- Apa itu daging sengkel?
- Bagaimana cara mengempukkan daging sengkel?
- Apa manfaat menggunakan daun pepaya untuk daging?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Merebus daging sengkel memang sering menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi banyak orang yang tidak memiliki panci presto di rumah, padahal bagian daging ini dikenal memiliki tekstur yang keras karena berasal dari otot kaki sapi yang aktif bergerak sepanjang hidupnya. Namun, dengan teknik yang tepat, daging sengkel tetap bisa diolah menjadi empuk, lezat, dan mudah dikunyah tanpa harus menggunakan alat khusus yang mahal atau sulit dijangkau.
Banyak orang berpikir bahwa satu-satunya cara agar daging sengkel cepat empuk adalah dengan memasaknya dalam waktu lama atau menggunakan presto, padahal ada metode sederhana yang justru lebih hemat energi dan tetap efektif untuk melunakkan serat daging secara alami. Artikel ini akan membahas langkah-langkah detail yang bisa Anda praktikkan langsung di rumah, lengkap dengan penjelasan mendalam di setiap tahap agar hasilnya benar-benar maksimal dan tidak gagal.
1. Potong dan Cuci Daging
Langkah pertama yang sering dianggap sepele namun sangat penting adalah memotong dan mencuci daging dengan benar, karena ukuran potongan daging akan sangat memengaruhi kecepatan proses pelunakan saat direbus, di mana potongan yang terlalu besar cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk dibandingkan potongan yang lebih kecil dan seragam.
Saat mencuci daging dilakukan di bawah air mengalir untuk memastikan semua kotoran, sisa darah, dan bau amis dapat hilang secara maksimal, karena jika tidak dibersihkan dengan baik, air rebusan bisa menjadi keruh dan menghasilkan aroma yang kurang sedap pada hasil akhir masakan. Hindari meremas terlalu keras agar struktur serat tidak rusak sebelum dimasak.
Proses awal ini juga membantu menjaga kualitas rasa daging agar tetap segar dan tidak tercampur dengan bau yang tidak diinginkan, sehingga meskipun terlihat sederhana, tahap ini sebenarnya menjadi fondasi penting untuk menghasilkan daging sengkel yang empuk, bersih, dan lezat saat diolah lebih lanjut.
2. Rebus Air Hingga Mendidih
Salah satu kesalahan umum saat merebus daging adalah memasukkan daging ke dalam air yang masih dingin, padahal teknik yang benar justru dimulai dengan mendidihkan air terlebih dahulu agar suhu tinggi langsung bekerja pada permukaan daging saat dimasukkan, sehingga membantu mengunci sari daging di dalamnya.
Ketika air sudah benar-benar mendidih, masukkan potongan daging sengkel secara perlahan agar suhu air tidak turun drastis, karena kestabilan suhu sangat penting dalam proses awal ini untuk memastikan bagian luar daging langsung mengalami proses pemadatan ringan yang membantu menjaga tekstur dan rasa.
Teknik ini tidak hanya membantu mempertahankan cita rasa alami daging, tetapi juga mempercepat proses pemasakan karena panas sudah optimal sejak awal, sehingga metode ini menjadi langkah penting yang sering diabaikan oleh banyak orang saat memasak daging tanpa presto.
3. Masukkan Daging (Metode Shock)
Metode shock merupakan teknik sederhana namun sangat efektif yang dilakukan dengan cara memasukkan daging ke dalam air mendidih, kemudian merebusnya dalam waktu singkat sebelum didiamkan dalam kondisi tertutup, sehingga panas yang terperangkap di dalam panci terus bekerja melunakkan serat daging secara perlahan.
Dalam praktIKNya, daging direbus selama sekitar 5 hingga 10 menit, lalu api dimatikan dan panci ditutup rapat selama kurang lebih 30 menit tanpa dibuka, sehingga uap panas tetap berada di dalam dan membantu proses pelunakan tanpa perlu konsumsi energi tambahan yang besar.
Teknik ini sangat populer karena mampu menghemat gas sekaligus mempercepat proses empuknya daging, dan jika dilakukan dengan benar, hasilnya bisa mendekati penggunaan presto meskipun tanpa tekanan tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari di rumah.
4. Rebus Kembali
Setelah proses pendiaman selesai, langkah berikutnya adalah merebus kembali daging untuk melanjutkan proses pelunakan, karena pada tahap sebelumnya panas hanya membantu memulai pemecahan serat, sedangkan perebusan ulang akan memastikan bagian dalam daging ikut matang dan empuk secara merata.
Rebus kembali daging selama sekitar 7 hingga 10 menit, lalu ulangi proses mendiamkan dengan menutup panci selama 20 hingga 30 menit agar panas tetap terjaga di dalam, sehingga teknik kombinasi panas aktif dan panas pasif ini bekerja secara maksimal untuk melunakkan jaringan ikat.
Jika daging masih terasa keras, Anda bisa mengulangi proses ini satu hingga dua kali lagi hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan, karena setiap siklus akan semakin membantu memecah kolagen menjadi gelatin yang membuat daging semakin lembut dan nikmat.
5. Tambahkan Bahan Alami (Opsional)
Untuk mempercepat proses pelunakan tanpa mengubah rasa secara drastis, Anda bisa menambahkan bahan alami seperti daun pepaya, nanas, atau jahe yang dikenal memiliki enzim atau senyawa tertentu yang mampu membantu memecah protein dalam daging sehingga teksturnya menjadi lebih empuk.
Daun pepaya, misalnya, mengandung enzim papain yang sangat efektif untuk melunakkan daging, sementara nanas mengandung bromelain yang memiliki fungsi serupa, namun penggunaannya harus diperhatikan agar tidak berlebihan karena bisa membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek atau bahkan hancur.
Selain itu, penambahan jahe atau lengkuas tidak hanya membantu proses pelunakan tetapi juga memberikan aroma yang lebih segar dan mengurangi bau amis, sehingga penggunaan bahan alami ini menjadi solusi tambahan yang praktis dan mudah diterapkan di rumah.
Tes Kematangan
Tahap terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan pengecekan kematangan untuk memastikan bahwa daging sengkel benar-benar sudah empuk dan siap diolah lebih lanjut, karena meskipun waktu perebusan sudah sesuai, hasil akhir tetap perlu diuji secara langsung.
Cara paling sederhana adalah dengan menusukkan garpu atau pisau ke dalam daging, di mana jika alat tersebut dapat masuk dengan mudah tanpa hambatan berarti, maka daging sudah cukup empuk dan siap digunakan untuk berbagai masakan seperti soto, semur, atau sup.
Melakukan tes ini juga membantu menghindari kesalahan seperti memasak terlalu lama yang dapat membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek dan kehilangan struktur, sehingga penting untuk menemukan keseimbangan antara empuk dan tetap bertekstur.
Resep Semur Daging Sengkel
Bahan-bahan:
- 500 gr daging sapi sengkel, potong dadu
- 300 gr kentang, kupas dan potong, goreng setengah matang (opsional)
- 5-7 sdm kecap manis (sesuaikan warna hingga hitam pekat)
- 1 liter air atau air kaldu sapi
- 1 sdt garam
- ½ sdt kaldu jamur/sapi
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 4 butir kemiri
- 1 sdt ketumbar
- ½ sdt jintan
- ½ sdt lada bubuk
- 2 cm jahe
- ½ biji pala
Bumbu Aromatik/Cemplung:
- 3 lembar daun salam
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 4 cm kayu manis
- 3 biji kapulaga
- 3 batang cengkeh
Cara Membuat:
- Marinasi daging dengan bumbu halus dan diamkan selama 30 menit.
- Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan bumbu aromatik.
- Masukkan daging yang sudah dimarinasi dan aduk hingga berubah warna.
- Tuangkan air atau kaldu sedikit demi sedikit, tambahkan kecap manis, garam, dan kaldu jamur/sapi.
- Kecilkan api, tutup panci, dan masak dengan api kecil selama beberapa jam hingga empuk.
- Jika menggunakan kentang, masukkan kentang goreng setengah matang 30-60 menit sebelum semur matang.
- Koreksi rasa dan sajikan semur daging sengkel hangat dengan nasi putih.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Merebus Daging Sengkel
1. Berapa lama merebus daging sengkel tanpa presto?
Sekitar 1–2 jam dengan metode jeda seperti 5-30-7 agar lebih cepat empuk.
2. Apakah boleh langsung direbus tanpa air mendidih?
Tidak disarankan karena daging bisa alot dan sari daging keluar.
3. Apa fungsi daun pepaya pada daging?
Untuk membantu melunakkan serat daging dengan enzim alami.
4. Kenapa daging masih keras setelah direbus lama?
Kemungkinan teknik suhu salah atau tidak menggunakan metode jeda.
5. Kapan waktu terbaik menambahkan garam?
Setelah daging mulai empuk agar tidak menghambat proses pelunakan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6287959/original/089767800_1779162728-IMG-20260519-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6297310/original/007826400_1779171886-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163180/original/069461300_1741956836-chicken-green-curry-bowl_1150-23912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6298695/original/018382900_1779173212-79be245d-7016-4bc6-8a4d-31ae8c8733ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6214419/original/098628800_1779092149-unnamed-95.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284521/original/022765800_1779159382-cropped-31db8c04-cf60-46b2-9bbf-937be172118c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6294973/original/083319200_1779169585-5e64eb68-c2aa-4b23-a59f-871d2234eb6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449485/original/082087400_1766064996-kate_william_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284143/original/022728600_1779158914-cropped-7cbc9f83-beab-4ce0-bbca-736d21cd81b1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6290311/original/007118400_1779165043-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579899/original/048040400_1778118645-Gemini_Generated_Image_wurim3wurim3wuri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5939079/original/019118500_1778836291-Desain_tanpa_judul__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6283364/original/034179400_1779158228-cropped-73b11c76-5d41-4592-87f7-71ffd7f3bb01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6281694/original/038583700_1779156570-cropped-4b770e2e-8d6a-4cd7-bbe1-14af2240701c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6278891/original/079101100_1779153793-kamila_andini1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6193655/original/060273800_1779073316-cropped-e2740953-4d3c-4350-ba60-9c57adddd9f8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461306/original/053271600_1767364658-bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/6273458/original/028602500_1779148646-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_06.28.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6010876/original/001267100_1778903181-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_10.26.15__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574722/original/003516500_1777973275-IMG-20260505-WA0126.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)