memilih sesuai kebutuhan.

9. Horok-Horok

Horok-horok merupakan makanan khas Jepara yang dibuat dari tepung aren. Bentuknya menyerupai butiran kecil dan biasanya disajikan bersama bakso atau sate. Kini horok-horok juga dijual sebagai produk oleh-oleh.

Wisatawan dapat menemukan horok-horok di Pasar Jepara II dan sejumlah pusat kuliner di Kecamatan Pecangaan. Beberapa penjual menyediakan produk siap makan maupun kemasan untuk dibawa pulang.

Horok-horok cocok dijadikan oleh-oleh karena menjadi makanan yang cukup dikenal di Jepara. Selain itu, produk ini juga sering dicari wisatawan yang ingin mencoba kuliner khas daerah pesisir utara Jawa Tengah.

10. Kopi Tempur

Kopi Tempur berasal dari Desa Tempur yang berada di wilayah lereng Gunung Muria. Produk kopi ini dijual dalam bentuk bubuk maupun biji sangrai. Banyak wisatawan membeli kopi Tempur sebagai buah tangan setelah berkunjung ke Jepara.

Salah satu lokasi penjualan kopi Tempur berada di sentra UMKM Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Produk juga tersedia di sejumlah toko oleh-oleh di pusat kota Jepara.

Kopi Tempur cocok dijadikan oleh-oleh karena mudah dibawa dan dapat disimpan dalam waktu cukup lama. Selain itu, kopi menjadi produk yang sering dicari wisatawan untuk kebutuhan pribadi maupun hadiah bagi keluarga dan rekan kerja.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Apa oleh-oleh paling terkenal dari Jepara?

Ukiran kayu menjadi oleh-oleh yang paling dikenal dari Jepara karena sudah lama menjadi identitas daerah tersebut.

Di mana pusat oleh-oleh Jepara?

Pusat oleh-oleh Jepara banyak ditemukan di kawasan Alun-Alun Jepara, Jalan Kartini, dan sekitar Pantai Kartini.

Apakah Tenun Troso bisa dibeli langsung dari pengrajin?

Ya, wisatawan dapat membeli langsung di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Apa makanan khas Jepara yang tahan lama untuk oleh-oleh?

Carang madu, kacang oven, kacang listrik, dan kerupuk tenggiri cukup mudah disimpan selama perjalanan.

Berapa kisaran harga oleh-oleh khas Jepara?

Harga oleh-oleh Jepara bervariasi mulai dari belasan ribu rupiah untuk camilan hingga ratusan ribu rupiah untuk kerajinan dan furnitur kecil.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |