Aji Mumpung, Turis Malaysia Titip 1.200 Paket di Resepsionis Hotel China

10 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tindakan yang dilakukan sekelompok grup tur Malaysia bisa dibilang aji mumpung. Para turis Malaysia itu dikritik karena mengirimkan sekitar 1.200 paket hasil memesan dari Taobao ke hotel tempat mereka menginap di China.

Insiden itu terungkap setelah agen perjalanan kelompok tersebut membagikan video kejadian tersebut di aplikasi media sosial Tiongkok, Xiaohongshu, yang menunjukkan staf di sebuah hotel di Xi'an berebut untuk mencocokkan paket tersebut dengan para tamu. Berdasarkan penelusuran AsiaOne, dikutip Minggu (14/6/2026), video tersebut berasal dari anggota grup tur, Elva, yang mengunggah misi belanja grup tersebut pada 27 April 2026.

Dalam videonya, Elva memperlihatkan pemandu wisata mereka yang memberi tahu mereka tentang pengiriman 1.200 paket. Dia kemudian meminta maaf atas pekerjaan tambahan yang dilakukan staf hotel, sambil menunjukkan kepada karyawan yang mencoba mencocokkan pesanan pengiriman dengan daftar tamu.

Paket-paket terlihat terbentang di lobi dan di meja resepsionis. Video berakhir setelah memperlihatkan seorang wanita menyeret tas yang diduga berisi sekitar 50 parsel kembali ke kamarnya. Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 1,2 juta kali dan hampir 38.000 suka.

Meskipun komentar di unggahan tersebut dibungkam setelah Elva menonaktifkan komentarnya, 39 komentar yang diunggah sebelum dikunci sebagian besar bersifat ringan. Beberapa di antaranya menceritakan pengalaman serupa.

Menanggapi komentar yang mengatakan bahwa tidak semua hotel di China akan melayani pesanan dalam jumlah besar, Elva kembali berterima kasih kepada staf hotel atas kesabaran mereka. Namun, suasana di Xiaohongshu kurang memaafkan, dengan pengguna media sosial di Tiongkok mengkritik kelompok tersebut karena tidak pengertian terhadap staf hotel dan tamu lain.

"Mereka bukan pengelola parsel pribadi Anda," tulis salah satu warganet. Warganet lain mengatakan bahwa perilaku seperti itu akan menyebabkan staf mendapat jam kerja tambahan sehingga mengorbankan komitmen mereka sendiri. Unggahan video agen perjalanan tersebut telah dihapus.

Tren Kamar Mandi Tanpa Pintu di Kamar Hotel

Beda kasus, tapi masih berkaitan dengan hotel, belakangan desain kamar mandi hotel jadi sorotan. Ada yang disekat dengan panel geser, kaca buram, tirai, atau dalam beberapa kasus, tidak ada pemisah sama sekali antara kamar mandi dan area tidur, menurut The Wall Street Journal.

Operator hotel menyebutkan kenaikan biaya konstruksi, pemeliharaan, dan energi sebagai faktor utama di balik perubahan tersebut. Perubahan ini dimaksudkan untuk menyederhanakan tata letak kamar dan mengurangi biaya jangka panjang, tetapi banyak tamu mengatakan bahwa pengorbanan tersebut dilakukan dengan mengorbankan privasi.

Sejumlah tamu kemudian mengeluhkan perubahan desain kamar mandi itu di media sosial, utamanya soal kurangnya privasi di kamar mandi hotel. Melansir NY Post, Rabu, 28 Januari 2026, di Reddit, pengguna berbagi cerita tentang pengalaman menginap di hotel dengan kamar mandi tanpa pintu sama sekali, serta ruang yang sebagian tertutup, pintu geser yang tidak tertutup sepenuhnya, dan panel kaca buram yang memisahkan toilet atau shower dari bagian ruangan lainnya.

Bikin Sebagian Tamu Berhati-hati

Banyak warganet mengatakan tata letak tersebut membuat menginap bersama menjadi tidak nyaman, terutama saat bepergian dengan pasangan, anggota keluarga, atau teman. Mereka mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan mendengar atau melihat aktivitas di dalam kamar mandi.

"Saya tidak ingin melihat siapa pun menggunakan kamar mandi, dan saya menginginkan privasi," tulis seorang warganet.

Beberapa pelancong mempermasalahkan soal tata letak kamar mandi yang tidak selalu diungkapkan secara jelas secara online, sehingga sulit untuk mengetahui apa yang diharapkan sampai setelah check-in. Para pelancong lalu mengambil langkah ekstra untuk menghindari kamar tanpa pintu kamar mandi sama sekali.

"Saya mulai menelepon hotel dan menanyakan apakah semua kamar memiliki pintu," tulis seorang pengguna Reddit.

Keluhan tamu itu membuka kesempatan bisnis baru bagi pemasar digital Sadie Lowell. Ia mulai melacak tata letak kamar mandi hotel setelah menemukan kamar tanpa pintu tradisional, menurut situs webnya, Bring Back Doors.

Perubahan Perilaku Wisatawan Indonesia Pesan Hotel

Lowell lalu menyusun daftar informal hotel berdasarkan desain kamar mandi, memisahkan properti yang menawarkan pintu tradisional dari properti yang menggunakan penutup sebagian atau tanpa pintu sama sekali. Meskipun banyak pelancong menyuarakan ketidaksukaannya, beberapa mengatakan desain tersebut dapat ditoleransi jika menginap bersama pasangan atau teman dekat.

Di sisi lain, berdasarkan survei SiteMinder's Changing Traveller Report 2026, terungkap perubahan perilaku wisatawan Indonesia saat memesan hotel. 

"Alih-alih mendekati waktu, 57 persen di antara mereka ternyata akan melakukan reservasi lebih awal. Kemudian, 42 persennya bersedia mengeluarkan lebih banyak dana untuk pengalaman menginap yang berkualitas," ungkap Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, saat paparan pers di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Selain itu, wisatawan Indonesia tercatat sebagai yang paling antusias dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman menginap di hotel. Sebanyak 59 persen responden Indonesia menilai fitur paling menarik adalah rekomendasi instan, informasi terkait objek wisata lokal, dan pemesanan fasilitas hotel melalui concierge yang didukung AI.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |