Japan Airlines Ditegur Lagi Usai Pramugarinya Ketahuan Mabuk Saat Akan Bertugas

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Japan Airlines (JAL) kembali ditegur Kementerian Perhubungan Jepang pada Jumat, 12 Juni 2026. Teguran itu adalah buntut dua pramugari maskapai tersebut yang ketahuan mabuk sehari jelang bertugas pada Mei 2026. Akibat insiden tersebut, penerbangan yang terjadwal tertunda sekitar 40 menit. 

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, dua pramugari JAL yang mengonsumsi alkohol jelang bertugas itu telah memberikan laporan palsu berdasarkan hasil investigasi internal.

Mengutip Kyodo News, Minggu (14/6/2026), kementerian lalu menetapkan bahwa kedua wanita tersebut mencoba menutupi insiden tersebut. Mereka adalah kepala pramugari, berusia 50-an, yang kemudian dipecat oleh JAL dan seorang pramugari berusia 30an yang kemudian diskors.

Kementerian menyatakan bahwa insiden tersebut menunjukkan bahwa 'kesadaran akan masalah keselamatan belum sepenuhnya terjamin'. Kemenhub Jepang meminta maskapai untuk menyusun langkah-langkah pencegahan paling lambat 17 Juli 2026.

Terkait teguran itu, JAL mengumumkan menghukum semua anggota dewan direksi, termasuk pemotongan gaji 30 persen untuk Presiden Mitsuko Tottori selama dua bulan. Mereka juga mengatakan 'menanggapi masalah itu dengan sangat serius dan sangat meminta maaf'.

Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat dari Hiroshima ke Bandara Haneda Tokyo pukul 07.40 pagi pada 23 Mei 2026, tetapi ditunda hingga pukul 08.22 pagi. Pramugari kepala minum alkohol di lounge hotel melebihi waktu yang diizinkan berdasarkan peraturan perusahaan sehari sebelumnya.

Setelah gagal melaporkan hasil tes alkohol yang dilakukan sebelum menuju bandara, ia dites lagi setelah tiba dan ditemukan masih mengandung alkohol, yang menyebabkan ia diberhentikan dari tugas dan digantikan oleh anggota kru lain. Pramugari lainnya yang berusia 30-an tahun melaporkan merasa tidak enak badan dan absen dari pekerjaan, kata perusahaan tersebut.

Skandal Konsumsi Alkohol Berlebih Beruntun

Insiden ini menyusul serangkaian skandal terkait alkohol yang melibatkan maskapai tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Skandal terakhir terjadi pada Agustus 2025. Saat itu, seorang pilot mengaku sakit di jam-jam terakhir jelang waktu tugasnya hingga tidak dapat mengoperasikan penerbangan dari Hawaii ke Jepang. Akibatnya, penerbangan tujuan Jepang dari Honolulu tertunda lebih dari 18 jam dan dua penerbangan lainnya juga mengalami penundaan.

Sebelumnya pada 2024, seorang kapten dan kopilot ketahuan mencoba menyembunyikan konsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan dari Melbourne, Australia, ke Narita dekat Tokyo.

Dalam sebuah pernyataan kemarin, JAL mengatakan, "Kami menyadari bahwa beberapa insiden terkait alkohol telah menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat (terhadap perusahaan kami) dan kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius." "Kami akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan," tambahnya.

Insiden itu menyebabkan maskapai ditegur keras Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jepang. Perusahaan juga diwajibkan untuk melaporkan langkah-langkah keselamatan untuk menghindari terulangnya insiden tersebut.

Aturan Manajemen Ditentang Pilot dan Awak Kabin

Dengan serangkaian insiden serupa berulang, kredibilitas maskapai besar Jepang itu dipertaruhkan. Sejak itu, mengutip Kyodo News, Rabu, 1 Oktober 2025, enam pilot JAL telah diskors dari penerbangan.

Dalam laporan yang dirilis pada 30 September 2025, JAL mengatakan akan membentuk kerangka kerja konsultatif dengan pihak buruh untuk membahas cara terbaik menerapkan langkah-langkah efektif. Pasalnya, kebijakan mereka sebelumnya belum efektif mengatasi masalah yang sama.

Tim manajemen awalnya berupaya mewajibkan pilot untuk berjanji secara tertulis bahwa mereka akan menghindari masalah yang berkaitan dengan alkohol. Namun, rencana tersebut mendapat tentangan internal, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Beberapa pilot mengatakan bahwa minum alkohol dalam batas yang diizinkan dapat membantu mereka rileks setelah penerbangan internasional yang panjang. Sementara yang lain, menganggap kebiasaan minum alkohol sebagai bagian dari cara mereka untuk mengatasi jadwal kerja yang padat ketika jumlah pilot tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan perjalanan udara yang terus meningkat.

Indonesia Rayu JAL Tambah Rute Penerbangan

Terpisah, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengusulkan agar JAL membuka rute penerbangan ke Yogyakarta untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.

"Konektivitas udara merupakan faktor kunci dalam memperkuat arus wisatawan antara Indonesia dan Jepang. Kami berharap Japan Airlines dapat mengeksplorasi peluang memperluas layanan ke Indonesia, termasuk penambahan frekuensi penerbangan ke Bali serta membuka akses menuju destinasi prioritas seperti Yogyakarta," kata Menpar dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia mengusulkan Yogyakarta karena dinilai berpotensi besar bagi wisatawan Jepang. Destinasi favorit wisatawan domestik itu memiliki kekayaan warisan budaya dan kedekatannya dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Destinasi itu juga memiliki Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang mampu melayani pesawat berbadan lebar.

Sejauh ini, JAL telah melayani rute penerbangan Tokyo - Jakarta setiap hari dan Tokyo - Denpasar sekitar 25 kali seminggu. Menpar menyatakan layanan tersebut sangat penting dalam mendukung mobilitas wisatawan, perjalanan bisnis, serta pertukaran masyarakat Indonesia dan Jepang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |