Apa Itu One Meal a Day? Diet yang Tengah Dijalani Jung Kook BTS

18 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - One Meal a Day (OMAD) adalah metode diet yang kini semakin populer. Diet ini mengatur seseorang untuk berpuasa selama 23 jam dan hanya makan dalam satu waktu selama satu jam setiap hari. 

Menariknya, pola makan ini juga dijalani oleh Jung Kook, member grup K-pop BTS, setelah menyelesaikan wajib militernya. Dalam sebuah wawancara bersama Rolling Stone UK, Jung Kook mengungkapkan bahwa ia kini menjalani rutinitas diet yang lebih terkontrol dibanding sebelumnya. 

Ia hanya makan satu kali sehari dan justru sangat menantikan momen tersebut. Baginya OMAD bukan sekadar metode penurunan berat badan, tetapi juga menjadi prinsip hidup sehat dan disiplin diri.

Fenomena ini membuat banyak penggemar dan masyarakat umum mulai penasaran, apa sebenarnya OMAD, bagaimana cara kerjanya, serta apa manfaat dan risikonya bagi kesehatan? 

Cara Kerja dan Aturan Diet OMAD

OMAD merupakan bentuk ekstrem dari intermittent fasting atau puasa berkala. Seseorang berpuasa selama 23 jam, kemudian mengonsumsi makanan dalam satu waktu makan berdurasi sekitar satu jam.

Beberapa aturan yang umum diterapkan dalam OMAD antara lain, jendela makan harus berada dalam blok waktu yang sama setiap hari, hanya menggunakan satu piring makan standar dengan tinggi makanan tidak lebih dari tiga inci, serta tidak ada pembatasan jenis makanan selama satu jam tersebut. Selama puasa, seseorang hanya boleh mengonsumsi minuman bebas kalori seperti air putih atau kopi hitam.

Prinsip inilah yang tampaknya dijalankan Jung Kook dengan disiplin. Ia memanfaatkan satu waktu makan sebagai momen menikmati makanan sekaligus menjaga kontrol pola hidupnya. Metode ini dianggap sederhana, namun menuntut komitmen tinggi dan manajemen nutrisi yang tepat.

Manfaat OMAD bagi Tubuh

Puasa jangka panjang seperti OMAD dapat membantu menurunkan berat badan karena membatasi asupan kalori secara signifikan. Selain itu, proses yang disebut metabolism switching memungkinkan tubuh beralih dari penggunaan gula ke pembakaran lemak sebagai sumber energi utama.

Intermittent fasting juga dikaitkan dengan potensi perlindungan terhadap penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, serta gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Rutinitas Jung Kook yang konsisten menjalani OMAD disebut-sebut turut membantunya menjaga kebugaran, stamina panggung, serta kondisi fisik pasca wajib militer. Namun, para ahli menekankan bahwa manfaat tersebut sangat bergantung pada kualitas makanan dan keseimbangan nutrisi dalam satu kali makan tersebut.

Risiko & Siapa yang Tidak Dianjurkan

Di balik popularitasnya, OMAD juga menyimpan risiko. Puasa panjang dapat memicu rasa lapar ekstrem, kelelahan, pusing, sakit kepala, mual, gangguan tidur, hingga penurunan kadar gula darah. Dalam beberapa kasus, rasa lapar berlebihan justru mendorong seseorang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah nutrisi saat waktu makan tiba.

Natalie Rizzo, RDN , seorang ahli diet yang berbasis di New York menilai diet ini terlalu restriktif dan berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi jika tidak direncanakan dengan baik. Selain itu, penelitian menunjukkan puasa berkepanjangan dapat meningkatkan risiko batu empedu.

OMAD tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, individu dengan riwayat gangguan makan, serta mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Meski Jung Kook tampak berhasil menjalani pola ini, para ahli menegaskan bahwa setiap tubuh berbeda. Diet OMAD sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan medis dan bukan sekadar mengikuti tren.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |