Liputan6.com, Jakarta - Bunga pacar air (Impatiens balsamina) yang sering tumbuh liar di pekarangan atau tepi sawah ternyata menyimpan segudang khasiat luar biasa bagi kesehatan. Tanaman ini dikenal dengan bunganya yang berwarna mencolok, merah muda, putih, hingga ungu dan sering dianggap sekadar tanaman hias.
Padahal, dalam pengobatan tradisional Asia, bunga, daun, biji, hingga akarnya digunakan untuk mengatasi beragam gangguan kesehatan, mulai dari peradangan hingga gangguan hormon. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, naftokuinon, dan antosianin menjadikannya salah satu tanaman herbal yang mulai mendapat perhatian ilmiah. Tidak heran, tanaman liar ini kini masuk daftar bahan potensial dalam riset fitoterapi modern.
Menariknya, bunga pacar air bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan dalam, tapi juga berkhasiat untuk kulit, rambut, hingga sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dipublikasikan di berbagai jurnal etnofarmakologi menyebutkan bahwa Impatiens balsamina memiliki aktivitas anti-inflamasi, antibakteri, bahkan antikanker.
Dalam tradisi jamu Indonesia, tanaman ini juga digunakan untuk mengatasi keputihan, memperlancar haid, hingga meredakan rematik. Dengan segudang manfaat tersebut, sudah saatnya bunga pacar air tidak lagi dianggap gulma, tetapi sebagai aset herbal yang patut dimanfaatkan.
1. Meredakan Peradangan dan Bengkak
Bunga pacar air mengandung flavonoid dan terpenoid yang mampu menekan reaksi inflamasi pada kulit maupun jaringan dalam. Efeknya membantu mengurangi bengkak akibat benturan, ruam, atau gigitan serangga.
Selain itu, senyawa ini bekerja dengan menghambat mediator peradangan seperti prostaglandin dan sitokin. Dalam pengobatan tradisional, bunga segar biasanya digiling dan ditempelkan langsung pada area yang bengkak untuk hasil cepat.
2. Mengobati Luka dan Infeksi Kulit
Sifat antibakteri pada bunga pacar air membantu mempercepat penyembuhan luka ringan dan mencegah infeksi. Kandungan fenolik dan quinon dalam ekstraknya mampu melawan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan E. coli.
Pemakaian topikal ekstrak bunga pacar air juga membantu mengurangi risiko infeksi sekunder pada luka terbuka. Cara ini telah digunakan turun-temurun di banyak daerah sebagai antiseptik alami.
3. Mengatasi Infeksi Jamur pada Kulit dan Kuku
Naftokuinon dalam bunga pacar air memiliki efek antijamur yang kuat terhadap spesies penyebab kurap dan jamur kuku. Senyawa ini mengganggu dinding sel jamur dan menghambat pertumbuhannya.
Dengan penggunaan rutin, ekstrak bunga dapat membantu membersihkan infeksi jamur yang membandel. Ini menjadikannya pilihan alami bagi mereka yang ingin menghindari obat kimia keras.
4. Meredakan Nyeri Sendi dan Otot
Efek anti-inflamasi bunga pacar air juga berperan dalam menurunkan nyeri akibat rematik atau keseleo. Senyawa aktifnya bekerja menekan saraf penyebab nyeri tanpa efek samping berat seperti obat sintetis.
Dalam jamu tradisional, rebusan bunga dan akar pacar air digunakan untuk mengompres bagian yang nyeri. Terapi ini memberikan efek hangat dan membantu melancarkan sirkulasi darah di area yang meradang.
5. Menurunkan Demam Secara Alami
Rebusan bunga pacar air sering digunakan dalam pengobatan rakyat untuk menurunkan demam ringan. Kandungan bioaktifnya diduga memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di otak.
Efek ini diperkuat dengan sifat anti-inflamasi yang membantu menekan reaksi imun penyebab panas tubuh. Cara alami ini sering dipakai sebagai alternatif antipiretik herbal.
6. Melancarkan Pencernaan
Serat alami dan senyawa detoksifikasi dalam bunga pacar air membantu memperbaiki fungsi pencernaan. Konsumsi rebusan bunga dapat membantu meredakan sembelit dan perut kembung.
Dengan meningkatkan motilitas usus, bunga ini mendukung proses penyerapan nutrisi dan mengurangi gejala gangguan pencernaan ringan. Ini menjadikannya bahan penting dalam ramuan pembersih tubuh tradisional.
7. Membantu Proses Detoksifikasi Tubuh
Efek diuretik ringan dari bunga pacar air membantu ginjal membuang kelebihan cairan dan racun. Ini mempercepat proses pembersihan darah dan menjaga keseimbangan elektrolit.
Dalam pengobatan herbal, sifat ini digunakan untuk mencegah retensi cairan dan mendukung fungsi hati. Proses ini juga membantu mengurangi pembengkakan akibat akumulasi toksin.
8. Menyehatkan dan Mencerahkan Kulit
Antioksidan dalam bunga pacar air mampu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini. Selain itu, ekstraknya dapat membantu meratakan warna kulit dan mengurangi noda hitam.
Aplikasi topikal bunga pacar air juga menenangkan kulit iritasi dan membantu penyembuhan jerawat. Kandungan tirosinase inhibitor-nya berpotensi sebagai bahan alami pencerah kulit.
9. Menguatkan Rambut dan Mengurangi Ketombe
Bunga pacar air dikenal sebagai pewarna rambut alami yang juga menutrisi kulit kepala. Kandungan antijamur dan antibakterinya membantu mencegah ketombe.
Penggunaan rutin dapat memperkuat akar rambut dan mencegah kerontokan. Selain itu, warna alami dari bunganya memberikan kilau lembut pada rambut tanpa bahan kimia.
10. Berpotensi Sebagai Antikanker
Beberapa studi in vitro menunjukkan ekstrak bunga pacar air dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa naftokuinon dan flavonoidnya mampu memicu kematian sel tumor secara selektif.
Efek ini masih perlu penelitian lanjut, namun hasil awal menunjukkan potensi besar untuk terapi pendukung kanker. Mekanisme utamanya adalah penghambatan proliferasi dan peningkatan apoptosis sel abnormal.
11. Meredakan Nyeri Haid dan Melancarkan Siklus Menstruasi
Sifat antispasmodik bunga pacar air membantu mengurangi kram perut akibat menstruasi. Ramuan rebusan bunga ini digunakan dalam jamu tradisional untuk melancarkan haid yang tersendat.
Dengan mengatur aliran darah dan menyeimbangkan hormon, bunga ini membantu meredakan dismenore secara alami. Khasiat ini telah lama dikenal dalam pengobatan herbal wanita.
12. Mengatasi Rematik dan Gout
Bunga pacar air bekerja menghambat penumpukan asam urat pada sendi. Sifat anti-inflamasi dan analgesiknya mengurangi rasa nyeri akibat gout dan rematik.
Ramuan rebusan bunga dan daun sering digunakan untuk mengompres sendi yang bengkak. Efeknya terasa hangat dan membantu memperbaiki mobilitas tubuh.
13. Meredakan Gigitan Serangga dan Sengatan
Tempelan bunga pacar air segar pada area gigitan serangga membantu mengurangi gatal dan nyeri. Efek ini berasal dari kombinasi anti-inflamasi dan analgesik alaminya.
Selain itu, kandungan antibakteri mencegah infeksi pada luka kecil akibat garukan. Cara ini sering digunakan di pedesaan sebagai pertolongan pertama alami.
14. Menurunkan Tekanan Cairan Tubuh (Diuretik)
Efek diuretiknya membantu tubuh membuang kelebihan cairan melalui urine. Ini bermanfaat bagi penderita pembengkakan kaki akibat retensi cairan.
Dengan mendukung fungsi ginjal, bunga pacar air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Efek ini juga berpotensi menurunkan tekanan darah ringan secara alami.
15. Menangkal Radikal Bebas (Antioksidan)
Kandungan flavonoid dan antosianin menjadikan bunga pacar air sumber antioksidan alami. Zat ini melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan penuaan dini.
Efek antioksidan juga mendukung sistem imun dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Ini menjadikan bunga pacar air sebagai tambahan potensial dalam pola hidup sehat.
16. Meredakan Gejala Wasir
Sifat astringen dan anti-inflamasi dari bunga pacar air membantu mengecilkan pembengkakan pada wasir. Pasta bunga segar bisa dioleskan langsung untuk mengurangi nyeri dan gatal.
Kombinasi efek tersebut juga membantu menghentikan pendarahan ringan pada area anus. Ini merupakan terapi alami yang masih digunakan dalam pengobatan tradisional.
17. Menjaga Kesehatan Mulut
Ekstrak bunga pacar air bisa digunakan sebagai obat kumur alami untuk meredakan sariawan atau radang gusi. Senyawa antibakterinya melawan bakteri penyebab plak.
Pemakaian teratur membantu menjaga kebersihan rongga mulut dan kesegaran napas. Ini solusi herbal sederhana untuk masalah mulut sehari-hari.
18. Menurunkan Gula Darah (Antidiabetes)
Senyawa aktif dalam bunga pacar air terbukti meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah pada uji praklinis. Efek ini membantu pengelolaan diabetes tipe 2.
Dengan memengaruhi metabolisme glukosa, tanaman ini berpotensi menjadi terapi pelengkap untuk penderita diabetes. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap dalam pengawasan medis.
19. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Ramuan pacar air dipercaya melancarkan peredaran darah dan membantu mencegah kram. Efek ini berhubungan dengan kemampuannya memperlebar pembuluh darah kecil.
Dengan peredaran darah yang lancar, tubuh lebih optimal dalam mengantarkan oksigen dan nutrisi. Ini berkontribusi pada vitalitas dan daya tahan tubuh.
20. Menjaga Kesehatan Kuku dan Tulang
Bunga pacar air juga bermanfaat untuk memperkuat kuku dan membantu penyembuhan luka di sekitar kuku. Kandungan mineralnya mendukung regenerasi jaringan tulang kecil.
Dalam praktik tradisional, daun segar ditumbuk dan ditempelkan untuk meredakan cantengan atau luka di sekitar kuku. Penggunaan rutin membantu mempercepat pemulihan jaringan.
Pertanyaan seputar Manfaat Bunga Pacar Air
1. Apakah bunga pacar air aman digunakan setiap hari?
Aman dalam dosis kecil, tetapi penggunaan berlebihan perlu dihindari karena mengandung senyawa aktif yang bisa bersifat toksik ringan.
2. Apakah pacar air bisa diminum sebagai teh herbal?
Bisa, namun sebaiknya gunakan takaran kecil (3–5 bunga) dan rebus dengan air matang sebelum dikonsumsi.
3. Apakah bunga pacar air bisa mengatasi jerawat?
Ya, sifat antibakteri dan anti-inflamasinya membantu meredakan jerawat dan mempercepat penyembuhan kulit.
4. Bagaimana cara menggunakan bunga pacar air untuk rambut?
Bunga segar direbus, lalu airnya digunakan sebagai bilasan terakhir untuk rambut agar lebih kuat dan berkilau.
5. Apakah pacar air termasuk tanaman obat beracun?
Sebagian kecil senyawanya bersifat toksik bila dikonsumsi berlebihan, jadi penggunaannya perlu sesuai dosis tradisional.
Sumber:
https://jurnal.stkipmb.ac.id/inilah-18-manfaat-bunga-pacar-air-solusi-kulit-sehat-e-jurnal/
https://www.jamudigital.com/berita?id=Ragam_Khasiat_Tanaman_Pacar_Air
https://www.smpn12ska.sch.id/adiwiyata/detail/424926/pacar-air/

18 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659931/original/091620700_1700718204-F_YRTdTaIAAPvSp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592288/original/043510200_1695963965-F6v8etCbkAEXI1z.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468640/original/049006500_1767964837-pus2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166850/original/034756100_1742287804-full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149692356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4751731/original/068414100_1708738616-portrait-little-girl-with-teddy-bear-blurred-background-interior-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324961/original/042784800_1755916939-SnapInsta.to_535180391_18525335989037198_3756748230369549792_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507585/original/039794900_1689780737-WhatsApp_Image_2023-07-19_at_22.28.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805145/original/039599300_1713426303-20240418-Fogging-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404285/original/063429200_1762401444-SnapInsta.to_572149394_18540746122037198_6497175927739973948_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467495/original/075172000_1767896359-20260108_141221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983384/original/070885000_1648973797-WhatsApp_Image_2022-04-02_at_14.41.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467636/original/014194400_1767925988-Tanaman_Sawi_Langit__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016767/original/084602400_1652066166-20220509-FOTO---GAGE-Herman-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068931/original/070689500_1583394243-20200305-Dampak-Corona_-Harga-Jahe-di-Pasar-Rumput-Capai-Rp-95.000-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467460/original/038705100_1767888051-VideoCapture_20260108-224228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467690/original/001587500_1767927487-Screenshot_2026-01-09_095121.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467708/original/090533600_1767927999-078078100_1693916156-sirih_cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467108/original/070332500_1767862844-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.49.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)