Liputan6.com, Jakarta - Tren baru muncul di Korea Selatan yang didorong oleh kesukaan pada kentang goreng. Orang-orang dari segala usia dan latar belakang sengaja berkumpul sambil menyantap kentang goreng bersama.
Di komunitas online, undangan perempuan yang berpusat pada makan kentang goreng semakin meningkat. Di Karrot, aplikasi pasar dan komunitas lokal, 99 grup pertemuan kentang goreng telah dibuat, termasuk 11 di Seoul saja.
Bahkan, sebuah klub kentang goreng di Distrik Mapo menarik 731 anggota hanya dalam dua minggu setelah diluncurkan. Sementara, grup yang berbasis di Gangnam yang didedikasikan untuk kentang goreng McDonald's menarik 491 anggota.
Mengutip Korea Times, Minggu, 1 Februari 2026, meskipun tren ini sebagian besar tidak berbahaya, para ahli kesehatan mendesak untuk mengonsumsinya secukupnya. Kentang kaya akan vitamin C, kalium, dan serat makanan, tetapi nilai gizi tersebut berkurang setelah digoreng, diberi banyak garam, dan dipadukan dengan saus tomat.
Ketika makanan nabati yang kaya karbohidrat dan rendah protein seperti kentang atau biji-bijian dimasak pada suhu di atas 120 derajat Celcius, terbentuk zat kimia yang disebut akrilamida. Penelitian mengaitkan paparan akrilamida dengan kerusakan sel saraf dan peradangan.
Paparan makanan digoreng dalam jangka panjang, termasuk dari konsumsi kentang goreng yang sering, telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer. Wanita hamil menghadapi kekhawatiran tambahan, karena akrilamida mudah menembus plasenta dan dapat memengaruhi perkembangan janin.
Jangan Keseringan Makan Kentang Goreng
Pengaturan gula darah adalah masalah lain. Sebuah studi yang diterbitkan di The British Medical Journal menemukan bahwa kentang goreng meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, sementara olahan lain seperti kentang panggang, rebus, atau tumbuk tidak menunjukkan hubungan yang sama.
Konsumsi kentang goreng yang sering juga dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular, bersama-sama dengan faktor lain bisa meningkatkan risiko kematian dini. Menurut penelitian di The American Journal of Clinical Nutrition, orang yang mengonsumsi kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu menghadapi risiko kematian dini yang lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsi kentang yang dimasak dengan cara lain.
Bagi mereka yang tidak ingin sepenuhnya berhenti mengonsumsi kentang goreng, moderasi dan substitusi dapat membantu. Salah satu pilihannya adalah memanggang atau menggoreng kentang dengan air fryer, lalu menggorengnya sebentar dengan sedikit minyak untuk mendekati rasa dan tekstur kentang goreng.
Peringatan Kewaspadaan
Di luar pertimbangan kesehatan, munculnya pertemuan informal berbasis minat seperti kelompok penggemar kentang goreng dan pertemuan unik lainnya perlu diwaspadai. Dengan peserta yang mencakup berbagai rentang usia, para ahli memperingatkan bahwa pertemuan semacam itu dapat menyimpang dari tujuan awalnya dan membuat peserta terpapar risiko keselamatan. Seiring dengan semakin banyaknya komunitas kasual ini, kewaspadaan pribadi tetap penting.
Sementara melansir Swirled, Selasa, 17 Oktober 2023, kentang goreng ternyata bisa digunakan untuk menebak kepribadian seseorang. Disebutkan bahwa penggemar kentang goreng selalu dapat dipercaya. Mereka adalah teman yang setia, yang dapat menghargai hal-hal klasik dalam hidup.
Mereka tidak peduli makanan trendi apa yang sedang datang, mereka akan tetap setia pada makanan ringan favorit mereka. Lagipula, kentang goreng adalah camilan klasik yang tidak pernah ketinggalan zaman. Setiap orang membutuhkan penggemar kentang goreng dalam hidup mereka.
Konsumsi Kentang Goreng Bisa Berisiko Depresi
Di sisi lain, dikutip dari CNN, Selasa, 2 Mei 2023, tim peneliti di Hangzhou, China, menemukan bahwa seringnya mengonsumsi gorengan, terutama kentang goreng, bisa dikaitkan dengan risiko kecemasan 12 persen lebih tinggi dan risiko depresi tujuh persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak makan gorengan.
Keterkaitan itu lebih menonjol di kalangan pria muda dan konsumen yang lebih muda. Hasil penelitian ini, membuka jalan pentingnya mengurangi konsumsi gorengan untuk kesehatan mental, menurut makalah yang diterbitkan Senin, 24 April 2023, di jurnal PNAS.
Kendati demikian, para ahli yang mempelajari nutrisi mengatakan bahwa hasilnya masih sangat dini dan belum jelas apakah makanan yang digoreng menyebabkan masalah kesehatan mental, atau orang yang mengalami gejala depresi dan kecemasan beralih ke makanan yang digoreng.
Penelitian ini mengevaluasi 140.728 orang selama 11,3 tahun. Setelah mengecualikan peserta yang didiagnosis depresi dalam dua tahun pertama, didapatkan 8.294 kasus kecemasan, dan 12.735 kasus depresi ditemukan pada mereka yang mengonsumsi gorengan, sementara konsumsi kentang goreng ditemukan memiliki peningkatan risiko depresi sebesar dua persen.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5185274/original/006638200_1744372604-side-view-woman-hair-slugging-night-routine_23-2150396594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509499/original/003119000_1771726017-000_98G36KL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529042/original/055261400_1773304210-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.03.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527266/original/055168700_1773197932-unnamed_-_2026-03-11T095808.325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529807/original/042591200_1773381736-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527394/original/099184400_1773201930-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_10.46.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481759/original/041415100_1769145495-oscar-the-academy-2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206456/original/036287900_1666929664-shutterstock_2160217323.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3126538/original/099164200_1589344558-shutterstock_1714073662.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529622/original/065496500_1773374634-Gemini_Generated_Image_5q6t375q6t375q6t.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529727/original/002096800_1773378281-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5144163/original/045322400_1740571662-various-dried-dates-kurma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518226/original/024659900_1772492691-000_99H374H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528756/original/098328700_1773294246-JR_East.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1150856/original/015224900_1456213748-cathay_pacific.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524218/original/020344700_1772923837-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_05.27.30__1_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417032/original/082598700_1763517202-20251119_083647.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415683/original/002724400_1763390911-Heroes-Next-Door---Apple-Artwork---16_9-Cover-Art.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407523/original/003131000_1762745038-bolu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427035/original/012103300_1764325128-Screenshot_2025-11-06_162838.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763703/original/047402500_1553768492-KETOPRAK_KARET_TENGSIN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428558/original/097011800_1764549830-SnapInsta.to_588298374_18542978182059174_8357170256040915428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4246539/original/048015900_1669891197-lele-goreng-fried-catfish-is-traditional-indonesian-culinary-food-catfish-chilli-tomato-paste-popular-street-food-called-pecel-lele-lamongan-penyetan-lele_511235-5145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425508/original/051124800_1764229185-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832484/original/048879500_1715759424-Lotek-Bandung-Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3906857/original/056091900_1642488617-bao-menglong-y_wGdAJMdOo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431671/original/012450200_1764744760-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__8_.jpg)