Cara Thom Browne dan Armani Hadapi Panas Terik Eropa di Milan Men's Fashion Week 2027

16 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Milan Men's Fashion Week 2027 digelar bertepatan dengan peringatan gelombang panas di sejumlah negara Eropa. Bahkan pada Senin, 22 Juni 2026, suhu udara di Milan termasuk mencetak rekor. Sederet label yang sudah tak sabar menampilkan koleksi mereka, termasuk Thom Browne dan Armani, harus mencari cara agar pertunjukan berjalan mulus meski cuaca panas sedang terik-teriknya.

Mengutip Fashion United, Rabu (24/6/2026), Thom Browne mempresentasikan visinya yang tidak konvensional dan khas Anglo-Saxon tentang musim panas di 'taman-nya' yang berlokasi di halaman Palazzo Serbelloni, tidak jauh dari Quadrilatero della Moda Milan. Tema pertunjukan, 'Taman Thom', diwujudkan melalui motif lebah, capung, dan bunga teratai yang disulam.

Desainer Amerka yang untuk pertama kalinya memamerkan koleksi pakaian pria di Milan itu menghadirkan celana pendek dan rok panjang di bawah lutut. Ia memadukannya dengan sederet model jaket kotak-kotak. 

Para model yang tampak tenang semuanya mengenakan dasi standar dan kerudung peternak lebah di atas topi boater mereka. Beberapa blazer dipotong di atas siku, mengingatkan pada pakaian wanita. Sang 'pengantin pria' juga tampil mengenakan celana pendek di bawah kerudung tulle bersulam mutiara.

Desainer tersebut mempresentasikan 'evolusi identitas pendirinya, yang diperbarui untuk musim semi, ditafsirkan ulang untuk Milan', sebuah 'visi tahun 2027 tentang kode preppy Amerika', jelas merek grup Zegna dalam sebuah pernyataan.

Material Pilihan untuk Halau Panas

"Penjahitan klasik diringankan melalui wol yang sejuk... katun tenun terbuka, piqué wol kotak-kotak grafis, dan kasmir ringan," sambung pernyataan itu. Lapisan yang dikenakan di bawahnya 'sama ringannya: kemeja poplin dengan kerah dan manset yang kontras dan dapat dilepas, dilapisi di atas rajutan katun halus'.

Setelah memamerkan beberapa tas berbentuk anjing, desainer yang dikenal karena selera humornya yang unik, membungkuk sambil mengenakan topeng katak. Sementara, para tamu desainer, timnya, dan tempat duduk semuanya dilapisi kain seersucker bergaris-garis putih dan biru yang sejuk.

Tim membagikan air dan es krim untuk membantu para tamu mengatasi panas 35 derajat tanpa angin, yang diukur pada pukul 4 sore di halaman kerikil yang megah, yang setengahnya terkena sinar matahari. Ciuman udara dipertukarkan untuk menghindari keringat, dan para hadirin mencoba mendinginkan diri dengan kipas angin listrik kecil.

Koleksi Armani Pertama Selepas Kematian Giorgio Armani

Sementara, suksesor Giorgio Armani, Silvana Armani dan Leo Dell'Orco memamerkan model-model dengan bahan-bahan yang mengalir seperti linen dan rajutan, dalam nuansa hijau dan pasir. Koleksi musim semi/musim panas pertama sejak meninggalnya sang pendiri pada September 2025 ini menampilkan jaket yang dekonstruksi, elegan, dan nyaman.

Mengutip Hypebeast, total ada 160 tampilan yang dihadirkan. Koleksi ini tetap setia pada gaya khas sang desainer, yang secara halus diisyaratkan oleh bros 'G' dan 'A'. Rompi berkantong, beberapa topi rajut ringan, dan topi jerami menambahkan sentuhan petualang pada koleksi tersebut. Koleksi ini dipresentasikan di halaman gedung bersejarah Armani di pusat Milan, yang masih sangat panas di sore hari.

"Saya membayangkan sebuah koleksi yang sangat Armani: garis-garis yang mengalir, kali ini lebih dekat ke tubuh, dan kain dengan tampilan yang sudah dipakai—bersemangat, seperti terbakar matahari, dan penuh karakter. Saya percaya bahwa dalam busana pria, sangat penting untuk kembali meneliti dan berinovasi dalam hal material," kata Leo dell'Orco, direktur kreatif Armani saat ini.

Material-material Sejuk

Tampilan yang menonjol di panggung peragaan busana Armani adalah yang terlihat santai, ditata dengan mudah, dan sedikit kasar. Hiasan mencolok tidak ditemukan dalam koleksi ini, yang terutama berfokus pada siluet yang santai dan material yang sejuk seperti celana linen, rajutan jala yang ringan, dan pakaian yang ringan.

Beragam tekstur dari linen yang sudah usang, suede pedesaan, dan rajutan tebal memberikan dimensi taktil pada peragaan busana, menanamkan karakter bohemian pada setiap tampilan. Penataan gaya melengkapi pendekatan yang santai: atasan dimasukkan sebagian dan dibiarkan terbuka di bagian kerah, mantel disampirkan di bahu, dan sepatu datar mendominasi pilihan alas kaki. Dipadukan dengan topi jerami dan tas tangan longgar, koleksi ini sangat cocok untuk musim liburan di tepi pantai.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |