Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang bikin serabi harus pakai cetakan tanah liat? Selama ini, serabi dikenal sebagai jajanan legendaris yang identik dengan proses memasak menggunakan cetakan tanah liat di atas tungku arang. Banyak orang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, namun sering terkendala karena tidak memiliki peralatan tradisional tersebut.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu khawatir lagi. Kini, ada cara membuat serabi tanpa cetakan tanah liat yang bisa menghasilkan tekstur lembut, berongga, dan gurih layaknya resep autentik. Dengan menggunakan teflon anti lengket, hasilnya tetap maksimal dan sangat praktis untuk dipraktikkan.
Resep ini juga sangat cocok dijadikan sebagai ide jualan yang menjanjikan, dengan kisaran harga jual antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per potong. Mari simak panduan lengkap resep, cara membuat serabi tanpa cetakan tanah liat, serta tips sukses agar hasilnya bersarang sempurna, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (24/6/2026).
Keunggulan Membuat Serabi Tanpa Cetakan Tanah Liat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506654/original/041483800_1771473596-kuah_kinca.jpg)
Perbesar
Membuat serabi dengan teflon adalah solusi bagi kamu yang kesulitan mencari cetakan tanah liat tradisional. Penggunaan wajan anti lengket jauh lebih praktis, mudah dibersihkan, dan pastinya bisa ditemukan di dapur siapa saja. Teflon dengan diameter kecil atau wajan martabak mini sangat ideal untuk menghasilkan bentuk serabi yang bulat dan rapi.
Meskipun menggunakan alat modern, kualitas rasa dan tekstur tidak akan berkurang. Kamu tetap bisa mendapatkan serabi yang lembut, bersarang, dan gurih. Selain itu, kamu punya kendali penuh atas api, sehingga risiko bagian bawah gosong bisa lebih diminimalisir dibandingkan menggunakan arang.
Untuk memulai, pastikan kamu menyiapkan teflon anti lengket yang permukaannya rata dan tidak tergores. Sebelum digunakan, olesi permukaan teflon dengan sedikit margarin atau minyak secara tipis-tipis agar serabi tidak menempel dan mudah diangkat.
Resep Serabi Tanpa Cetakan Tanah Liat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478249/original/089054800_1768896551-serabi_solo.jpg)
Perbesar
Untuk menghasilkan serabi yang lezat, pastikan takaran bahan sudah tepat. Resep cara membuat serabi tanpa cetakan tanah liat ini akan menghasilkan adonan yang lembut dan bersarang jika diikuti dengan benar.
Bahan-Bahan:
- 100 gram tepung beras
- 1 sdm tepung terigu
- 25 gram gula pasir
- 350 ml santan kental
- 2 lembar daun pandan(diikat)
- ½ sdm ragi instan
- ¼ sdt baking soda
- ½ sdt vanili bubuk
- ¼ sdm garam
Topping (sesuai selera):
- Pisang, meses coklat, keju, atau nangka
Langkah-Langkah Cara Membuat Serabi Tanpa Cetakan Tanah Liat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4543719/original/065185400_1692429132-Snapseed.jpg)
Perbesar
Mengikuti langkah-langkah dengan teliti adalah kunci keberhasilan. Pastikan kamu tidak melewatkan proses fermentasi agar adonan benar-benar siap.
1. Persiapan Santan Areh
Didihkan 350 ml santan kental dengan 2 lembar daun pandan. Aduk terus agar santan tidak pecah. Setelah mendidih, matikan api, pindahkan ke wadah, dan tunggu sampai hangat. Ambil sekitar 50 ml bagian santan kental di permukaan untuk digunakan sebagai areh (saus kental di tengah serabi).
2. Membuat Adonan Serabi
Campurkan 100 gram tepung beras, 1 sdm tepung terigu, 25 gram gula pasir, ½ sdt vanili bubuk, ¼ sdm garam, ½ sdm ragi instan, dan ¼ sdt baking soda. Tambahkan sisa santan hangat secara bertahap sambil terus diaduk hingga rata dan tidak ada gumpalan. Saring adonan agar hasilnya lebih halus.
3. Fermentasi Adonan
Tutup wadah adonan dengan kain bersih atau serbet. Diamkan selama 1 jam sampai adonan berbuih dan mengembang. Tanda adonan siap dimasak adalah munculnya banyak gelembung atau buih di permukaan.
4. Memasak Serabi di Teflon
Panaskan teflon di atas api sedang sampai benar-benar panas. Tuang 1 sendok sayur adonan, tunggu sampai muncul gelembung (tanda mengembang). Beri 1 sendok makan santan areh di tengahnya, lalu tutup teflon. Masak sampai areh meresap. Tambahkan topping sesuai selera, tutup kembali sampai matang sempurna.
5. Penyajian
Angkat serabi dan letakkan di atas daun pisang. Tunggu sampai agak dingin, lalu gulung serabi seperti bentuk aslinya. Jika untuk jualan, tambahkan stiker pada gulungan daun pisang agar tampilan lebih menarik.
Cara membuat serabi tanpa cetakan tanah liat sangatlah mudah dilakukan dengan menggunakan teflon anti lengket di rumah. Kunci sukses utamanya adalah proses fermentasi adonan selama 1 jam, penggunaan api kecil, dan menutup teflon saat memasak agar panas merata. Hasilnya, kamu bisa menikmati serabi yang lembut, gurih, dan bersarang layaknya buatan penjual legendaris.
Tips Sukses agar Serabi Mengembang dan Bersarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553360/original/056092100_1775962626-Gemini_Generated_Image_kf79rdkf79rdkf79.jpeg)
Perbesar
- Tepung dan Santan: Gunakan santan kental dari kelapa asli atau santan instan. Pastikan santan tidak pecah saat dipanaskan dengan terus mengaduknya. Saring campuran tepung beras dan terigu agar adonan benar-benar halus dan tidak ada gumpalan yang tertinggal.
- Ragi dan Fermentasi: Ragi instan adalah kunci utama adonan mengembang. Diamkan adonan minimal 1 jam dan jangan terburu-buru. Semakin lama fermentasi (dalam batas wajar), semakin banyak buih yang terbentuk, yang nantinya akan menghasilkan tekstur bersarang yang cantik.
- Suhu dan Api: Gunakan api sangat kecil saat memasak. Api yang terlalu besar akan membuat bagian bawah cepat gosong sementara bagian atas belum matang. Pastikan teflon sudah benar-benar panas merata sebelum adonan dituang.
- Menutup Wajan: Selalu tutup teflon saat memasak. Uap panas yang terperangkap akan mematangkan bagian atas serabi tanpa perlu dibalik. Hasilnya adalah tekstur yang sangat lembut dan berongga sempurna.
- Topping: Taburkan topping saat permukaan mulai berlubang atau setengah matang. Jangan memberikan terlalu banyak topping agar serabi tidak terlalu berat dan tetap memiliki tekstur yang pas.
Ide Jualan Serabi Tanpa Cetakan Tanah Liat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3473551/original/080922400_1622812566-Serabi_gula_jawa.jpg)
Perbesar
Membuat serabi dengan metode ini memiliki potensi bisnis yang besar karena modalnya kecil dan bahannya sederhana. Harga jual Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per potong sangat terjangkau bagi semua kalangan. Kemasan menggunakan daun pisang akan memberikan aroma wangi yang khas dan nilai estetika tinggi.
Kamu bisa berinovasi dengan varian topping populer seperti meses coklat, keju, irisan pisang, atau nangka. Untuk pengiriman, gunakan kotak atau kardus kecil agar bentuk serabi tidak rusak. Branding dengan stiker cantik juga bisa meningkatkan nilai jual produkmu di mata pelanggan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Serabi Tanpa Cetakan Tanah Liat
Q: Apakah serabi tanpa cetakan tanah liat hasilnya sama enak?
A: Sama enaknya! Kunci utama ada di adonan yang difermentasi dan teknik memasak dengan api kecil. Teflon anti lengket justru lebih praktis dan hasilnya tetap lembut, gurih, dan bersarang.
Q: Mengapa serabi saya keras dan tidak bersarang?
A: Kemungkinan karena adonan tidak didiamkan cukup lama (minimal 1 jam), ragi kurang aktif, atau api terlalu besar saat memasak. Pastikan adonan berbuih sebelum dimasak dan gunakan api kecil.
Q: Bolehkah pakai santan instan?
A: Boleh. Santan instan lebih praktis. Pastikan tidak pecah saat dipanaskan dengan terus diaduk. Ambil bagian kental di atasnya untuk areh.
Q: Berapa lama fermentasi adonan yang ideal?
A: Minimal 1 jam dalam wadah tertutup. Jika cuaca dingin, bisa lebih lama (1,5-2 jam) sampai adonan berbuih banyak.
Q: Apa fungsi santan areh?
A: Santan areh membuat serabi lebih gurih, lembut, dan memberikan tekstur basah di bagian tengah yang menjadi ciri khas serabi.
Q: Apakah perlu dibalik saat memasak serabi?
A: Tidak perlu dibalik. Cukup tutup teflon agar uap panas memasak bagian atas hingga matang sempurna.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8413939/original/021025500_1782298555-6af263e8-c8ca-453d-a7c8-f8e73c5a9f1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8264098/original/080012200_1782091012-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_07.29.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8397748/original/042125800_1782279035-9932350143312498083.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8403255/original/085891800_1782285482-muhammad-arifin-nursalim-UcFkNQBPo4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8404319/original/097912500_1782286823-cropped-ffbf128c-85a7-4544-87e7-136f7defe0dc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8405806/original/074765200_1782288615-ello-AEU9UZstCfs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8403081/original/028340000_1782285314-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4551845/original/081723400_1692959966-amir-hosseini-pITRdF0c6rg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396975/original/029573000_1782278102-Matchicha_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396908/original/005946000_1782278056-cropped-36f22c0f-d315-4fdc-a265-e447ef87f543.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491798/original/032901900_1770106554-Acar_Timun_dan_Wortel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396531/original/034626400_1782277562-17715376420728250602.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2843652/original/051367500_1562145738-yayaya_oke.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8394616/original/093906900_1782275346-Nasi_Kikil_Gang_Gudang_Mbak_In.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8396333/original/077102200_1782277369-cropped-498d3360-f7cb-4aea-994d-20c4472fb32d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8393961/original/038317700_1782274587-dc3b5ec8-fb05-4b70-8f8a-ff61f7822442.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8395860/original/088672000_1782276827-cropped-d3dd7089-28eb-4694-acef-2e6427f711e3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474547/original/092592300_1768484569-WhatsApp_Image_2026-01-14_at_21.42.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8390798/original/068550500_1782271087-telur_pontianak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8388548/original/004201600_1782268405-cropped-f93d239e-34a7-4ac3-baaa-da7a407cb544.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535189/original/057591700_1773942599-Depositphotos_271642688_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526523/original/079569800_1773124602-181773-2__Dok._Destination_New_South_Wales___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530503/original/013584800_1773455795-Tepung_Terigu_Matang_Disangrai.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533047/original/026098100_1773720855-ginjal__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517728/original/058219800_1772438128-ruam_campak_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521606/original/011968200_1772694581-unnamed_-_2026-03-05T135903.240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512483/original/085737900_1771981557-IMG-20260224-WA0053.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1622111/original/030016800_1497325545-telor-ceplok-673x373px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507993/original/083490700_1771560402-Depositphotos_585713484_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4760147/original/069717400_1709453620-000_34KK8VE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523071/original/048232900_1772787980-Deluxe_plus_Model.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4977265/original/069671600_1729661059-OMRON_Complete_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4276088/original/087489800_1672296030-20221229-Revitalisasi-Pasar-Faizal-7.jpg)