Geliat Parfum Lokal: Mantapkan Pasar Domestik, Meretas Konsumen Internasional

14 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Parfum lokal terus menunjukkan geliatnya. Brand-brand parfum baru bermunculan setiap tahun, menunjukkan besarnya peluang untuk besar di negeri sendiri. Bahkan, beberapa mulai menjajaki pasar luar negeri dengan membawa misi agar wewangian Indonesia berjejak nyata di dunia.

Shara Azzhara, PR Manager SAFF & Co., menjelaskan bahwa semakin banyaknya pemain di industri brand lokal menandakan bahwa industri itu sehat.

"Maraknya kemunculan brand parfum lokal justru menandakan bahwa industri wewangian di Indonesia sedang bertumbuh dan semakin matang, dengan setiap brand hadir membawa karakter dan pendekatannya masing-masing," katanya, kepada Lifestyle Liputan6.com, secara tertulis, beberapa waktu lalu.

Shara menekankan bahwa kehadiran brand parfum bukan sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga ikut membangun pemahaman konsumen tentang nilai sebuah wewangian. Baik brand lama maupun baru, sambung dia, secara kolektif turut mengedukasi pasar sehingga konsumen memiliki semakin banyak referensi dan menjadi lebih jeli dalam menilai kualitas serta value yang paling sesuai dengan preferensi mereka.

"Dalam situasi ini, SAFF & Co. memilih untuk melihat perkembangan industri sebagai energi positif dan memotivasi agar dapat menjadi referensi yang baik," ujarnya.

Ia mengatakan tingginya antusiasme konsumen terhadap wewangian lokal tercermian dari semakin banyakan ya acara khusus parfum, tokok-toko yang memperluas kurasi wewangian mereka, serta keterlibatan konsumen yang semakin aktif. "Bagi kami, ini menunjukkan bahwa parfum lokal tidak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan sebagai pilihan utama," ujarnya.

Bermunculan Brand-brand Parfum Lokal

Senada dengan Shara, Co-Founder Cliffhouse & Co. Andri Parulian Sinaga menyebut saat ini industri wewangian Indonesia memasuki masa keemasan, beralih dari sekadar 'aroma populer' menuju kreasi yang lebih berani dan artistik. Makin bermunculan pemain yang anti-mainstream.

Salah satunya Cliffhouse Bay yang mengusung konsep Lifestyle & Creative Fragrance. Brand tersebut memosisikan sebagai penyedia aroma yang memberi kesan high-end-resort dan timeless elegance yang terinspirasi dari keindahan destinasi pesisir dunia, seperti Amalfi Coast, Positano, hingga Bali.

"LA SÉLECTION TRAVAIL (Travel Size) adalah koleksi yang paling diminati karena kepraktisannya. Dirancang khusus untuk individu dengan mobilitas tinggi yang ingin tetap tampil wangi di mana saja," ujarnya.

Ada lagi AAMO, jenama parfum lokal yang mengusung estetika modern minimalism dan artisanal craftsmanship. Brand ini berfokus pada penciptaan aroma yang kontemporer, bersih, dan fungsional, tetapi memiliki performa teknis (ketahanan dan jejak wangi) yang solid. AAMO sering mengeksplorasi perpaduan antara elemen alam dengan sentuhan molekul modern.

Gali Inspirasi dan Rangkai Ekspresi

Sementara, LAYR adalah jenama parfum yang memposisikan diri sebagai "Storyteller". Brand ini berfokus pada perjalanan emosional penggunanya, dengan setiap aroma dirancang untuk membangkitkan memori atau perasaan tertentu melalui transisi notes yang sangat dinamis.

"LAYR menyasar individu yang "Fragrance Literate", mereka yang sudah bosan dengan aroma pasaran dan mencari signature scent yang bisa berbeda," ujar Andri.

Brand parfum lokal terbaru lainnya adalah FORSOL yang berbasis pada eksplorasi aroma non-konvensional. Brand ini sangat menonjol di media sosial karena estetika visualnya yang tajam dan kurasi aromanya yang dianggap "berani" untuk standar pasar lokal.

Sementara, BOHE adalah jenama parfum yang lahir dari spirit kebebasan dan eksotisme Pulau Dewata. Brand itu berusaha menangkap nuansa spiritual Bali, mulai dari aroma pura yang menenangkan hingga kesegaran hutan tropisnya, dan mengemasnya menjadi wewangian yang modern. 

"Kelima brand ini membuktikan bahwa parfum lokal tidak lagi hanya mengekor tren global, tapi mampu menciptakan tren mereka sendiri melalui identitas visual dan penciuman yang kuat," ujar Andri.

Bawa Bahan Baku Lokal ke Pasar Global

Di sisi lain, wewangian Indonesia juga merintis jalan menembus pasar internasional. Shara menyatakan bahwa saat ini konsumen internasional menunjukkan ketertarikan terhadap aroma dengan karakter unik dan identitas asal yang kuat. 

Pihaknya melihat ketertarikan terhadap bahan baku dengan identitas asal semakin kuat di masa depan. Tapi dalam konteks wewangian, tren jarang ditentukan oleh satu notes saja, tetapi oleh bagaimana berbagai aroma berpadu dalam sebuah kreasi.

"Bagi kami, dukungan terhadap ekosistem bahan baku lokal terwujud melalui pilihan kreatif yang berkelanjutan dengan menggunakan, mengenalkan, dan memberi konteks pada bahan baku Indonesia agar tetap relevan dan bernilai dalam jangka panjang," katanya seraya menyebut minyak nilam Sulawesi menjadi salah satu yang konsisten diperkenalkan di pasar global lewat berbagai koleksi.

Pendekatan lainnya adalah membalik alur kerja yang umum terjadi. Alih-alih sekadar menerjemahkan referensi global ke dalam produk lokal, pihaknya membawa perspektif dan kekayaan aroma lokal ke dalam proses kreatif bersama rekanan internasional.

Rintis Jalan ke Pasar Internasional

"Pendekatan ini kami terapkan, salah satunya, dalam peluncuran koleksi KIE RAHA dan RAE NIRA, di mana kami secara spesifik mengangkat notes cajuput (kayu putih) dan memperkenalkannya secara langsung kepada dua perfumer global yang berkolaborasi dengan kami," ia menjelaskan.

Terkait distribusi produk, SAFF & Co. secara bertahap membuka akses ke pasar luar negeri, seperti melalui layanan worldwide shipping yang tersedia melalui jalur pemesanan khusus di website kami, serta merintis pemasaran di Malaysia.

"Ekspansi ini tidak semata bertujuan memperluas jangkauan, melainkan sebagai upaya memperkenalkan narasi dan aroma Indonesia secara lebih terkurasi dan relevan, tanpa melepaskan karakter brand yang kami bangun sejak awal."

"Dinamika industri yang semakin cepat juga menuntut kami untuk tetap peka terhadap perkembangan yang dilakukan oleh brand sejawat, tanpa terjebak dalam perlombaan yang bersifat reaktif. Karena itu, secara strategis kami kini semakin selektif dan presisi dalam menentukan tujuan di setiap inisiatif yang kami jalankan," imbuh Shara.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |