Bayi Panda Satrio Wiratama Siap Dikenalkan ke Publik Mulai 30 Mei 2026

18 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Taman Safari Indonesia Bogor akan segera memperkenalkan bayi panda Satrio Wiratama ke publik mulai 30 Mei 2026. Bayi Rio, nama panggilannya, lahir pada 27 November 2025 sehingga usianya nanti akan menginjak enam bulan.

"Akhir Mei kami akan melakukan rilis secara bertahap memperkenalkan ke publik," kata Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 15 Mei 2026.

Bayi panda jantan bernama Tiongkok Li Ao itu untuk awal akan ditampilkan ke publik selama 2--3 jam setiap hari. Ia akan ditempatkan di kandang yang berbeda bersama induknya, Hu Chun, karena masih belum bisa mandiri.

"Untuk awal masih ada pembatasan, keluar di jam-jam tertentu, kemungkinan siang," ujar Aswin.

Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, drh Bongot Huaso Mulia menambahkan bahwa pertumbuhan Rio sangat baik di atas rata-rata perkembangan anak panda pada umumnya. "Berat badannya pada hari ke-160 sudah 10,8 kg dan hari ke-169 berat badannya mencapai 11,5 kg," terangnya.

Rio juga saat ini sudah mulai merasa percaya diri dengan keramaian sehingga ia mulai bisa dikenalkan ke publik. "Panda ini kan makhluk pemalu jadi harus ditunjukkan ke publik secara bertahap," kata dia.

Sebelum dikenalkan ke publik, tim dokter dari Taman Safari Indonesia intens memeriksa fungsi pendengaran dan penglihatan. Ini untuk melatih Rio ketika ditempatkan di kandang luar.

"Ketika nanti di luar, Rio sudah tahu mana lubang, jarak antar kayu berapa jauh. Karena fungsi pendengaran panda ini cukup lama terdevelope, bisa usia 6--7 bulan," ucapnya.

Sejauh ini, Rio sudah berjalan tegak bahkan mulai bisa naik anak tangga. Namun, masih tetap diawasi oleh induknya.

Bayi Panda Pertama yang Lahir di Taman Safari Indonesia

Bayi panda Rio lahir dari induk Hu Chun dan pejantan Cai Tao yang didatangkan dari Tiongkok pada 28 September 2017. Namanya diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kami sangat gembira mengumumkan kedatangan kehidupan baru yang berharga ini. Peristiwa bersejarah ini merupakan simbol kuat dari dedikasi TSI terhadap konservasi kelas dunia," tulis Taman Safari Indonesia melalui akun Instagram resmi pada Minggu, 7 Desember 2025.

Proses persalinan Hu Chun, sang induk, dipantau ketat tim dokter lewat rekamanan kamera pengawas. Dalam sebuah video yang diunggah pada Selasa, 9 Desember 2025, disampaikan bahwa tingkah laku Hu Chun terlihat tak biasa pada hari persalinannya karena ia terlihat gelisah.

Dokter dan penjaga sudah bersiaga 24 jam, memonitor kondisinya baik dari jarak dekat maupun layar monitor karena sudah memprediksi hari lahir bayi panda itu pada tanggal tersebut. Semakin mendekati detik kelahirannya, semakin tak tenang Hu Chun.

Proses Persalinan Hu Chun

Sesekali berjalan-jalan, tapi sering juga Hu Chun hanya berguling-guling sambil menjilati puting dan kemaluannya. Ia juga sering menggaruk-garuk, tanda bahwa persalinannya semakin dekat. Hingga pada pukul 17.31 WIB, bayi panda yang lahir lewat proses inseminasi buatan itu akhirnya lahir. 

"Ketika kami pertama kali mendengarkan tangisan bayi panda Hu Chun, kami sangat terharu dan gembira," kata pihak TSI.

Tim medis kini menerapkan protokol Science-First Care dengan pemantauan 24 jam non-stop. Bayi panda yang baru lahir berada dalam kondisi yang sangat rentan, sehingga pengawasan ketat mutlak diperlukan.

"Dari pemantauan hormonal dan penilaian perilaku hingga pengawasan kesejahteraan sepanjang waktu, perkembangan awal Rio didukung melalui kemitraan konservasi Indonesia-China yang terkoordinasi," tambah tim veteriner yang bertugas merawat Rio.

Upaya konservasi bayi panda raksasa yang bernama latin Ailuropoda melanoleuca itu melibatkan kolaborasi teknis yang intensif antara tim Life Sciences Taman Safari Indonesia dengan pakar dari berbagai negara, meliputi IZW - Berlin Group: Prof. Thomas Hildebrandt, Dr. Frank Goeritz, dan Dr. Susanne Holtze, CCRCGP - China : Zhou Qiang (Mr), serta IPB University: Dr. drh. (Vet.) Muhammad Agil, MSc.Agr., Dipl.ACCM dan Dr drh. Dedi Setiadi.

Perayaan 40 Hari Kelahiran Bayi Panda

Pada Selasa, 6 Januari 2026, bayi panda Rio genap berusia 40 hari. Berhasil melewati 40 hari kehidupan dengan baik, kehadiran bayi panda Rio dirayakan dengan acara Public Announcement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia, kemarin.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turut menghadiri acara tersebut. Ia menyatakan bahwa kehadiran bayi panda Rio bukan sekadar kelahiran satwa, tetapi bukti nyata kerja sama diplomasi lingkungan dan kolaborasi ilmiah internasional yang dibangun secara berkelanjutan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

"Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Menhut dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.

Setelah 40 hari, rambut-rambut halus hitam putih mulai menutupi permukaan kulitnya. Tim medis menyatakan bahwa berat badannya kini sudah 1.890 gram, naik 46 persen dari 30 hari lalu. Panjangnya juga meningkat 95 persen.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |